Tragedi Keluarga Asal Barru di Palu, Ayah dan Balita Tewas, Ibu Kritis

SulawesiPos.com – Warga Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, tengah berduka setelah satu keluarga asal daerah tersebut menjadi korban penyerangan brutal di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 22.30 WITA.

Dalam kejadian tersebut, seorang suami bersama anaknya yang masih berusia sekitar 2 tahun meninggal dunia akibat luka tikaman.

Sementara sang istri, Nur Hanissa, berhasil selamat namun mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan intensif.

Suami dan Anak Tewas, Istri Ditemukan Dalam Kondisi Kritis

Penyerangan yang terjadi di dalam rumah korban itu mengakibatkan suasana duka mendalam bagi keluarga.

Sang suami dan anaknya ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan parah.

Sedangkan Nur Hanissa ditemukan dalam kondisi kritis akibat mengalami sejumlah luka tusukan di tubuhnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, 9 Juli 2026: Waspada Angin Kencang di Wilayah Selatan

Tetangga Dengarkan Teriakan Minta Tolong dari Dalam Rumah

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Bahtiar.

Ia mengaku mendengar suara teriakan meminta tolong dari dalam rumah sebelum bersama ketua RT dan warga lainnya masuk ke lokasi.

Saat masuk ke dalam rumah, warga menemukan kondisi yang mengenaskan.

“Kalau kami lambat masuk, mungkin istrinya juga sudah meninggal. Anaknya saja masih rewel. Tapi tidak lama kemudian suaranya sudah tidak ada,” ujar Bahtiar, Senin (27/7/2026).

Polisi Kejar Terduga Pelaku Berinisial AK

Dari keterangan korban yang selamat, pelaku diduga berinisial AK. Foto terduga pelaku juga telah beredar di media sosial.

Namun hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengejar terduga pelaku serta mendalami motif di balik aksi penyerangan tersebut.

Telah tiba Keluarga di Barru

Pasca kejadian, Kedua almarhum tiba di rumah duka pada Selasa dini hari, 28 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 WITA dan langsung dikebumikan sekitar pukul 02.30 WITA oleh pihak keluarga serta warga sekitar.

BACA JUGA:  Update Cuaca Sulsel 2 Maret: Berawan Pagi, Siang Berpotensi Hujan Ringan-Sedang

SulawesiPos.com – Warga Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, tengah berduka setelah satu keluarga asal daerah tersebut menjadi korban penyerangan brutal di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 22.30 WITA.

Dalam kejadian tersebut, seorang suami bersama anaknya yang masih berusia sekitar 2 tahun meninggal dunia akibat luka tikaman.

Sementara sang istri, Nur Hanissa, berhasil selamat namun mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan intensif.

Suami dan Anak Tewas, Istri Ditemukan Dalam Kondisi Kritis

Penyerangan yang terjadi di dalam rumah korban itu mengakibatkan suasana duka mendalam bagi keluarga.

Sang suami dan anaknya ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan parah.

Sedangkan Nur Hanissa ditemukan dalam kondisi kritis akibat mengalami sejumlah luka tusukan di tubuhnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:  Ini Lawan Politik Andi Tenri Walinonong, Adriani Page dan Jejak Empat Periode di DPRD Bone

Tetangga Dengarkan Teriakan Minta Tolong dari Dalam Rumah

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Bahtiar.

Ia mengaku mendengar suara teriakan meminta tolong dari dalam rumah sebelum bersama ketua RT dan warga lainnya masuk ke lokasi.

Saat masuk ke dalam rumah, warga menemukan kondisi yang mengenaskan.

“Kalau kami lambat masuk, mungkin istrinya juga sudah meninggal. Anaknya saja masih rewel. Tapi tidak lama kemudian suaranya sudah tidak ada,” ujar Bahtiar, Senin (27/7/2026).

Polisi Kejar Terduga Pelaku Berinisial AK

Dari keterangan korban yang selamat, pelaku diduga berinisial AK. Foto terduga pelaku juga telah beredar di media sosial.

Namun hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengejar terduga pelaku serta mendalami motif di balik aksi penyerangan tersebut.

Telah tiba Keluarga di Barru

Pasca kejadian, Kedua almarhum tiba di rumah duka pada Selasa dini hari, 28 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 WITA dan langsung dikebumikan sekitar pukul 02.30 WITA oleh pihak keluarga serta warga sekitar.

BACA JUGA:  79 Napi Risiko Tinggi dari Lapas Makassar Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengamanan Diperketat

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru