Salah satu julung-julung diarak masyarakat dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.
SulawesiPos.com – Semarak Maudu Lompoa kembali terasa di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026).
Ratusan julung-julung (perahu kayu) yang dihias warna-warni diarak warga, menghadirkan perpaduan nilai keagamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu julung-julung di perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Warga yang mengarak julung-julung untuk dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Masyarakat memainkan alat musik saat mengarak julung-julung dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.
Beberapa orang bahkan naik ke atas julung-julung. Mereka memainkan alat musik tradisional seperti gendang, sepasang gong kecil, hingga gong berukuran besar.
Salah satu julung-julung diarak masyarakat dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Warga menunggu julung-julung untuk dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.
Di dalam kapal-kapal kayu tersebut tersimpan beragam bahan pokok dan hasil bumi dari wilayah sekitar Takalar. Telur yang telah diberi warna-warni juga menjadi bagian dari isian.
Warga menunggu julung-julung untuk dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Telur Maulid Nabi dalam julung-julung perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Isi julung-julung perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Julung-julung yang telah dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.
Bagi masyarakat Cikoang, berbagai isi dan hiasan itu bukan sekadar pemanis. Julung-julung menjadi simbolisasi perjalanan masuknya ajaran Islam ke wilayah Cikoang yang dipercaya dibawa oleh para pedagang.
SulawesiPos.com – Semarak Maudu Lompoa kembali terasa di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026).
Ratusan julung-julung (perahu kayu) yang dihias warna-warni diarak warga, menghadirkan perpaduan nilai keagamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu julung-julung di perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Warga yang mengarak julung-julung untuk dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Masyarakat memainkan alat musik saat mengarak julung-julung dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.
Beberapa orang bahkan naik ke atas julung-julung. Mereka memainkan alat musik tradisional seperti gendang, sepasang gong kecil, hingga gong berukuran besar.
Salah satu julung-julung diarak masyarakat dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Warga menunggu julung-julung untuk dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.
Di dalam kapal-kapal kayu tersebut tersimpan beragam bahan pokok dan hasil bumi dari wilayah sekitar Takalar. Telur yang telah diberi warna-warni juga menjadi bagian dari isian.
Warga menunggu julung-julung untuk dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Telur Maulid Nabi dalam julung-julung perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Isi julung-julung perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.Julung-julung yang telah dilayarkan dalam perayaan Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar pada Kamis (10/9/2026). Foto: SPos/Abud.
Bagi masyarakat Cikoang, berbagai isi dan hiasan itu bukan sekadar pemanis. Julung-julung menjadi simbolisasi perjalanan masuknya ajaran Islam ke wilayah Cikoang yang dipercaya dibawa oleh para pedagang.