Tak Banyak yang Tahu, Veda Ega Pratama Menggila di Lap Terakhir Moto3 Jerman, Salip Tiga Pembalap Sekaligus Termasuk Hakim Danish

daSulawesiPos.com – Veda Ega Pratama menunjukkan penyelesaian balapan yang agresif pada Moto3 GP Jerman 2026 di Sachsenring, Minggu, 12 Juli 2026. Pembalap Honda Team Asia itu finis kedelapan setelah start dari posisi ke-13, dengan sorotan utama datang pada lap terakhir saat ia melonjak dari urutan ke-12 ke posisi kedelapan.

Lonjakan itu menjadi pembeda besar dalam hasil akhir Veda di Sachsenring.

Pergerakan Veda pada fase penutup balapan tidak banyak tertangkap perhatian karena tayangan langsung lebih sering menyorot duel di barisan depan antara Brian Uriarte dan Maximo Quiles.

Namun di kelompok tengah, rider muda Indonesia tersebut justru membuat manuver penting yang mengubah hasil akhirnya secara drastis.

Pada lap ke-22, Veda naik ke posisi ke-12.

Memasuki lap ke-23 atau lap terakhir, ia memaksimalkan momentum untuk melibas tiga pembalap di depannya sekaligus.

Hasil akhirnya membuat Veda finis kedelapan di belakang dua pembalap Honda lainnya, Adrian Fernandez yang finis keenam dan Jesus Rios di posisi ketujuh.

BACA JUGA:  Jadwal Lengkap MotoGP Italia 2026: Kualifikasi hingga Main Race

Ia juga menutup balapan di depan Ryusei Yamanaka dan kembali unggul atas Hakim Danish dalam persaingan papan tengah atas klasemen Moto3 2026.

Lonjakan Akhir yang Mengubah Hasil

Pergerakan Veda yang eksplosif bukan hanya penting untuk hasil balapan, tetapi juga berdampak langsung pada klasemen sementara.

Veda menambah delapan poin dari Sachsenring dan naik ke peringkat keenam klasemen Moto3 2026 dengan total 90 poin.

Hakim Danish, yang sebelum balapan sama-sama mengoleksi 82 poin, kini turun ke posisi ketujuh dengan 86 poin.

Start dari posisi ke-13 membuat Veda sempat harus bertarung dari tengah rombongan sejak lap awal.

Namun ritme balapnya tetap terjaga hingga fase akhir, dan ketika banyak pembalap di kelompok tengah saling mengunci jalur, Veda justru mampu menemukan ruang untuk menyerang.

Perubahan dari posisi ke-12 ke finis kedelapan pada lap terakhir menegaskan bahwa ia tetap berbahaya ketika menemukan momentum di saat krusial.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Tatap Moto3 Jerman usai Gagal Finis di Assen, Jadwal Lengkap dan Klasemen Pembalap

KTM Kuasai Lima Besar, Veda Jadi Honda Terbaik Kedua

Balapan Moto3 Jerman sendiri dimenangi Brian Uriarte setelah mengalahkan pemimpin klasemen Maximo Quiles dalam duel ketat sampai lap terakhir.

Matteo Bertelle melengkapi podium, sementara Marco Morelli dan Rico Salmela menutup lima besar.

Dengan hasil itu, lima posisi teratas dikuasai para pembalap KTM.

Di tengah dominasi tersebut, Veda kembali menjadi salah satu pembalap Honda terbaik dengan finis kedelapan.

Ia hanya berada di belakang Adrian Fernandez yang finis keenam dan Jesus Rios yang menutup balapan di posisi ketujuh.

Bagi Veda, finis kedelapan dari start ke-13 dan lonjakan tajam pada lap terakhir memberi pesan jelas bahwa ia tetap punya kapasitas besar untuk bersaing ketika ritme balapnya terjaga sampai ujung lomba.

daSulawesiPos.com – Veda Ega Pratama menunjukkan penyelesaian balapan yang agresif pada Moto3 GP Jerman 2026 di Sachsenring, Minggu, 12 Juli 2026. Pembalap Honda Team Asia itu finis kedelapan setelah start dari posisi ke-13, dengan sorotan utama datang pada lap terakhir saat ia melonjak dari urutan ke-12 ke posisi kedelapan.

Lonjakan itu menjadi pembeda besar dalam hasil akhir Veda di Sachsenring.

Pergerakan Veda pada fase penutup balapan tidak banyak tertangkap perhatian karena tayangan langsung lebih sering menyorot duel di barisan depan antara Brian Uriarte dan Maximo Quiles.

Namun di kelompok tengah, rider muda Indonesia tersebut justru membuat manuver penting yang mengubah hasil akhirnya secara drastis.

Pada lap ke-22, Veda naik ke posisi ke-12.

Memasuki lap ke-23 atau lap terakhir, ia memaksimalkan momentum untuk melibas tiga pembalap di depannya sekaligus.

Hasil akhirnya membuat Veda finis kedelapan di belakang dua pembalap Honda lainnya, Adrian Fernandez yang finis keenam dan Jesus Rios di posisi ketujuh.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Crash di Moto3 Belanda 2026 Usai Senggolan, Kencang Kabar Sengaja Dijatuhkan

Ia juga menutup balapan di depan Ryusei Yamanaka dan kembali unggul atas Hakim Danish dalam persaingan papan tengah atas klasemen Moto3 2026.

Lonjakan Akhir yang Mengubah Hasil

Pergerakan Veda yang eksplosif bukan hanya penting untuk hasil balapan, tetapi juga berdampak langsung pada klasemen sementara.

Veda menambah delapan poin dari Sachsenring dan naik ke peringkat keenam klasemen Moto3 2026 dengan total 90 poin.

Hakim Danish, yang sebelum balapan sama-sama mengoleksi 82 poin, kini turun ke posisi ketujuh dengan 86 poin.

Start dari posisi ke-13 membuat Veda sempat harus bertarung dari tengah rombongan sejak lap awal.

Namun ritme balapnya tetap terjaga hingga fase akhir, dan ketika banyak pembalap di kelompok tengah saling mengunci jalur, Veda justru mampu menemukan ruang untuk menyerang.

Perubahan dari posisi ke-12 ke finis kedelapan pada lap terakhir menegaskan bahwa ia tetap berbahaya ketika menemukan momentum di saat krusial.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Balas Dendam di Moto3 Jerman, Aoyama Nilai Performanya Sudah di Level Tinggi

KTM Kuasai Lima Besar, Veda Jadi Honda Terbaik Kedua

Balapan Moto3 Jerman sendiri dimenangi Brian Uriarte setelah mengalahkan pemimpin klasemen Maximo Quiles dalam duel ketat sampai lap terakhir.

Matteo Bertelle melengkapi podium, sementara Marco Morelli dan Rico Salmela menutup lima besar.

Dengan hasil itu, lima posisi teratas dikuasai para pembalap KTM.

Di tengah dominasi tersebut, Veda kembali menjadi salah satu pembalap Honda terbaik dengan finis kedelapan.

Ia hanya berada di belakang Adrian Fernandez yang finis keenam dan Jesus Rios yang menutup balapan di posisi ketujuh.

Bagi Veda, finis kedelapan dari start ke-13 dan lonjakan tajam pada lap terakhir memberi pesan jelas bahwa ia tetap punya kapasitas besar untuk bersaing ketika ritme balapnya terjaga sampai ujung lomba.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru