SulawesiPos.com – Nama Pajonga Daeng Ngalle kembali menjadi pengingat kuat di ruang kota Makassar setelah Jalan Kakatua resmi berganti nama menjadi Jalan Pajonga Daeng Ngalle pada 9 November 2017, bertepatan dengan HUT ke-410 Kota Makassar, sebagai penghormatan kepada pahlawan nasional asal Takalar yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Jalan tersebut berada di kawasan Kecamatan Mariso dan Mamajang, serta terhubung dengan sejumlah ruas penting di Makassar, termasuk koridor yang dahulu dikenal sebagai Jalan Landak Baru dan kini memakai nama Andi Djemma.
Perubahan nama jalan itu bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan upaya Pemerintah Kota Makassar menempatkan nama pahlawan Sulawesi Selatan dalam ingatan publik sehari-hari.
“Hari ini, kita resmikan sekaligus lakukan pemancangan nama jalan baru, Jalan Karaeng Polobangkeng Pajonga Daeng Ngalle yang sebelumnya bernama jalan Kakatua,” ujar Wali Kota Makassar saat itu, Moh Ramdhan Pomanto, di Makassar, Kamis (9/11/2017).
Nama Pajonga Daeng Ngalle dipilih karena sosoknya dinilai mewakili keberanian, keteguhan, dan pengabdian terhadap rakyat di masa perjuangan.

Pahlawan asal Takalar itu dikenal pula sebagai Karaeng Polongbangkeng ke-12, lahir pada 1901, dan wafat pada 23 Februari 1958.
Dari Takalar ke Ruang Ingatan Makassar
Pajonga Daeng Ngalle merupakan putra dari lingkungan bangsawan Polongbangkeng, namun jejaknya lebih banyak dikenang lewat peran perjuangan dan keberpihakannya kepada rakyat.
Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di Sulawesi Selatan, Pajonga termasuk tokoh yang mendukung pemerintahan Republik Indonesia setelah proklamasi 1945.
Pada Oktober 1945, ia bersama sejumlah raja dan bangsawan Sulawesi Selatan, termasuk Andi Mappanyukki dan Andi Djemma, disebut terlibat dalam sikap politik yang mendukung Republik Indonesia di Sulawesi.
Pajonga juga dikenal ikut membakar semangat pemuda untuk mempertahankan kemerdekaan dan menghadapi tekanan agresi militer Belanda.
Danny Pomanto menyebut penetapan nama pahlawan sebagai nama jalan dimaksudkan untuk mewariskan semangat perjuangan kepada generasi penerus.
“Karena jika kita ingin dihargai oleh bangsa lain, maka kita harus menghargai para pahlawan kita. Menghargai sejarah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawan dan mengingat sejarahnya,” ungkap Danny.
Sosok Bersahaja yang Dikenang Keluarga
Penghormatan terhadap Pajonga Daeng Ngalle juga disambut keluarga besar Karaeng Polongbangkeng dan masyarakat Takalar.
Cucu Pajonga, Andi Makmur Sadda, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar atas penetapan nama kakeknya sebagai salah satu nama jalan di Makassar.
“Kami atas nama keluarga besar Karaeng Polombangkeng dan masyarakat Takalar mengucapkan terima kasih ke Pemkot Makassar atas penghargaan kepada orangtua kami, pahlawan negara kita,” ucapnya.
Andi Makmur menggambarkan Pajonga sebagai tokoh yang sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar dalam ingatan keluarga dan masyarakat.

