SulawesiPos.com – Ketahanan pangan dan penanganan stunting di Kabupaten Bone mulai diarahkan dalam satu gerakan. Pemerintah Kabupaten Bone menggandeng Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa untuk mengembangkan potensi pertanian dan peternakan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang “Sinergi Penanganan Stunting dan Peningkatan Ketahanan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di Kabupaten Bone” di Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (18/9/2026).
PKS ditandatangani Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa, S.P., M.Si., bersama Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.
Kerja sama ini membuka ruang yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menghubungkan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi dan potensi sumber daya lokal dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Polbangtan Gowa akan memberikan dukungan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama pada sektor pertanian dan peternakan yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Bone.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, potensi pangan lokal harus dioptimalkan agar tidak hanya berfungsi sebagai penopang ketahanan pangan, tetapi juga memberi dampak terhadap kualitas gizi masyarakat.
“Kita ingin potensi yang ada di Bone benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Pertanian dan peternakan bukan hanya soal produksi, tetapi bagaimana hasilnya bisa mendukung pangan bergizi dan membantu kita menangani stunting,” ujar Bupati.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dan tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan perguruan tinggi, dunia pendidikan, tenaga teknis, masyarakat hingga sektor pertanian dan peternakan.
Karena itu, sinergi dengan Polbangtan Gowa diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih aplikatif melalui riset, inovasi dan pendampingan di lapangan.
“Kita berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan. Harus ada program nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menerjemahkan potensi lokal menjadi program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut akan mendorong pemanfaatan pengetahuan dan teknologi pertanian maupun peternakan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam konteks penanganan stunting, kerja sama diarahkan pada intervensi sensitif, terutama dengan memperkuat akses masyarakat terhadap pangan yang aman, beragam dan bergizi.
Bone memiliki basis sumber daya pertanian dan peternakan yang besar. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pangan lokal yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Pendekatan berbasis sumber daya lokal juga dinilai penting karena memungkinkan program pembangunan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
Selain penanganan stunting, kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi komoditas pertanian dan peternakan.
Riset dan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas, pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan, sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga berkaitan dengan konsumsi dan kualitas gizi masyarakat.
Dengan demikian, penanganan stunting dan ketahanan pangan ditempatkan sebagai dua agenda yang saling berkaitan. Ketersediaan pangan lokal yang kuat dapat menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Kerja sama Polbangtan Gowa dan Pemkab Bone tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengubah potensi pangan lokal menjadi kekuatan pembangunan—dari sektor pertanian dan peternakan, menuju pangan bergizi, masyarakat sehat dan ketahanan pangan daerah yang lebih kuat. (kar)


