Mufli Hidayat Klarifikasi Kartu Merah Lawan Borneo FC, Akui Dihina hingga Singgung Almarhum Ayah

SulawesiPos.com – Pemain muda PSM Makassar, Mufli Hidayat, buka suara terkait kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Borneo FC pada pekan kesembilan Super League 2026/2027.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Mufli menyampaikan permohonan maaf kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas insiden tersebut.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang saya terima pada pertandingan sore ini,” tulis Mufli dalam Instagram @yayat7jr, dikutip Minggu (8/11/2026).

Namun, ia menegaskan ada hal yang perlu diketahui publik sebelum memberikan penilaian terhadap kejadian tersebut.

Mufli mengaku mendapat hinaan verbal yang menyerang keluarganya, bahkan menyinggung mendiang ayahnya dengan kata-kata yang dinilai sangat tidak pantas.

“Saya mendapat hinaan verbal (verbal abuse) yang menyerang nama baik keluarga saya, dengan menyinggung almarhum bapak saya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas,” ungkapnya.

Menurut Mufli, hinaan tersebut bukan lagi sekadar psywar atau provokasi yang lazim terjadi dalam pertandingan sepak bola.

BACA JUGA:  Jadwal PSM Makassar vs Persebaya Surabaya 22 Oktober 2026, Live Streaming di Sini

Ia menilai tindakan itu telah melewati batas penghormatan terhadap keluarga dan sesama manusia.

“Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepakbola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepakbola profesional,” jelasnya.

Pemain kelahiran Bone tersebut juga berharap penghinaan terhadap keluarga, terlebih kepada orang tua yang telah meninggal dunia, tidak terus dianggap sebagai hal lumrah dalam dunia sepak bola.

“Jangan sampai penghinaan terhadap keluarga, bahkan terhadap orang tua yang sudah tiada, terus menerus dibiarkan dan dianggap hal yang lumrah,” tuturnya.

Mufli berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak, termasuk dirinya sendiri.

Ia mengingatkan bahwa persaingan di lapangan seharusnya tetap menjunjung tinggi rasa hormat.

“Semoga kejadian ini menjadi menjadi pembelajaran buat kita semua, khususnya untuk saya pribadi,” terangnya.

“Sepak bola boleh keras, persaingan boleh panas, tetapi rasa hormat dan respek tetap harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tutupnya.

BACA JUGA:  Junior Brandao Jadi Pembeda, Madura United Taklukkan PSM Makassar 2-0

Kronologi Kartu Merah Mufli Hidayat

Mufli Hidayat menerima kartu merah saat PSM Makassar menghadapi Borneo FC dalam pertandingan pekan kesembilan Super League 2026/2027.

Kartu merah tersebut diberikan wasit M Erfan Effendi pada menit ke-66 setelah Mufli menyundul penyerang sayap Borneo FC, Hugo Samir.

Dalam insiden tersebut, wasit sempat melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR) untuk melihat kembali kejadian di lapangan.

Setelah mengecek tayangan ulang, wasit memutuskan memberikan kartu merah kepada Mufli atas tindakannya terhadap Hugo Samir.

Usai menerima keputusan tersebut, pemain asal Bone itu tampak emosional di pinggir lapangan.

General Manager PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, terlihat berusaha menenangkan Mufli setelah dirinya diganjar kartu merah.

SulawesiPos.com – Pemain muda PSM Makassar, Mufli Hidayat, buka suara terkait kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Borneo FC pada pekan kesembilan Super League 2026/2027.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Mufli menyampaikan permohonan maaf kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas insiden tersebut.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang saya terima pada pertandingan sore ini,” tulis Mufli dalam Instagram @yayat7jr, dikutip Minggu (8/11/2026).

Namun, ia menegaskan ada hal yang perlu diketahui publik sebelum memberikan penilaian terhadap kejadian tersebut.

Mufli mengaku mendapat hinaan verbal yang menyerang keluarganya, bahkan menyinggung mendiang ayahnya dengan kata-kata yang dinilai sangat tidak pantas.

“Saya mendapat hinaan verbal (verbal abuse) yang menyerang nama baik keluarga saya, dengan menyinggung almarhum bapak saya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas,” ungkapnya.

Menurut Mufli, hinaan tersebut bukan lagi sekadar psywar atau provokasi yang lazim terjadi dalam pertandingan sepak bola.

BACA JUGA:  Link Live PSM Makassar vs Arema FC 13 September 2026, Kick Off 16.30 WITA

Ia menilai tindakan itu telah melewati batas penghormatan terhadap keluarga dan sesama manusia.

“Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepakbola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepakbola profesional,” jelasnya.

Pemain kelahiran Bone tersebut juga berharap penghinaan terhadap keluarga, terlebih kepada orang tua yang telah meninggal dunia, tidak terus dianggap sebagai hal lumrah dalam dunia sepak bola.

“Jangan sampai penghinaan terhadap keluarga, bahkan terhadap orang tua yang sudah tiada, terus menerus dibiarkan dan dianggap hal yang lumrah,” tuturnya.

Mufli berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak, termasuk dirinya sendiri.

Ia mengingatkan bahwa persaingan di lapangan seharusnya tetap menjunjung tinggi rasa hormat.

“Semoga kejadian ini menjadi menjadi pembelajaran buat kita semua, khususnya untuk saya pribadi,” terangnya.

“Sepak bola boleh keras, persaingan boleh panas, tetapi rasa hormat dan respek tetap harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tutupnya.

BACA JUGA:  Legenda PSM dan Mantan Pelatih Timnas Indonesia M Basri Meninggal Dunia

Kronologi Kartu Merah Mufli Hidayat

Mufli Hidayat menerima kartu merah saat PSM Makassar menghadapi Borneo FC dalam pertandingan pekan kesembilan Super League 2026/2027.

Kartu merah tersebut diberikan wasit M Erfan Effendi pada menit ke-66 setelah Mufli menyundul penyerang sayap Borneo FC, Hugo Samir.

Dalam insiden tersebut, wasit sempat melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR) untuk melihat kembali kejadian di lapangan.

Setelah mengecek tayangan ulang, wasit memutuskan memberikan kartu merah kepada Mufli atas tindakannya terhadap Hugo Samir.

Usai menerima keputusan tersebut, pemain asal Bone itu tampak emosional di pinggir lapangan.

General Manager PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, terlihat berusaha menenangkan Mufli setelah dirinya diganjar kartu merah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru