Cuaca Panas di Sulsel Capai 35 Derajat, Ahli Gizi: Ini Cara Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

SulawesiPos.com – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) terjadi di tengah musim kemarau yang bersamaan dengan fenomena El Nino kategori sangat kuat pada 2026.

Kondisi tersebut turut menyebabkan cuaca panas yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Di Kota Makassar, suhu udara maksimum dalam beberapa hari terakhir mencapai 35 derajat Celsius berdasarkan data BMKG Wilayah Sulsel.

Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed., mengatakan cuaca panas dan kekeringan, khususnya yang melanda Kota Makassar, dapat mengganggu berbagai siklus kehidupan, termasuk kondisi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, salah satu gangguan kesehatan yang perlu paling diwaspadai saat cuaca panas adalah dehidrasi.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup.

“Sebenarnya gangguan kesehatan yang paling kita khawatirkan bagi setiap orang, setiap kelompok umur, itulah dehidrasi. Kenapa? Karena setiap untuk bisa lebih sehat, untuk bisa lebih optimal kita punya kesehatan, paling tidak kita membutuhkan 2 sampai 3 liter air per hari. Juga itu tergantung dari berat badan,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA:  Mahasiswi Disekap dan Diperkosa di Rumah Elite Makassar, Ditemukan dengan Tangan Terikat

Prof Aminuddin menjelaskan kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Jika berlangsung, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang kemudian dapat memengaruhi aktivitas dan produktivitas seseorang.

Tubuh Keluarkan Lebih Banyak Cairan saat Cuaca Panas

Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed.
Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed.

Terlebih saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat.

Karena itu, masyarakat perlu memastikan asupan air tetap mencukupi sepanjang hari.

“Kalau sudah dehidrasi (maka) akan selalu haus dan kita tidak bisa produktif. Dengan cuaca yang begitu panas juga kita selalu berkeringat. Padahal pada saat yang bersamaan kita butuh air,” katanya.

Ia menerangkan air memiliki peran penting dalam berbagai proses di dalam tubuh.

Asupan makanan yang cukup dan bergizi juga membutuhkan cairan agar zat gizi dapat diproses dan diserap oleh tubuh.

Selain itu, kekurangan cairan dapat membuat seseorang mengalami keluhan seperti pusing.

Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh yang membutuhkan kecukupan cairan.

BACA JUGA:  Siswi 14 Tahun yang Dilaporkan Hilang di Makassar Ditemukan di Rumah Pacar

Batasi Aktivitas di Luar Ruangan & Makan Buah-buahan

Untuk mengurangi risiko dehidrasi, Prof Aminuddin mengimbau masyarakat mengatur aktivitas ketika suhu udara sedang tinggi.

Aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari, sebaiknya dikurangi agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak cairan.

“Dalam kondisi seperti ini dianjurkan sebenarnya jangan membuat pemicu untuk bisa banyak keluar keringat. Mungkin kita harus membuat satu standar bahwa antara jam 10.00 sampai jam 16.00 itu kita kurangi aktivitas di luar,” ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan air, masyarakat juga dapat membantu menjaga asupan cairan melalui konsumsi buah-buahan yang memiliki kandungan air tinggi.

Salah satu yang disarankan adalah buah kelapa.

“Kelapa itu sebenarnya yang kurang lebih sama dengan elektrolit yang ada dalam tubuh. Sehingga kalau kita mau mengimbangi kita punya elektrolit, itu harus cukup air,” jelasnya.

Prof Aminuddin menambahkan buah-buahan yang sedang musim umumnya memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

BACA JUGA:  Transaksi Tol Makassar Kini 100 Persen Digital, Struk Kertas Dihentikan

Konsumsi buah tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca panas.

Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi buah seperti stroberi, semangka, melon, serta buah lain yang memiliki kandungan air tinggi.

SulawesiPos.com – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) terjadi di tengah musim kemarau yang bersamaan dengan fenomena El Nino kategori sangat kuat pada 2026.

Kondisi tersebut turut menyebabkan cuaca panas yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Di Kota Makassar, suhu udara maksimum dalam beberapa hari terakhir mencapai 35 derajat Celsius berdasarkan data BMKG Wilayah Sulsel.

Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed., mengatakan cuaca panas dan kekeringan, khususnya yang melanda Kota Makassar, dapat mengganggu berbagai siklus kehidupan, termasuk kondisi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, salah satu gangguan kesehatan yang perlu paling diwaspadai saat cuaca panas adalah dehidrasi.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup.

“Sebenarnya gangguan kesehatan yang paling kita khawatirkan bagi setiap orang, setiap kelompok umur, itulah dehidrasi. Kenapa? Karena setiap untuk bisa lebih sehat, untuk bisa lebih optimal kita punya kesehatan, paling tidak kita membutuhkan 2 sampai 3 liter air per hari. Juga itu tergantung dari berat badan,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA:  Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Makassar-Jakarta, 12 Pesawat Batal dan 9 Delay

Prof Aminuddin menjelaskan kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Jika berlangsung, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang kemudian dapat memengaruhi aktivitas dan produktivitas seseorang.

Tubuh Keluarkan Lebih Banyak Cairan saat Cuaca Panas

Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed.
Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed.

Terlebih saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat.

Karena itu, masyarakat perlu memastikan asupan air tetap mencukupi sepanjang hari.

“Kalau sudah dehidrasi (maka) akan selalu haus dan kita tidak bisa produktif. Dengan cuaca yang begitu panas juga kita selalu berkeringat. Padahal pada saat yang bersamaan kita butuh air,” katanya.

Ia menerangkan air memiliki peran penting dalam berbagai proses di dalam tubuh.

Asupan makanan yang cukup dan bergizi juga membutuhkan cairan agar zat gizi dapat diproses dan diserap oleh tubuh.

Selain itu, kekurangan cairan dapat membuat seseorang mengalami keluhan seperti pusing.

Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh yang membutuhkan kecukupan cairan.

BACA JUGA:  Remaja di Makassar Rekayasa Penculikan, Keluarga Sempat Diteror Tebusan Rp 5 Juta

Batasi Aktivitas di Luar Ruangan & Makan Buah-buahan

Untuk mengurangi risiko dehidrasi, Prof Aminuddin mengimbau masyarakat mengatur aktivitas ketika suhu udara sedang tinggi.

Aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari, sebaiknya dikurangi agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak cairan.

“Dalam kondisi seperti ini dianjurkan sebenarnya jangan membuat pemicu untuk bisa banyak keluar keringat. Mungkin kita harus membuat satu standar bahwa antara jam 10.00 sampai jam 16.00 itu kita kurangi aktivitas di luar,” ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan air, masyarakat juga dapat membantu menjaga asupan cairan melalui konsumsi buah-buahan yang memiliki kandungan air tinggi.

Salah satu yang disarankan adalah buah kelapa.

“Kelapa itu sebenarnya yang kurang lebih sama dengan elektrolit yang ada dalam tubuh. Sehingga kalau kita mau mengimbangi kita punya elektrolit, itu harus cukup air,” jelasnya.

Prof Aminuddin menambahkan buah-buahan yang sedang musim umumnya memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

BACA JUGA:  Siswi 14 Tahun yang Dilaporkan Hilang di Makassar Ditemukan di Rumah Pacar

Konsumsi buah tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca panas.

Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi buah seperti stroberi, semangka, melon, serta buah lain yang memiliki kandungan air tinggi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru