SulawesiPos.com – Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti atau Tiwi/Fadia menjuarai HYLO Open 2026 di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, Minggu malam (1/11/2026). Gelar itu bernilai hadiah sekitar Rp716,2 juta untuk pasangan, sedangkan Jonatan Christie memperoleh sekitar Rp344,6 juta setelah finis sebagai runner-up tunggal putra.
Tiwi/Fadia mengunci gelar BWF World Tour Super 500 pertama mereka dengan mengalahkan unggulan pertama asal Chinese Taipei, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, dua gim langsung 21-18, 21-19.
Kemenangan tersebut menjadi gelar kedua Tiwi/Fadia di BWF World Tour 2026 setelah sebelumnya menjuarai Thailand Masters yang berlevel Super 300.
Hasil di Saarbrücken juga menjadikan mereka satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar dari lima sektor yang dipertandingkan.
Hadiah Juara dan Runner-up
Berdasarkan rincian hadiah HYLO Open 2026, juara ganda putri menerima US$39.500 per pasangan. Dengan konversi yang digunakan dalam laporan turnamen, nilainya setara sekitar Rp716,2 juta.
Nominal tersebut merupakan hadiah untuk satu pasangan, bukan masing-masing pemain. Jika dibagi rata, Tiwi dan Fadia memperoleh bagian sebelum potongan pajak sesuai ketentuan turnamen.
Sementara itu, Jonatan Christie mengantongi hadiah US$19.000 atau sekitar Rp344,6 juta sebagai runner-up tunggal putra. Jonatan harus mengakui keunggulan Lakshya Sen setelah kalah 17-21, 10-21.
Jonatan yang berstatus juara bertahan gagal mempertahankan gelar, tetapi tetap menutup turnamen dengan tambahan hadiah dan posisi runner-up.
Tiwi/Fadia Menang dalam Duel Ketat
Tiwi/Fadia sempat mendapat tekanan sejak awal pertandingan. Hsu/Lin beberapa kali memimpin, tetapi pasangan Indonesia mampu menjaga ketenangan dan membalikkan keadaan pada momen penting.
Pada gim kedua, Tiwi/Fadia bahkan sempat tertinggal 16-18. Mereka kemudian merebut tiga poin beruntun untuk berbalik unggul dan mengakhiri laga dengan skor 21-19.
“Alhamdulillah sangat senang dan bahagia karena kami bisa mengambil gelar di super 500 kali ini,” kata Fadia dalam keterangan yang disampaikan melalui PBSI.
Tiwi menyebut kemenangan itu terasa istimewa karena mereka berhasil meningkatkan pencapaian bersama dari gelar Super 300 menjadi juara Super 500.
“Perasaannya sangat senang dan bersyukur bisa upgrade gelar sama Fadia,” ujar Tiwi.
Gelar ini juga memiliki arti emosional bagi Fadia. Pada HYLO Open 2023, ia pernah mencapai final bersama Apriyani Rahayu, tetapi gagal menyelesaikan pertandingan setelah Apriyani mengalami cedera.
Kemenangan Tiwi/Fadia sekaligus menjaga tradisi Indonesia di HYLO Open.
Sebelumnya, Jonatan menjadi juara tunggal putra pada edisi 2025, tetapi tahun ini harus puas berada di posisi kedua setelah dikalahkan Lakshya Sen.


