Konsolidasi di Sulsel, Hanura Targetkan Rebound dan Incar Kursi DPR RI di Pemilu 2029

SulawesiPos.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura terus mematangkan mesin politiknya menjelang kontestasi Pemilu 2029. Sulawesi Selatan menjadi provinsi ke-24 yang dikunjungi Tim Task Force DPP Partai Hanura dalam rangkaian konsolidasi nasional yang digelar di Hotel Dalton, Makassar, Rabu (21/10/2026).

Konsolidasi tersebut dihadiri seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga jajaran anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Agenda ini ditujukan untuk menyamakan persepsi, memperkuat konsolidasi emosional, serta memastikan perampungan struktur kepengurusan hingga tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan.

Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan bahwa semangat para kader di Sulawesi Selatan masih terjaga dengan baik.

Menurutnya, hal itu menjadi modal utama bagi Hanura untuk bangkit kembali (rebound) dan merebut kembali kejayaan yang pernah diraih di daerah tersebut.

“Harapan kita, semangat ini bisa menjadi modal bagi Hanura Sulsel untuk menyelesaikan semua struktur partai. Rekam jejak Hanura pernah jaya dan kuat di sini. Tidak menutup kemungkinan rebound itu akan terjadi,” ujar Rio Capella saat memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan.

BACA JUGA:  Hasil Roma vs Inter 2-2: Lautaro Gagalkan Kemenangan di Olimpico

Atasi “Kemalasan” Kader dan Strategi Naturalisasi Tokoh

Rio menekankan bahwa tantangan utama yang dihadapi partai saat ini adalah konsistensi dan kesungguhan para pengurus di daerah dalam menjalankan agenda organisasi.

“Musuh utama Partai Hanura saat ini adalah kemalasan kader untuk menyelesaikan agenda kepengurusan. Sepanjang malasnya pengurus DPC bisa diatasi, saya meyakini di tiga daerah pemilihan (dapil) untuk DPR RI di Sulsel, kami bisa mencuri satu atau dua kursi pada waktu yang akan datang,” tegasnya.

Menanggapi fenomena perpindahan figur atau tokoh politik ke partai lain, Rio menilai hal tersebut merupakan dinamika biasa yang dialami semua partai politik. Ia menegaskan bahwa kekuatan Hanura tidak boleh bergantung penuh pada figur perorangan, melainkan pada soliditas mesin partai.

Selain memperkuat internal, Hanura juga menyiapkan strategi naturalisasi politik—yakni merekrut figur-figur potensial dari luar partai yang memiliki ketokohan kuat di dapil masing-masing.

“Naturalisasi akan dilakukan berdasarkan hasil survei di tiap dapil setelah konsolidasi nasional selesai. Kami akan memetakan dapil yang berpotensi meraih kursi, lalu mengkombinasikan caleg internal dengan hasil naturalisasi,” jelas Rio. Ia menambahkan, Hanura membidik target realistis minimal mengamankan kursi di Dapil Sulsel 3 pada pemilu mendatang.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026: Cerah hingga Berawan

DPD Hanura Sulsel Siapkan Sanksi Tegas bagi Pengurus Pasif

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (Panglima Ta), menegaskan komitmennya untuk menertibkan pengurus yang tidak serius menjalankan tugas partai.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada Ketua DPC yang malas, tidak fokus, dan sudah diingatkan berkali-kali, ya terpaksa kita usulkan pergantian. Masih banyak yang mau menjadi Ketua DPC dan memiliki loyalitas tinggi,” tegas Panglima Ta.

Saat ini, Partai Hanura mengamankan 1 kursi di DPRD Provinsi Sulsel dan 20 kursi di tingkat DPRD Kabupaten/Kota se-Sulsel. Panglima Ta optimistis target pengisian kursi di seluruh dapil dapat tercapai melalui kerja keras dan pendekatan persuasif kepada figur-figur potensial.

“Strategi politik sudah mulai kita jalankan, termasuk monitoring dan observasi seperti yang disampaikan Ketua Tim Task Force. Proses pendekatan secara kekeluargaan untuk mengajak kader-kader potensial bergabung sudah mulai berjalan,” pungkasnya.

SulawesiPos.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura terus mematangkan mesin politiknya menjelang kontestasi Pemilu 2029. Sulawesi Selatan menjadi provinsi ke-24 yang dikunjungi Tim Task Force DPP Partai Hanura dalam rangkaian konsolidasi nasional yang digelar di Hotel Dalton, Makassar, Rabu (21/10/2026).

Konsolidasi tersebut dihadiri seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga jajaran anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Agenda ini ditujukan untuk menyamakan persepsi, memperkuat konsolidasi emosional, serta memastikan perampungan struktur kepengurusan hingga tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan.

Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan bahwa semangat para kader di Sulawesi Selatan masih terjaga dengan baik.

Menurutnya, hal itu menjadi modal utama bagi Hanura untuk bangkit kembali (rebound) dan merebut kembali kejayaan yang pernah diraih di daerah tersebut.

“Harapan kita, semangat ini bisa menjadi modal bagi Hanura Sulsel untuk menyelesaikan semua struktur partai. Rekam jejak Hanura pernah jaya dan kuat di sini. Tidak menutup kemungkinan rebound itu akan terjadi,” ujar Rio Capella saat memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan.

BACA JUGA:  Daftar Wilayah Makassar Kena Pemadaman Listrik Bergilir 4 September 2026 Malam Ini

Atasi “Kemalasan” Kader dan Strategi Naturalisasi Tokoh

Rio menekankan bahwa tantangan utama yang dihadapi partai saat ini adalah konsistensi dan kesungguhan para pengurus di daerah dalam menjalankan agenda organisasi.

“Musuh utama Partai Hanura saat ini adalah kemalasan kader untuk menyelesaikan agenda kepengurusan. Sepanjang malasnya pengurus DPC bisa diatasi, saya meyakini di tiga daerah pemilihan (dapil) untuk DPR RI di Sulsel, kami bisa mencuri satu atau dua kursi pada waktu yang akan datang,” tegasnya.

Menanggapi fenomena perpindahan figur atau tokoh politik ke partai lain, Rio menilai hal tersebut merupakan dinamika biasa yang dialami semua partai politik. Ia menegaskan bahwa kekuatan Hanura tidak boleh bergantung penuh pada figur perorangan, melainkan pada soliditas mesin partai.

Selain memperkuat internal, Hanura juga menyiapkan strategi naturalisasi politik—yakni merekrut figur-figur potensial dari luar partai yang memiliki ketokohan kuat di dapil masing-masing.

“Naturalisasi akan dilakukan berdasarkan hasil survei di tiap dapil setelah konsolidasi nasional selesai. Kami akan memetakan dapil yang berpotensi meraih kursi, lalu mengkombinasikan caleg internal dengan hasil naturalisasi,” jelas Rio. Ia menambahkan, Hanura membidik target realistis minimal mengamankan kursi di Dapil Sulsel 3 pada pemilu mendatang.

BACA JUGA:  Hasil Roma vs Inter 2-2: Lautaro Gagalkan Kemenangan di Olimpico

DPD Hanura Sulsel Siapkan Sanksi Tegas bagi Pengurus Pasif

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (Panglima Ta), menegaskan komitmennya untuk menertibkan pengurus yang tidak serius menjalankan tugas partai.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada Ketua DPC yang malas, tidak fokus, dan sudah diingatkan berkali-kali, ya terpaksa kita usulkan pergantian. Masih banyak yang mau menjadi Ketua DPC dan memiliki loyalitas tinggi,” tegas Panglima Ta.

Saat ini, Partai Hanura mengamankan 1 kursi di DPRD Provinsi Sulsel dan 20 kursi di tingkat DPRD Kabupaten/Kota se-Sulsel. Panglima Ta optimistis target pengisian kursi di seluruh dapil dapat tercapai melalui kerja keras dan pendekatan persuasif kepada figur-figur potensial.

“Strategi politik sudah mulai kita jalankan, termasuk monitoring dan observasi seperti yang disampaikan Ketua Tim Task Force. Proses pendekatan secara kekeluargaan untuk mengajak kader-kader potensial bergabung sudah mulai berjalan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru