SulawesiPos.com – Cabang olahraga biliar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Bone diwarnai aksi walk out (WO) belasan Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) kabupaten/kota.
Protes tersebut dipicu keberatan atas keikutsertaan atlet Kota Makassar bernama Jayden, yang disebut pernah tampil pada Kejuaraan Nasional dengan mewakili Sulawesi Tengah.
Berdasarkan dokumen pernyataan sikap yang dimuat MakassarInfo, 12 POBSI kabupaten/kota memilih tidak bertanding dan meminta status Jayden diperiksa berdasarkan regulasi kompetisi.
Sementara unggahan Instagram dan laporan lain menyebut jumlah pihak yang menolak mencapai 14 POBSI kabupaten.
Perbedaan jumlah itu muncul dalam publikasi yang beredar, tetapi inti keberatannya sama, yakni belum adanya keputusan terbuka mengenai legalitas dan kelayakan Jayden memperkuat kontingen Makassar setelah sebelumnya membawa nama Sulawesi Tengah.
Hendra, perwakilan POBSI Soppeng, mengatakan pihaknya bersama pengurus daerah lain siap kembali bertanding apabila atlet yang dipersoalkan didiskualifikasi.
“Semua POBSI kabupaten tetap akan ikut apabila Jayden atlet Makassar ini didiskualifikasi karena dia sudah mengikuti Kejurnas di Makassar dengan mewakili Sulawesi Tengah,” tegas Hendra.
Ia juga menyoroti rasa keadilan bagi atlet daerah yang telah mengikuti proses seleksi dan persiapan sesuai ketentuan.
“Kami atlet Sulawesi Selatan tidak ingin diinjak-injak seenaknya seperti itu. Dia sudah main di sana dan main di sini lagi,” ujarnya.
Minta Keputusan Berdasarkan Regulasi
Irham, perwakilan POBSI Bulukumba, menyebut 12 POBSI kabupaten/kota menyatakan pelaksanaan biliar Porprov belum dapat dianggap sah apabila persoalan status atlet tidak diselesaikan.
“Kami dari 12 POBSI Kabupaten/Kota menyatakan Porprov Sulsel XVIII Tahun 2026 cabor Biliar tidak sah karena salah satu peserta bernama Jayden pernah mengikuti Kejurnas di Makassar mewakili Sulawesi Tengah dan sampai saat ini panitia belum dapat mengambil keputusan,” ungkap Irham.
Menurut dia, aturan representasi atlet harus diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta.
“Setiap atlet tidak boleh mewakili dua daerah ataupun provinsi, itu jelas aturannya. Maka kami dari 12 POBSI Kabupaten/Kota menyatakan Walk Out,” tegasnya.
Jayden tercatat dijadwalkan tampil dalam empat nomor, yakni bola 8, bola 9, bola 8 ganda, dan bola 9 ganda. Keikutsertaannya menjadi persoalan karena pihak-pihak yang melakukan protes menilai riwayat representasi daerahnya perlu diverifikasi lebih dahulu.
Wakil Ketua III POBSI Soppeng, Reky Putra Pratama alias Nono, sebelumnya juga mendesak adanya pemeriksaan terhadap data atlet dan daftar _Entry by Name_. Ia mengatakan persoalan tersebut bukan persaingan pribadi, melainkan menyangkut konsistensi penerapan Pedoman Umum KONI Sulsel.
“Ini bukan soal benci atau iri. Kami semua pembina atlet di daerah. Kami bina atlet dari nol, ikut seleksi sesuai aturan. Tiba-tiba ada atlet yang lolos dengan cara yang tidak sesuai Pedum. Kalau begini, untuk apa ada Pedoman Umum?” ungkap Nono.
Nono meminta KONI Sulsel membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan perubahan data serta membuka proses verifikasi atlet secara transparan.
“Kami tidak menuduh secara personal. Kami menduga ada oknum. Siapa oknumnya, biar KONI yang telusuri. Tugas kami hanya melaporkan adanya dugaan. Kami cinta biliar Sulsel, makanya kami tidak mau biliar Sulsel rusak karena ulah oknum,” pungkasnya.
Pertandingan Menunggu Kepastian
Cabor biliar Porprov XVIII Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 8-13 November 2026 di Lapangan Biliar D’Sultan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Bone dan Wajo menjadi tuan rumah bersama Porprov yang berlangsung hingga 14 November.
Polemik tersebut membuat kelanjutan pertandingan bergantung pada keputusan panitia, POBSI Sulsel, dan KONI Sulsel. Para pengurus daerah meminta penjelasan mengenai dasar hukum keikutsertaan Jayden, mekanisme pemeriksaan keberatan, serta keputusan yang mengikat seluruh kontingen.
Hingga naskah ini disusun, belum ada keterangan resmi dari panitia Porprov, POBSI Sulsel, KONI Sulsel, atau POBSI Makassar mengenai hasil pemeriksaan status Jayden maupun keputusan atas aksi WO tersebut.


