SulawesiPos.com – Penerbitan Kampus (PK) identitas Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali meraih Gold Winner kategori Majalah Mahasiswa Terbaik dalam ajang Indonesia Student Media Awards (ISMA) 2026 yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS).
Penghargaan tersebut diberikan di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (6/11/2026).
Penghargaan itu diberikan untuk majalah identitas edisi Desember 2025. Majalah berjudul Tor Monitor Jadi Rektor tersebut merupakan terbitan setebal 60 halaman yang memuat beragam materi jurnalistik, termasuk liputan khusus mengenai pemilihan calon rektor Unhas periode 2026–2030.

Capaian ini menjadi pengakuan terhadap kerja jurnalistik kru identitas dalam mempertahankan penerbitan majalah mahasiswa.
Di tengah perubahan pola konsumsi informasi menuju media digital, penerbitan majalah tetap dipertahankan sebagai salah satu ruang untuk menghadirkan karya jurnalistik yang mendalam.
Redaktur Pelaksana identitas Unhas, Ismail Basri, mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kerja kolektif kru yang mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam menerbitkan majalah triwulanan.
“Kemenangan ini juga menjadi salah satu tanda, identitas terus bertumbuh dan berupaya menjaga eksistensinya sebagai media pers yang dikelola oleh mahasiswa. Karena di tengah perubahan lanskap media yang semakin digital, kami melihat majalah tetap memiliki ruang dan relevansi tersendiri,” tuturnya.
Ismail berharap, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kru untuk terus meningkatkan kualitas produk jurnalistik identitas.
Menurutnya, pengembangan kualitas perlu dilakukan dari sisi kedalaman substansi, ketajaman gagasan, hingga kreativitas dalam penyajian karya.
Riset dan Laporan Khusus Jadi Ciri Penerbitan identitas
Ketua Penyunting PK identitas Unhas, Dr Ahmad Bahar ST MSi, menilai capaian tersebut memperkuat posisi identitas sebagai salah satu rujukan media pers mahasiswa, terutama dalam penerbitan majalah.
Pria yang akrab disapa Abe itu mengatakan, konten berbasis riset dan laporan khusus mengenai persoalan aktual di lingkungan kampus merupakan materi yang perlu terus dikembangkan.
Hasil investigasi pers mahasiswa, menurutnya, juga berpotensi menjadi bahan masukan bagi perguruan tinggi dalam menentukan kebijakan.
“Majalah identitas itu yang agak spesial adalah hasil-hasil riset unggul yang dimunculkan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya laporan khusus yang mengangkat berbagai kasus di lingkungan Unhas dan ditelusuri melalui kerja investigasi.
Abe berharap, identitas semakin banyak menghadirkan laporan khusus yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan perguruan tinggi.


