*
Teknologi China dan Pengalaman Perang Ukraina
Laporan The Guardian yang diterbitkan pada 24 Juli 2026 menyebut peningkatan ketepatan serangan Iran turut ditunjang citra satelit komersial China, komponen elektronik, sistem navigasi berlapis, serta taktik penyerangan yang berkembang melalui pengalaman perang Rusia di Ukraina.
Iran dilaporkan dapat menggabungkan sinyal GPS milik Amerika Serikat, BeiDou milik China, dan GLONASS milik Rusia sehingga rudal atau pesawat nirawak tetap dapat memperbaiki lintasannya apabila salah satu sistem terganggu.
Beberapa rudal balistik Iran juga disebut memiliki hulu ledak yang dapat bermanuver ketika memasuki fase akhir penerbangan serta menggunakan pemandu optik atau pencari panas yang lebih sulit dilumpuhkan melalui pengacauan radio.
Amerika Serikat pada Mei 2026 menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan China yang dituduh menyediakan citra fasilitas militer AS, termasuk perusahaan Mizar Vision yang memublikasikan gambar pesawat, sistem Patriot, dan pertahanan THAAD di sejumlah pangkalan regional.
Meski demikian, belum terdapat bukti publik yang memastikan pemerintah China secara langsung memilihkan target atau terlibat dalam perencanaan operasional serangan Iran.
Analis Royal United Services Institute, Sidharth Kaushal, menilai pola yang terlihat dapat pula dijelaskan sebagai perkembangan paralel karena militer Rusia dan Iran mempelajari pengalaman satu sama lain tanpa harus terdapat instruksi langsung dari Moskwa.
Kapal Kaspia Menjadi Mata Rantai Persenjataan
Dinas Keamanan Ukraina atau SBU pada 25 Juli mengumumkan serangan pesawat nirawak jarak jauh terhadap dua kapal kargo di Laut Kaspia yang dituduh terlibat dalam pengiriman perlengkapan militer antara Iran dan Rusia.
SBU pada awalnya menyebut kapal Port Olya-2 dan Begey, tetapi kemudian menghapus nama kedua kapal tersebut dari pengumuman media sosialnya sehingga identitas sasaran tetap belum sepenuhnya jelas.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kapal yang terkena serangan adalah Ana, kapal kargo berbendera Iran yang berlayar dari Astrakhan, sementara pemerintah Iran mengatakan seorang pelaut tewas dan seorang lainnya terluka.
Moskow dan Teheran menyatakan kapal itu membawa muatan sipil, sedangkan Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevhen Korinchuk mengklaim kapal tersebut mengangkut bahan untuk produksi pesawat nirawak dan rudal, tetapi kedua versi belum dapat diverifikasi secara independen.
Laut Kaspia sejak 2022 menjadi salah satu jalur strategis perdagangan Iran–Rusia, termasuk pengiriman pesawat nirawak Shahed dan perlengkapan pertahanan yang menurut negara-negara Barat digunakan dalam perang Ukraina.
Bukan Aliansi Pertahanan, Melainkan Kerja Sama Kepentingan
Hubungan Iran, Rusia, dan China belum dapat disebut sebagai aliansi militer seperti NATO karena tidak ada perjanjian yang secara terbuka mewajibkan Moskwa atau Beijing mengirim pasukan untuk mempertahankan Iran ketika diserang.

