SulawesiPos.com — Pria asal Jakarta berinisial ABS (56) meninggal dunia saat menyelam di perairan Pulau Kambing, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban diduga mengalami gangguan fungsi organ saat menyelam di kedalaman sekitar 28 meter.
Kapolsek Bontobahari AKP Kasman mengatakan korban sempat dievakuasi ke permukaan dan dibawa ke Puskesmas Bontobahari untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di puskesmas pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 12.55 Wita.
“Dugaan sementara meninggalnya korban disebabkan adanya riwayat penyakit yang diderita korban sehingga kondisinya tidak memungkinkan menerima tekanan air khususnya pada kedalaman 28 Meter,” kata Kasman dalam keterangannya, Senin (19/10).
Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama sembilan rekannya berangkat menuju Pulau Kambing untuk menyelam. Rombongan menggunakan dua kapal dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 Wita.
“Pada hari Sabtu sekitar pukul 09.00 Wita, korban menuju Pulau Kambing bersama sembilan orang rekannya menggunakan dua kapal,” kata Kasman.
Korban diketahui tiba di kawasan wisata Pantai Bira pada Jumat (16/10) dan menginap di Same Resort Bira. Keesokan harinya, korban bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Kambing.
Korban mulai menyelam sekitar pukul 11.40 Wita dengan didampingi dua pemandu selam atau dive guide. Saat penyelaman berlangsung, salah seorang pemandu bernama Andi Badrul Fuad melihat korban tidak memberikan respons.
“Saat penyelaman berlangsung di kedalaman sekitar 28 meter, salah seorang pemandu bernama Andi Badrul Fuad melihat korban tidak merespons. Pemandu tersebut juga mendapati alat selam korban tidak mengeluarkan gelembung udara,” jelas Kasman.
Melihat kondisi tersebut, Fuad segera mengevakuasi korban ke permukaan air dan mengangkatnya ke atas kapal. Pertolongan pertama diberikan sebelum korban dibawa ke puskesmas.
“Fuad kemudian membawa korban ke permukaan dan mengangkatnya ke atas kapal untuk diberikan pertolongan,” jelas Kasman.
Korban kemudian dibawa menuju Puskesmas Bontobahari dengan pemberian oksigen selama perjalanan. Meski telah mendapat penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di fasilitas kesehatan tersebut.
Jenazah korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Bulukumba untuk ditempatkan di kamar jenazah. Pihak keluarga kemudian memutuskan agar jenazah dipulangkan ke Jakarta.
“Sekitar pukul 14.40 Wita, jenazah korban dirujuk ke RSUD Bulukumba untuk ditempatkan di kamar jenazah. Berdasarkan kesepakatan dengan keluarga melalui sambungan telepon, jenazah dipulangkan ke Jakarta,” katanya.
Kasman menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kejadian tersebut.
“Sehingga terjadi Gangguan fungsi Organ yang menyebabkan korban tidak sadar diri dan meninggal dunia,” pungkas Kasman.


