Antre BBM Berjam-jam, Listrik SPBU Andi Tonro Gowa Padam Mendadak

SulawesiPos.com – Listrik mendadak padam saat antrean kendaraan memenuhi SPBU 74.921.08 di Jalan Andi Tonro, Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (11/9/2026) malam.

Area pengisian seketika gelap dan pelayanan BBM ikut terdampak, sementara warga yang telah menunggu dalam antrean terdengar ramai bersorak.

Rekaman yang diunggah akun Makasar Info memperlihatkan sepeda motor berbaris di dalam dan sekitar area SPBU sebelum seluruh lampu padam.

Sejumlah pengendara tetap berada di atas kendaraan dalam kondisi gelap.

Belum ada keterangan resmi dari PLN maupun pengelola SPBU mengenai penyebab gangguan, lama pemadaman, dan waktu pelayanan kembali normal.

Karena itu, padamnya listrik di lokasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai bagian dari pengaturan beban sistem kelistrikan atau gangguan lokal.

Pemadaman terjadi setelah antrean panjang berlangsung di SPBU yang sama sejak Jumat siang.

Pantauan sekitar pukul 13.25 Wita menunjukkan barisan kendaraan roda dua dan truk mengular hingga keluar area pengisian dan memakan sebagian badan jalan.

Antrean disebut mencapai sekitar 600–700 meter hingga mendekati persimpangan lampu lalu lintas.

Pengendara menunggu untuk mendapatkan Pertalite, Pertamax, dan Solar.

Ruslan, pengemudi ojek daring yang ditemui saat mengantre, mengatakan dirinya telah menunggu hampir dua jam untuk memperoleh Pertalite.

BACA JUGA:  Dua Kali Mangkir, Basri Kajang Diancam Dijemput Paksa Polda Sulsel di Kasus Seragam Sekolah Gowa

“Iya, sudah hampir dua jam menunggu ini,” kata Ruslan, Jumat (11/9/2026).

Listrik padam pada malam hari menambah hambatan pelayanan yang sebelumnya telah dipengaruhi antrean panjang dan ketersediaan BBM di SPBU tersebut.

Polisi Temukan Pertalite Sempat Kosong

Unit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polresta Gowa sebelumnya memeriksa SPBU Andi Tonro dan sejumlah SPBU lain di Kecamatan Somba Opu pada Kamis (10/9/2026).

Saat pemeriksaan berlangsung, polisi menemukan antrean kendaraan untuk memperoleh Solar bersubsidi di SPBU Andi Tonro.

Stok Pertalite ketika itu kosong dan pengelola masih menunggu pengiriman dari Depot Pertamina Patra Niaga Makassar.

Kasubnit 1 Unit III Tipidter Polresta Gowa Ipda Muhammad Nur meminta pengelola menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan.

“Kami mengingatkan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat. Kami juga meminta pengelola SPBU mengantisipasi antrean panjang serta segera melaporkan apabila ditemukan adanya praktik rekayasa atau penyalahgunaan dalam pengisian BBM bersubsidi,” kata Muhammad Nur.

Polisi memperingatkan penggunaan tangki modifikasi, pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai, dan modus lain untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

BACA JUGA:  Antrean Solar Subsidi Lumpuhkan Distribusi Logistik di Makassar, Truk Mengular di Sejumlah SPBU

Dalam sidak lanjutan pada Jumat, polisi menyebut antrean di sejumlah SPBU Gowa dipengaruhi peningkatan pembelian masyarakat dan pasokan yang diterima sebagian pengelola tidak memenuhi permintaan.

Pada salah satu SPBU lain di Sungguminasa, pengelola mengaku hanya menerima delapan ton dari permintaan 16 ton.

“Dari hasil sidak di sejumlah SPBU ini ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi antrean panjang di SPBU. Salah satunya adalah adanya peningkatan daya beli dari masyarakat sejak beberapa hari terakhir dan juga kurangnya pasokan dari PT Pertamina,” ujar Muhammad Nur.

Temuan pasokan delapan ton tersebut berasal dari SPBU di Jalan Agus Salim dan tidak dapat langsung diberlakukan sebagai kondisi pengiriman di SPBU Andi Tonro.

Pertamina Klaim Stok Aman, PLN Masih Pulihkan Sistem

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar menyatakan stok BBM di Sulawesi Selatan aman dan distribusi tetap berjalan.

Pertamina menambah penyaluran serta memperkuat pelayanan untuk menghadapi kenaikan permintaan.

“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” kata Deny dalam keterangan yang disampaikan Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA:  Pertamina Jamin Stok BBM di Sulsel Aman, Minta Warga Tak Panik dan Hentikan Pembelian Berlebih

Pertamina mencatat konsumsi harian Solar JBT pada Agustus meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026.

Penyaluran Solar JBT kemudian ditambah 14,6 persen dan Pertalite 7,6 persen di Sulawesi Selatan.

Pada saat yang sama, sebagian wilayah Sulawesi Selatan masih mengalami pemadaman bergilir karena kemampuan pasokan Sistem Sulawesi Bagian Selatan belum sepenuhnya pulih.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan sebelumnya menjelaskan penurunan daya mampu pasok berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Pengaturan beban yang dilakukan saat ini dikarenakan adanya pemeliharaan beberapa infrastruktur ketenagalistrikan pada sejumlah fasilitas Sistem Sulbagsel yang berdampak pada berkurangnya daya mampu pasok sistem secara keseluruhan,” kata Niki.

Ia mengatakan PLN mempercepat pemeliharaan dan mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia agar pasokan kembali normal.

“PLN terus mempercepat pemeliharaan dan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia agar pasokan listrik segera kembali normal,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjelaskan kondisi umum Sistem Sulbagsel, tetapi PLN belum mengonfirmasi apakah gangguan di SPBU Andi Tonro pada Jumat malam berkaitan langsung dengan pengaturan beban tersebut.

SulawesiPos.com – Listrik mendadak padam saat antrean kendaraan memenuhi SPBU 74.921.08 di Jalan Andi Tonro, Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (11/9/2026) malam.

Area pengisian seketika gelap dan pelayanan BBM ikut terdampak, sementara warga yang telah menunggu dalam antrean terdengar ramai bersorak.

Rekaman yang diunggah akun Makasar Info memperlihatkan sepeda motor berbaris di dalam dan sekitar area SPBU sebelum seluruh lampu padam.

Sejumlah pengendara tetap berada di atas kendaraan dalam kondisi gelap.

Belum ada keterangan resmi dari PLN maupun pengelola SPBU mengenai penyebab gangguan, lama pemadaman, dan waktu pelayanan kembali normal.

Karena itu, padamnya listrik di lokasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai bagian dari pengaturan beban sistem kelistrikan atau gangguan lokal.

Pemadaman terjadi setelah antrean panjang berlangsung di SPBU yang sama sejak Jumat siang.

Pantauan sekitar pukul 13.25 Wita menunjukkan barisan kendaraan roda dua dan truk mengular hingga keluar area pengisian dan memakan sebagian badan jalan.

Antrean disebut mencapai sekitar 600–700 meter hingga mendekati persimpangan lampu lalu lintas.

Pengendara menunggu untuk mendapatkan Pertalite, Pertamax, dan Solar.

Ruslan, pengemudi ojek daring yang ditemui saat mengantre, mengatakan dirinya telah menunggu hampir dua jam untuk memperoleh Pertalite.

BACA JUGA:  Pertamina Jamin Stok BBM di Sulsel Aman, Minta Warga Tak Panik dan Hentikan Pembelian Berlebih

“Iya, sudah hampir dua jam menunggu ini,” kata Ruslan, Jumat (11/9/2026).

Listrik padam pada malam hari menambah hambatan pelayanan yang sebelumnya telah dipengaruhi antrean panjang dan ketersediaan BBM di SPBU tersebut.

Polisi Temukan Pertalite Sempat Kosong

Unit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polresta Gowa sebelumnya memeriksa SPBU Andi Tonro dan sejumlah SPBU lain di Kecamatan Somba Opu pada Kamis (10/9/2026).

Saat pemeriksaan berlangsung, polisi menemukan antrean kendaraan untuk memperoleh Solar bersubsidi di SPBU Andi Tonro.

Stok Pertalite ketika itu kosong dan pengelola masih menunggu pengiriman dari Depot Pertamina Patra Niaga Makassar.

Kasubnit 1 Unit III Tipidter Polresta Gowa Ipda Muhammad Nur meminta pengelola menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan.

“Kami mengingatkan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat. Kami juga meminta pengelola SPBU mengantisipasi antrean panjang serta segera melaporkan apabila ditemukan adanya praktik rekayasa atau penyalahgunaan dalam pengisian BBM bersubsidi,” kata Muhammad Nur.

Polisi memperingatkan penggunaan tangki modifikasi, pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai, dan modus lain untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

BACA JUGA:  5 Rekomendasi Air Terjun di Gowa, Dari Kolam Hati hingga Trekking Seru di Alam Hijau

Dalam sidak lanjutan pada Jumat, polisi menyebut antrean di sejumlah SPBU Gowa dipengaruhi peningkatan pembelian masyarakat dan pasokan yang diterima sebagian pengelola tidak memenuhi permintaan.

Pada salah satu SPBU lain di Sungguminasa, pengelola mengaku hanya menerima delapan ton dari permintaan 16 ton.

“Dari hasil sidak di sejumlah SPBU ini ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi antrean panjang di SPBU. Salah satunya adalah adanya peningkatan daya beli dari masyarakat sejak beberapa hari terakhir dan juga kurangnya pasokan dari PT Pertamina,” ujar Muhammad Nur.

Temuan pasokan delapan ton tersebut berasal dari SPBU di Jalan Agus Salim dan tidak dapat langsung diberlakukan sebagai kondisi pengiriman di SPBU Andi Tonro.

Pertamina Klaim Stok Aman, PLN Masih Pulihkan Sistem

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar menyatakan stok BBM di Sulawesi Selatan aman dan distribusi tetap berjalan.

Pertamina menambah penyaluran serta memperkuat pelayanan untuk menghadapi kenaikan permintaan.

“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” kata Deny dalam keterangan yang disampaikan Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA:  Urai Antrean BBM, 50 Operator Baru Ditempatkan di 25 SPBU Makassar

Pertamina mencatat konsumsi harian Solar JBT pada Agustus meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026.

Penyaluran Solar JBT kemudian ditambah 14,6 persen dan Pertalite 7,6 persen di Sulawesi Selatan.

Pada saat yang sama, sebagian wilayah Sulawesi Selatan masih mengalami pemadaman bergilir karena kemampuan pasokan Sistem Sulawesi Bagian Selatan belum sepenuhnya pulih.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan sebelumnya menjelaskan penurunan daya mampu pasok berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Pengaturan beban yang dilakukan saat ini dikarenakan adanya pemeliharaan beberapa infrastruktur ketenagalistrikan pada sejumlah fasilitas Sistem Sulbagsel yang berdampak pada berkurangnya daya mampu pasok sistem secara keseluruhan,” kata Niki.

Ia mengatakan PLN mempercepat pemeliharaan dan mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia agar pasokan kembali normal.

“PLN terus mempercepat pemeliharaan dan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia agar pasokan listrik segera kembali normal,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjelaskan kondisi umum Sistem Sulbagsel, tetapi PLN belum mengonfirmasi apakah gangguan di SPBU Andi Tonro pada Jumat malam berkaitan langsung dengan pengaturan beban tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru