IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Fraksi Harus Jadi Ujung Tombak

SulawesiPos.com – Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih Ilham Arief Sirajuddin meminta seluruh kader Golkar tidak alergi terhadap kritik saat menjadi narasumber pendidikan politik Partai Golkar di Kabupaten Pangkep yang dihadiri sekitar 300 peserta.

Dalam forum yang berlangsung di Aula Dewakang itu, IAS secara terbuka meminta perwakilan fraksi, pengurus DPD, hingga pengurus kecamatan menyampaikan saran dan kritik terhadap dirinya maupun organisasi sebagai bagian dari upaya membangun partai yang sehat.

“Jangan alergi terhadap kritik. Kalau kita ingin Golkar menjadi partai yang kuat, kita harus berani mendengar.”

Menurut IAS, kritik dari kader harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki organisasi, bukan sebagai ancaman. Karena itu, ia mendorong komunikasi dua arah antara pimpinan dan kader agar persoalan internal partai maupun aspirasi masyarakat bisa lebih cepat terbaca.

“Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin tahu apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kecelakaan Maut di Pinrang, Korban Tewas usai Dihantam Pemotor Bawah Umur

IAS juga memberi perhatian khusus pada peran anggota fraksi Partai Golkar di DPRD. Ia menilai fraksi merupakan ujung tombak partai di tengah masyarakat karena memiliki fungsi politik dan kewenangan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui lembaga legislatif.

“Anggota fraksi adalah ujung tombak partai di masyarakat. Jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat.”

Ia menegaskan kehadiran partai tidak boleh bersifat musiman. Menurut dia, Golkar harus tetap hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, mendengar aspirasi warga, lalu mengawalnya agar mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah.

“Golkar harus hadir bukan hanya menjelang pemilu. Golkar harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.

Bagi IAS, pendidikan politik di tingkat daerah seharusnya tidak berhenti pada pembekalan kader semata. Forum seperti itu, kata dia, juga harus menjadi ruang evaluasi dan tempat menyusun langkah nyata untuk memperkuat kehadiran Golkar di tengah masyarakat.

SulawesiPos.com – Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih Ilham Arief Sirajuddin meminta seluruh kader Golkar tidak alergi terhadap kritik saat menjadi narasumber pendidikan politik Partai Golkar di Kabupaten Pangkep yang dihadiri sekitar 300 peserta.

Dalam forum yang berlangsung di Aula Dewakang itu, IAS secara terbuka meminta perwakilan fraksi, pengurus DPD, hingga pengurus kecamatan menyampaikan saran dan kritik terhadap dirinya maupun organisasi sebagai bagian dari upaya membangun partai yang sehat.

“Jangan alergi terhadap kritik. Kalau kita ingin Golkar menjadi partai yang kuat, kita harus berani mendengar.”

Menurut IAS, kritik dari kader harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki organisasi, bukan sebagai ancaman. Karena itu, ia mendorong komunikasi dua arah antara pimpinan dan kader agar persoalan internal partai maupun aspirasi masyarakat bisa lebih cepat terbaca.

“Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin tahu apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sarmuji: Bahlil Nyaleg di Papua pada Pemilu 2029

IAS juga memberi perhatian khusus pada peran anggota fraksi Partai Golkar di DPRD. Ia menilai fraksi merupakan ujung tombak partai di tengah masyarakat karena memiliki fungsi politik dan kewenangan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui lembaga legislatif.

“Anggota fraksi adalah ujung tombak partai di masyarakat. Jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat.”

Ia menegaskan kehadiran partai tidak boleh bersifat musiman. Menurut dia, Golkar harus tetap hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, mendengar aspirasi warga, lalu mengawalnya agar mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah.

“Golkar harus hadir bukan hanya menjelang pemilu. Golkar harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.

Bagi IAS, pendidikan politik di tingkat daerah seharusnya tidak berhenti pada pembekalan kader semata. Forum seperti itu, kata dia, juga harus menjadi ruang evaluasi dan tempat menyusun langkah nyata untuk memperkuat kehadiran Golkar di tengah masyarakat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru