Mahasiswi Disekap dan Diperkosa di Rumah Elite Makassar, Ditemukan dengan Tangan Terikat

SulawesiPos.com – Seorang mahasiswi berinisial MA (21) diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di sebuah rumah mewah kawasan perumahan elite di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Korban yang berasal dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, itu disebut disekap selama tiga hari oleh pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook.

Kasus tersebut terungkap setelah korban berhasil keluar dari rumah dalam kondisi tangan masih terikat.

Warga yang melihat korban terduduk lemas di depan rumah kemudian memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut. Setelah tiba di TKP, benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026) malam.

Korban kemudian diamankan petugas untuk mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.

Dalam proses pemeriksaan awal yang dilakukan petugas, muncul dugaan adanya tindak pemerkosaan yang dialami korban selama berada di rumah tersebut.

BACA JUGA: 
Makassar Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Terpadu, Pemkab Sigi Pelajari Sistem Persampahan

“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP,” beber dia.

Rumah tersebut, lanjutnya, diduga baru disewa pelaku selama kurang lebih tiga hari sebelum kasus itu terungkap.

Korban akhirnya dapat keluar dari rumah tersebut setelah pemilik rumah datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis.

“Saat pemilik rumah mengetuk dan membuka pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah,” ujar Latif.

Latif mengatakan, peristiwa penyekapan tersebut bermula saat korban mencari pekerjaan melalui media sosial.

“Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian dimaksud,” ujar Latif.

Latif menyebut korban bahkan diminta untuk menginap di rumah tersebut oleh pelaku yang dikenalnya melalui media sosial Facebook.

“Untuk jenis pekerjaan yang dilamar, kami masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA: 
Apresiasi Kehadiran BSI Fest, Pemkot Makassar Sebut Siap Fasilitasi Kerja Sama Sektor Syariah

SulawesiPos.com – Seorang mahasiswi berinisial MA (21) diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di sebuah rumah mewah kawasan perumahan elite di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Korban yang berasal dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, itu disebut disekap selama tiga hari oleh pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook.

Kasus tersebut terungkap setelah korban berhasil keluar dari rumah dalam kondisi tangan masih terikat.

Warga yang melihat korban terduduk lemas di depan rumah kemudian memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut. Setelah tiba di TKP, benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026) malam.

Korban kemudian diamankan petugas untuk mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.

Dalam proses pemeriksaan awal yang dilakukan petugas, muncul dugaan adanya tindak pemerkosaan yang dialami korban selama berada di rumah tersebut.

BACA JUGA: 
Dua Pria Pembobol 8 Rumah dan Indekos di Makassar Ditangkap, Satu Pelaku Masih Buron

“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP,” beber dia.

Rumah tersebut, lanjutnya, diduga baru disewa pelaku selama kurang lebih tiga hari sebelum kasus itu terungkap.

Korban akhirnya dapat keluar dari rumah tersebut setelah pemilik rumah datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis.

“Saat pemilik rumah mengetuk dan membuka pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah,” ujar Latif.

Latif mengatakan, peristiwa penyekapan tersebut bermula saat korban mencari pekerjaan melalui media sosial.

“Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian dimaksud,” ujar Latif.

Latif menyebut korban bahkan diminta untuk menginap di rumah tersebut oleh pelaku yang dikenalnya melalui media sosial Facebook.

“Untuk jenis pekerjaan yang dilamar, kami masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA: 
Makassar Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Terpadu, Pemkab Sigi Pelajari Sistem Persampahan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru