Sebanyak Rp23 Miliar Digelontorkan untuk Kampung Nelayan Angkue Bone

SulawesiPos.com – Anggaran hingga Rp23 miliar disiapkan pemerintah pusat untuk pembangunan satu kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, menjadi salah satu kawasan penerima program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

Dukungan anggaran bernilai puluhan miliar rupiah ini diharapkan menjadi titik balik pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Bone, sekaligus mendorong nelayan tradisional bertransformasi menjadi lebih modern, produktif, dan sejahtera.

Hal itu mengemuka saat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. menghadiri kegiatan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2026 di kawasan KNMP Desa Angkue, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Turut hadir Pj. Sekretaris Daerah Bone Edy Saputra Syam, anggota DPRD Bone H. Muslimin, sejumlah kepala OPD, Ketua TP PKK Bone Hj. Maryam Andi Asman, Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti A. Akmal, serta Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan KKP RI Fernando Jongguran Simanjuntak, S.St.Pi., M.Pi., bersama jajaran KKP lainnya.

BACA JUGA:  Banjir Terparah Sejak 2018, Gubernur Sulsel Kucurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas kehadiran program KNMP di Kabupaten Bone.

Menurutnya, dukungan anggaran hingga Rp23 miliar untuk satu kawasan merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan Bapak Presiden bagaimana membantu nelayan lokal kita agar bisa naik kelas. Kalau sebelumnya pengelolaan masih tradisional, sekarang kita dorong menjadi lebih modern. Apalagi anggarannya tidak sedikit, bisa mencapai Rp23 miliar,” ungkap BupAAS.

Bupati menilai program tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis Bone yang memiliki 11 kecamatan pesisir dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar.

Karena itu, ia berharap KNMP Angkue menjadi proyek percontohan yang dapat dikembangkan di seluruh kecamatan pesisir di Kabupaten Bone.

“Kita di Kabupaten Bone memiliki 11 kecamatan daerah pesisir. KNMP ini menjadi pilot project dan kami berharap seluruh kecamatan pesisir nantinya bisa mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih,” tegasnya.

Bupati juga menekankan, pembangunan KNMP tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur. Lebih dari itu, investasi pemerintah pusat tersebut harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

BACA JUGA:  Rakornas 2026, BerAmal Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo

Kawasan KNMP dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, di antaranya dermaga dan tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, balai nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel kapal, hingga kios perbekalan.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat mata rantai usaha perikanan dari hulu hingga hilir.

Dengan demikian, nelayan tidak hanya memperoleh manfaat dari aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga memiliki dukungan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.

“Kita jaga bersama, kita kembangkan bersama. Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, seluruh fasilitas yang telah dibangun harus dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” pesan Bupati.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan KKP RI, Fernando Jongguran Simanjuntak, menjelaskan bahwa Bulan Bakti KKP 2026 dilaksanakan secara serentak di 27 lokasi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia mengatakan, KKP terus mendorong penerapan konsep ekonomi biru sebagai arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.

BACA JUGA:  Perang Lawan Narkoba, Pemkab Bone dan BNNK Jalin Kerjasama Program Rehabilitasi Berkelanjutan

Konsep tersebut mencakup pengembangan budidaya perikanan, peningkatan aktivitas penangkapan ikan, serta perlindungan ekosistem laut agar sumber daya kelautan tetap terjaga dan berkelanjutan.

“Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu upaya menghadirkan kawasan pesisir yang lebih tertata dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas usaha perikanan,” tukasnya. (kar)

SulawesiPos.com – Anggaran hingga Rp23 miliar disiapkan pemerintah pusat untuk pembangunan satu kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, menjadi salah satu kawasan penerima program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

Dukungan anggaran bernilai puluhan miliar rupiah ini diharapkan menjadi titik balik pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Bone, sekaligus mendorong nelayan tradisional bertransformasi menjadi lebih modern, produktif, dan sejahtera.

Hal itu mengemuka saat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. menghadiri kegiatan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2026 di kawasan KNMP Desa Angkue, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Turut hadir Pj. Sekretaris Daerah Bone Edy Saputra Syam, anggota DPRD Bone H. Muslimin, sejumlah kepala OPD, Ketua TP PKK Bone Hj. Maryam Andi Asman, Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti A. Akmal, serta Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan KKP RI Fernando Jongguran Simanjuntak, S.St.Pi., M.Pi., bersama jajaran KKP lainnya.

BACA JUGA:  Perang Lawan Narkoba, Pemkab Bone dan BNNK Jalin Kerjasama Program Rehabilitasi Berkelanjutan

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas kehadiran program KNMP di Kabupaten Bone.

Menurutnya, dukungan anggaran hingga Rp23 miliar untuk satu kawasan merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan Bapak Presiden bagaimana membantu nelayan lokal kita agar bisa naik kelas. Kalau sebelumnya pengelolaan masih tradisional, sekarang kita dorong menjadi lebih modern. Apalagi anggarannya tidak sedikit, bisa mencapai Rp23 miliar,” ungkap BupAAS.

Bupati menilai program tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis Bone yang memiliki 11 kecamatan pesisir dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar.

Karena itu, ia berharap KNMP Angkue menjadi proyek percontohan yang dapat dikembangkan di seluruh kecamatan pesisir di Kabupaten Bone.

“Kita di Kabupaten Bone memiliki 11 kecamatan daerah pesisir. KNMP ini menjadi pilot project dan kami berharap seluruh kecamatan pesisir nantinya bisa mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih,” tegasnya.

Bupati juga menekankan, pembangunan KNMP tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur. Lebih dari itu, investasi pemerintah pusat tersebut harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

BACA JUGA:  Rakornas 2026, BerAmal Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo

Kawasan KNMP dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, di antaranya dermaga dan tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, balai nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel kapal, hingga kios perbekalan.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat mata rantai usaha perikanan dari hulu hingga hilir.

Dengan demikian, nelayan tidak hanya memperoleh manfaat dari aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga memiliki dukungan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.

“Kita jaga bersama, kita kembangkan bersama. Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, seluruh fasilitas yang telah dibangun harus dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” pesan Bupati.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan KKP RI, Fernando Jongguran Simanjuntak, menjelaskan bahwa Bulan Bakti KKP 2026 dilaksanakan secara serentak di 27 lokasi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia mengatakan, KKP terus mendorong penerapan konsep ekonomi biru sebagai arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.

BACA JUGA:  Sekolah Mentan dan Bupati Bone Jadi Gudang Atlet Voli Berprestasi, SMAN 5 Bone Juara Putra-Putri

Konsep tersebut mencakup pengembangan budidaya perikanan, peningkatan aktivitas penangkapan ikan, serta perlindungan ekosistem laut agar sumber daya kelautan tetap terjaga dan berkelanjutan.

“Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu upaya menghadirkan kawasan pesisir yang lebih tertata dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas usaha perikanan,” tukasnya. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru