SulawesiPos.com – BMKG memperbarui data gempa bumi yang mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari, dari magnitudo 7,0 menjadi 7,7, dengan Bone, Sulawesi Selatan, masuk daftar wilayah waspada tsunami.
Gempa itu tercatat lebih dulu pada pukul 04.58.23 WIB dengan magnitudo 7,0 dan kedalaman 10 kilometer, lalu diperbarui BMKG satu detik kemudian pada pukul 04.58.24 WIB menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT atau 30 kilometer timur laut Mbay.
Dalam pemutakhiran peringatan dini tsunami yang dirilis BMKG pada 15 Agustus 2026 pukul 05.09.54 WIB, Bone masuk kategori waspada dengan estimasi waktu tiba gelombang pada 05.54.23 WIB.
BMKG juga menempatkan Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng dalam status siaga.
Wilayah lain di Sulawesi Selatan yang masuk daftar waspada adalah Takalar, Wajo, Luwu bagian timur, Luwu bagian utara, dan Kota Palopo.
Getaran gempa turut dilaporkan dirasakan warga di Kabupaten Bone, termasuk Kecamatan Tonra dan Kota Watampone.
“Terasa bergetar, seperti rumah ikut bergoyang. Awalnya saya kira cuma perasaan, tapi ternyata ada gempa,” ujar Ikha, warga Tonra.
Seorang warga Watampone juga mengaku sempat terkejut saat merasakan benda-benda di rumah ikut bergetar.
“Saya sedang di rumah, tiba-tiba terasa tempat tidur dan benda-benda di dalam rumah bergetar. Tidak lama, tapi cukup bikin kaget,” kata warga tersebut.
BMKG menyatakan informasi kegempaan dan peringatan dini tsunami dapat diperbarui seiring proses analisis data, sehingga masyarakat diminta terus memantau kanal resmi lembaga tersebut.(askar)

