SulawesiPos.com – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar mematangkan Festival Urban Farming 2026 melalui rapat koordinasi di kantor dinas, Senin (2/11/2026). Agenda tersebut disiapkan sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-419 Makassar dan akan berlangsung di Anjungan Pantai Losari pada 11-15 November dengan pameran edukasi, pasar tani, talkshow, layanan kesehatan hewan, serta vaksinasi rabies.
Rapat dipimpin Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Aulia Arsyad dan dihadiri jajaran pejabat serta sejumlah bidang di lingkungan dinas. Pembahasan mencakup pemantapan rangkaian kegiatan, persiapan teknis, serta pembagian tugas agar festival berjalan tertib.
Festival ini dirancang untuk mempertemukan warga dengan praktik pertanian perkotaan, produk pangan lokal, dan cara memanfaatkan lahan terbatas di tengah kawasan kota. Agenda tersebut juga membuka ruang bagi komunitas, kelompok tani, pelaku usaha, serta keluarga untuk mengenal model pangan yang dapat diterapkan dari lingkungan permukiman.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya menegaskan bahwa program urban farming harus menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi warga.
“Program ini harus memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Munafri dalam pembahasan kawasan percontohan urban farming.
Terhubung dengan Program Pangan Warga
Penguatan urban farming di Makassar tidak hanya diarahkan untuk kegiatan seremonial. Pemerintah kota menyiapkan dua kawasan percontohan terpadu di Barombong, Kecamatan Tamalate, dan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.
Kepala DP2 Makassar Aulia Arsyad menjelaskan kedua kawasan itu dirancang menggabungkan pertanian, peternakan, perikanan, budidaya jamur, pengembangan maggot, serta pengelolaan sampah. Model tersebut diharapkan menjadi pusat produksi sekaligus edukasi pertanian perkotaan.
Di tingkat warga, program urban farming telah berkembang di sejumlah kecamatan. Kelompok Wanita Tani Anging Mammiri di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, misalnya, dilaporkan mampu menghasilkan sekitar 150-200 kilogram kangkung per bulan.
Sebagian hasil panen kelompok tersebut diarahkan untuk memasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pola itu memberi pasar bagi hasil kebun sekaligus menghubungkan produksi warga dengan kebutuhan pangan di tingkat lokal.
Aulia sebelumnya menyebut hasil urban farming di Makassar diharapkan dapat masuk ke pasar SPPG. Pemerintah juga menyiapkan dukungan distribusi dan penyimpanan agar produksi kelompok tani tidak berhenti pada konsumsi lingkungan sekitar.
Melalui festival di Losari, Pemkot Makassar akan memperkenalkan agenda pertanian perkotaan tersebut kepada masyarakat dalam format yang lebih terbuka. Selain pameran dan pasar tani, layanan kesehatan hewan serta vaksinasi rabies menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menyatukan sektor pangan, peternakan, edukasi, dan ruang publik.
_Tag:_
_Meta Description:_
Pemkot Makassar mematangkan Festival Urban Farming 2026 di Losari sebagai ruang edukasi, pasar tani, dan penguatan pangan lokal.


