Sekolah Gratis, Lingkungan Bersih: Dua Gebrakan Bupati AAS untuk Masa Depan Bone

SulawesiPos.com – Senin pagi (13/7/2026), menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bone. Di halaman Rumah Jabatan Bupati, ribuan harapan baru seakan dimulai ketika Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. atau yang akrab disapa Bupati AAS menyerahkan secara simbolis 18.426 seragam sekolah gratis kepada peserta didik baru sekaligus meresmikan GAAS Beramal (Galakkan Aksi Ambil Sampah – Bersih, Asri, Mandiri, Aman, Lestari).

Dua program strategis itu bukan sekadar seremoni. Di baliknya tersimpan pesan besar tentang arah pembangunan Bone: membentuk generasi yang cerdas sekaligus membangun budaya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Program seragam gratis tersebut menjangkau 11.026 murid Sekolah Dasar (SD) dan 7.400 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Kabupaten Bone.

Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru sekaligus memastikan seluruh anak memiliki kesempatan belajar yang sama.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah.

BACA JUGA:  500 Paket Sembako Siap Dibagikan, Besok FORKITA Bone Gelar Baksos Spesial Imlek

Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya perlengkapan sekolah.

“Seragam ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Bupati juga menyulut semangat para pelajar agar terus belajar dan berani bermimpi besar.

“Tidak ada yang tidak bisa. Jangan berhenti untuk belajar. Belajarlah setiap detik. Tetap merendah, nanti yang menjawab adalah prestasi,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan para siswa.

Kepada para guru, Bupati mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan pendidikan yang adil tanpa membedakan latar belakang peserta didik.

“Guru jangan ada yang membeda-bedakan muridnya. Semua anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik,” tegasnya.

Sementara kepada para orang tua, ia mengajak agar terus membangun kepercayaan kepada sekolah dan menjalin sinergi dalam mendidik anak-anak sebagai generasi penerus Bone.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bone juga meluncurkan GAAS Beramal, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Resmikan Tiga Ruas Jalan Strategis di Bone, Dorong Mobilitas dan Ekonomi Warga

Menurutnya, budaya membuang sampah sembarangan harus ditinggalkan dan diganti dengan kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab.

“Tidak boleh lagi membiasakan membuang sampah sembarangan. Kalau perlu dikantongi. Kita memakai konsep Jepang, bagaimana masyarakat memiliki kesadaran menjaga kebersihan. Sampah juga harus diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, menjadi uang, dan barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Bone ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone yang juga Camat Ponre, Baharuddin, S.Pd., M.M., mengatakan program seragam sekolah gratis dan peluncuran GAAS Beramal merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

“Melalui program ini kita membawa semangat kebersamaan untuk bersama-sama menyikapi persoalan sampah, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Bone,” ujarnya. (kar)

BACA JUGA:  Dekatkan Pelayanan, Urus Paspor Kini Bisa di Bone

SulawesiPos.com – Senin pagi (13/7/2026), menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bone. Di halaman Rumah Jabatan Bupati, ribuan harapan baru seakan dimulai ketika Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. atau yang akrab disapa Bupati AAS menyerahkan secara simbolis 18.426 seragam sekolah gratis kepada peserta didik baru sekaligus meresmikan GAAS Beramal (Galakkan Aksi Ambil Sampah – Bersih, Asri, Mandiri, Aman, Lestari).

Dua program strategis itu bukan sekadar seremoni. Di baliknya tersimpan pesan besar tentang arah pembangunan Bone: membentuk generasi yang cerdas sekaligus membangun budaya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Program seragam gratis tersebut menjangkau 11.026 murid Sekolah Dasar (SD) dan 7.400 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Kabupaten Bone.

Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru sekaligus memastikan seluruh anak memiliki kesempatan belajar yang sama.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah.

BACA JUGA:  Bone Kirim Kontingen Terbaik ke Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026

Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya perlengkapan sekolah.

“Seragam ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Bupati juga menyulut semangat para pelajar agar terus belajar dan berani bermimpi besar.

“Tidak ada yang tidak bisa. Jangan berhenti untuk belajar. Belajarlah setiap detik. Tetap merendah, nanti yang menjawab adalah prestasi,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan para siswa.

Kepada para guru, Bupati mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan pendidikan yang adil tanpa membedakan latar belakang peserta didik.

“Guru jangan ada yang membeda-bedakan muridnya. Semua anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik,” tegasnya.

Sementara kepada para orang tua, ia mengajak agar terus membangun kepercayaan kepada sekolah dan menjalin sinergi dalam mendidik anak-anak sebagai generasi penerus Bone.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bone juga meluncurkan GAAS Beramal, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah.

BACA JUGA:  Dekatkan Pelayanan, Urus Paspor Kini Bisa di Bone

Menurutnya, budaya membuang sampah sembarangan harus ditinggalkan dan diganti dengan kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab.

“Tidak boleh lagi membiasakan membuang sampah sembarangan. Kalau perlu dikantongi. Kita memakai konsep Jepang, bagaimana masyarakat memiliki kesadaran menjaga kebersihan. Sampah juga harus diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, menjadi uang, dan barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Bone ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone yang juga Camat Ponre, Baharuddin, S.Pd., M.M., mengatakan program seragam sekolah gratis dan peluncuran GAAS Beramal merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

“Melalui program ini kita membawa semangat kebersamaan untuk bersama-sama menyikapi persoalan sampah, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Bone,” ujarnya. (kar)

BACA JUGA:  BerAmal Jawab Kebutuhan Masyarakat di Tiga Kecamatan di Bone, Ruas Wellulang–Ulo Mulus

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru