SulawesiPos.com – Jersey biru Timnas Indonesia sebagai third kit mendapat sorotan dari pencinta jersey asal Makassar, Kainna PSM.
Dalam wawancara dengan SulawesiPos.com melalui WhatsApp, Jumat (18/9/2026), Kainna menilai konsep yang mengacu pada laut Indonesia dapat dipahami.
Namun, ia menilai warna dan motif yang dipilih Kelme belum cukup menarik.
“Berdasarkan rilis kelme. Konsepnya katanya berdasarkan warna lautan yg mendominasi negara Indonesia. Konsep masuk, tp warna birunya kurang menarik bagi sy pribadi,” kata Kainna.
Menurut Kainna, penggunaan biru sebagai warna alternatif bukan persoalan utama karena jersey tersebut bukan seragam kandang.
Namun, desain third kit tetap perlu memiliki karakter kuat agar identitas visual Garuda tetap terasa.
Penggunaan warna biru sendiri bukan sepenuhnya baru dalam sejarah kostum sepak bola Indonesia.
Menjelang Asian Games 1962, PSSI pernah menyiapkan PSSI Garuda dan PSSI Banteng.
Ketika itu, PSSI Garuda menggunakan kombinasi warna biru-putih.
Meski demikian, merah dan putih tetap menjadi warna yang paling lekat dengan identitas Timnas Indonesia dalam perjalanan berikutnya.
“Timnas terakhir pakai warna biru itu tahun 60an. Itupun biru tua. Jadi kalau bicara presentasi. Yah jelas merah putih sdh jadi identitas. Jersey alternatif harus kita apresiasi. Tp warna dan motif, kurang bagi sy,” ujarnya.
Kainna: Bukan Gagal, tetapi Kurang Kreatif
Ketika diminta merangkum penilaiannya terhadap jersey biru tersebut, Kainna tidak menyebut desain itu sebagai sebuah kegagalan.
“Tidak gagal. Tp kurang kreatif,” katanya.
Ia berharap desain seragam Timnas Indonesia ke depan tetap memberi ruang untuk eksplorasi.

Namun, unsur merah-putih serta kualitas pola dan motif dinilai perlu menjadi perhatian.
“Kelme kurang bakat buat jersey timnas. Baik home, away, maupun 3rd. Kalau bisa berbenah, merah putih tp dibuat lebih menarik. Terutama pattern dan motif yg digunakan,” ujar Kainna.
Third kit Kelme hadir sebagai seragam alternatif dari jersey utama Timnas Indonesia.
Konsep laut Indonesia menjadi dasar pemilihan warna biru berdasarkan rilis yang dirujuk Kainna.
Sementara penilaian mengenai daya tarik warna dan desain tersebut merupakan pandangan pribadi Kainna sebagai pencinta jersey.
Perdebatan mengenai third kit ini pada akhirnya tidak hanya menyangkut pilihan warna, tetapi juga bagaimana unsur identitas Indonesia diterjemahkan ke dalam desain seragam alternatif Timnas.


