SulawesiPos.com – Enam inovasi pelayanan dan pengelolaan pembangunan keluarga mengantarkan Kota Makassar meraih Penghargaan Parasamya Karya Kencana 2026 sebagai Pengelola Program Keluarga Berencana (KB) Terbaik I Nasional.
Penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN tersebut diterima di Jakarta, Kamis (5/11/2026), menjelang HUT ke-419 Kota Makassar.
Capaian ini ditopang pengembangan layanan yang menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari distribusi alat kontrasepsi, pengelolaan data kader, pendampingan remaja dan keluarga orang tua tunggal, hingga pemberdayaan lanjut usia.
Enam inovasi yang menjadi keunggulan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar itu adalah Alokon Ekspres, SIKED, MASIGA, MABARANI, SIMPONI KEREN, dan BELATI.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, yang mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima penghargaan tersebut, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif pemerintah daerah.
“Keberhasilan pengelolaan KB bukan hanya tentang capaian, tetapi tentang mutu layanan, pilihan yang sadar, data yang valid, dan inovasi yang benar-benar berdampak,” tegasnya.
Inovasi Menjangkau Berbagai Kelompok Usia
Keenam inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pelayanan keluarga secara lebih luas.
Alokon Ekspres, misalnya, menghadirkan layanan respons cepat distribusi alat dan obat kontrasepsi melalui sistem one-day service guna mencegah kekosongan stok.
Sementara itu, Sistem Informasi Kinerja Kader (SIKED) digunakan untuk mendokumentasikan dan memantau kinerja kader secara digital.
Adapun Manajemen Sistem Informasi Keluarga (MASIGA) membantu pengelolaan data berbasis aplikasi untuk memproyeksikan sasaran dan kebutuhan pelayanan KB.
Di luar pelayanan kontrasepsi, Makassar juga mengembangkan program yang menyasar kelompok usia dan kondisi keluarga berbeda.
MABARANI menjadi sarana edukasi bagi remaja dalam merencanakan masa depan, sedangkan SIMPONI KEREN memberikan penguatan dan pendampingan kepada keluarga dengan orang tua tunggal.
Untuk kelompok lanjut usia, DPPKB menghadirkan Beranda Lansia Produktif (BELATI) yang diarahkan untuk mendorong lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.
Pengembangan berbagai layanan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan capaian program KB di Makassar.
Data DPPKB mencatat persentase peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur (PUS) naik dari 64,52 persen pada 2023 menjadi 68,46 persen pada 2025.
Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) juga meningkat dari 27,75 persen menjadi 35,19 persen dalam periode yang sama.
Selain itu, penguatan pembangunan keluarga dilakukan melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
“Capaian ini memperlihatkan bahwa penguatan program KB tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta, tetapi juga pada keterlibatan keluarga dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat,” kata Andi Irwan.
Menurutnya, Parasamya Karya Kencana merupakan bentuk apresiasi Kemendukbangga/BKKBN kepada pemerintah daerah yang berhasil mengelola dan mengembangkan program pembangunan keluarga serta KB.
Penilaian penghargaan tersebut mencakup kepesertaan KB, kualitas pelayanan, kesehatan reproduksi, pelayanan kependudukan, hingga inovasi yang memberikan dampak nyata.
Enam inovasi Makassar turut dipresentasikan di hadapan panelis independen dari pemerintah pusat dalam proses penilaian.
Andi Irwan mengatakan, penghargaan yang diterima pada puncak GENTING Collaboration Summit 2026 itu menjadi hasil kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga menyebut capaian tersebut sebagai kado bagi Kota Makassar yang akan memperingati hari jadinya ke-419 pada 9 November 2026.
“Alhamdulillah, Penghargaan Parasamya Karya Kencana ini menjadi kado dari DPPKB untuk HUT Kota Makassar 2026,” pungkasnya.


