SulawesiPos.com – Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Sulawesi Selatan di tengah fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Di sisi pengawasan, Pertamina memperketat transaksi BBM bersubsidi secara digital.
Sebanyak 6.023 nomor polisi (nopol) kendaraan diblokir karena terindikasi melakukan transaksi yang tidak sesuai ketentuan.
Selain memperketat transaksi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah jam operasional sejumlah SPBU di Kota Makassar menjadi 24 jam penuh.
Kebijakan tersebut dihadirkan untuk memperluas akses layanan sekaligus mengurai antrean pengisian BBM yang kerap menumpuk pada jam-jam sibuk.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan perpanjangan jam layanan memberikan keleluasaan bagi pengendara untuk mengisi bahan bakar.
“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik.
Bagi masyarakat yang membutuhkan pengisian bahan bakar di luar jam kerja reguler, berikut daftar 25 SPBU di Kota Makassar yang beroperasi selama 24 jam:
- SPBU 7190277 – Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 16
- SPBU 7390201 – Jl. Perintis Kemerdekaan
- SPBU 7490104 – Jl. Tentara Pelajar No. 79
- SPBU 7490207 – Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 19
- SPBU 7490208 – Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 19 No. 8
- SPBU 7490222 – Jl. Perintis Kemerdekaan No. 55
- SPBU 7490236 – Jl. Gunung Bawakaraeng
- SPBU 7490238 – Jl. Perintis Kemerdekaan
- SPBU 7490278 – Jl. AP. Pettarani – Jl. Rappocini
- SPBU 7490288 – Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 12
- SPBU 7490295 – Jl. Sultan Alauddin No. 258
- SPBU 7390244 – Jl. Perintis Kemerdekaan No. 149, Pacerakkang, Biringkanaya
- SPBU 7490103 – Jl. Cendrawasih No. 38
- SPBU 7490109 – Jl. Andalas
- SPBU 7490110 – Jl. Sultan Hasanuddin
- SPBU 7490112 – Jl. K. S. Tubun
- SPBU 7490115 – Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 122
- SPBU 7490122 – Jl. Sungai Saddang Baru
- SPBU 7490202 – Jl. Hertasning No. 9
- SPBU 7490203 – Jl. Sultan Alauddin
- SPBU 7490204 – Jl. Permandian Alam, Barombong
- SPBU 7490213 – Jl. Gunung Cermai 101, Kombes Tanjung Bunga
- SPBU 7490231 – Jl. AP Pettarani No. 7
- SPBU 7490232 – Jl. Urip Sumiharjo – Racing Center
- SPBU 7490234 – Jl. Tamangapa Raya
Selain memperluas waktu operasional SPBU, Pertamina Patra Niaga juga menempuh strategi terintegrasi untuk menjaga stabilitas rantai pasok.
Upaya tersebut mencakup sistem marshalling atau pengalihan rute antrean kendaraan dari SPBU padat ke SPBU yang lebih lengang, serta penambahan alokasi harian BBM sebesar 10–15 persen untuk titik-titik yang membutuhkan.
Pemilik SPBU Keluhkan Penurunan Pasokan
Di sisi lain, sejumlah pemilik SPBU mengaku pasokan BBM bersubsidi mengalami penurunan signifikan dibandingkan kondisi normal.
HS, salah satu pemilik SPBU di Sulsel, mengungkapkan pasokan Pertalite dan Solar subsidi yang diterimanya menyusut drastis akibat kebijakan dari BPH Migas dan Pertamina.
Pada kondisi normal, SPBU miliknya biasa menerima alokasi harian Pertalite sebesar 16 kiloliter (KL) dan Solar subsidi mencapai 58 KL per hari. Namun saat ini, pasokan yang masuk hanya berkisar antara 8 hingga 16 KL per hari.
“Dengan jumlah ini mana cukup dengan kondisi kendaraan semakin hari semakin bertambah banyak,” keluh HS.
Menurut pengakuan HS, pemangkasan alokasi tersebut mulai dirasakan sejak triwulan kedua.
Ia menyebut pengetatan pendistribusian dari BPH Migas serta ketegangan perang Iran-AS yang memicu penutupan Selat Hormuz dan menghambat pengiriman minyak mentah menjadi alasan di balik kendala pasokan tersebut.
Kondisi serupa dialami pengusaha SPBU di Makassar berinisial HE. Dengan alokasi Pertalite yang juga berkisar 8 hingga 16 KL per hari, stok BBM subsidi di tempatnya ludes dalam hitungan jam akibat kepanikan warga yang memadati SPBU.
“Jatah 16 KL Pertalite tidak sampai 8 jam kalau kondisinya begini, lebih cepat habis. Kami menduga padatnya antrean ini karena warga ketakutan tidak dapat bagian BBM, sehingga ada warga lain yang terkena dampaknya ikut mengisi karena memang sangat membutuhkannya,” jelas HE.

