SulawesiPos.com – Kimi Antonelli mengunci gelar juara dunia Formula 1 2026 setelah finis ketiga pada Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Senin (2/11/2026) dini hari Wita.
Pembalap Mercedes berusia 20 tahun 68 hari itu menjadi juara F1 termuda sepanjang sejarah dan pembalap Italia pertama yang meraih gelar sejak Alberto Ascari pada 1953.
Antonelli start dari posisi keempat dan hanya membutuhkan finis di posisi kesembilan untuk memastikan gelar, tanpa bergantung pada hasil para pesaingnya.
Ia akhirnya naik podium di belakang Max Verstappen yang memenangkan balapan dan Lewis Hamilton yang finis kedua.
Balapan berlangsung dalam 71 lap dan sempat dihentikan akibat insiden yang melibatkan Valtteri Bottas.
Setelah restart dan periode safety car, Antonelli menjaga posisinya hingga finis untuk mengamankan gelar pada musim keduanya di kelas utama.
Hasil tersebut membuat koleksi poin Antonelli tidak lagi dapat dikejar.
Ia mengumpulkan 380 poin, unggul 119 poin atas Verstappen, sementara musim 2026 masih menyisakan empat seri.
Dalam wawancara seusai balapan, Antonelli mengaku masih berusaha memahami pencapaiannya.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Saya masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi,” kata Antonelli.
Ia juga menyebut keberhasilan itu sebagai hasil dari musim yang luar biasa.
“Untuk akhirnya mengunci gelar ini, rasanya luar biasa,” ujarnya dalam wawancara resmi Formula 1.
Italia Menunggu 73 Tahun
Antonelli menjadi pembalap Italia ketiga yang memenangkan gelar dunia Formula 1.
Sebelum dirinya, Giuseppe Farina menjadi juara pada 1950, sedangkan Alberto Ascari merebut gelar pada 1952 dan 1953.
Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian Italia selama 73 tahun.
Antonelli memperbarui rekor juara termuda yang sebelumnya dipegang Sebastian Vettel ketika memenangkan gelar pertamanya pada usia 23 tahun 134 hari pada 2010.
Prestasi Antonelli melengkapi musim keduanya bersama Mercedes dengan catatan sembilan kemenangan sebelum gelar dikunci di Meksiko.
Ia juga menjadi pembalap Italia pertama yang menang di Grand Prix Italia sejak 1966 setelah menjuarai balapan di Monza pada September.
Veda Ega Bawa Sejarah Indonesia
Pada akhir pekan yang sama, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama meraih podium kedua Moto3 Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026).
Pembalap Honda Team Asia itu mencatat hasil terbaik dalam kariernya dan naik ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 dengan 131 poin.
“Saya sangat bahagia meraih podium di Sepang, khususnya karena semua anggota keluarga saya, ayah, ibu, adik dan sepupu, hadir di sini,” kata Veda.
Podium Veda menjadi konteks penting bagi pembaca Indonesia yang mengikuti perkembangan balap internasional.
Dalam satu akhir pekan, Antonelli menorehkan sejarah di Formula 1, sementara Veda memperkuat kehadiran pembalap Indonesia di panggung Grand Prix.


