SulawesiPos.com – Janice Tjen dipastikan absen membela Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah jadwal cabang tenis bertabrakan dengan WTA 1000 China Open di Beijing.
Petenis peringkat 36 dunia itu mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (11/9/2026) malam setelah WTA menolak permohonan pengecualian agar ia dapat tampil untuk Merah Putih.
Cabang tenis Asian Games dijadwalkan berlangsung pada 27 September hingga 3 Oktober di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya.
China Open dimulai pada 30 September dan berlanjut hingga 11 Oktober di China National Tennis Center, Beijing.
Irisan jadwal sejak 30 September membuat Janice tidak dapat menjalani kedua agenda tersebut.
China Open berstatus turnamen WTA 1000 wajib bagi pemain yang memenuhi ketentuan partisipasi.
“Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwa saya tidak dapat bertanding dalam Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing,” kata Janice melalui akun media sosialnya.
Janice menjelaskan pihaknya telah meminta izin agar dapat memperkuat Indonesia di Jepang.
Permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh otoritas tenis putri dunia.
“Kami telah menerima konfirmasi dari WTA bahwa sayangnya, saya tidak mendapatkan pengecualian untuk dapat bertanding di Asian Games,” ujarnya.
Asian Games Aichi-Nagoya secara keseluruhan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.
Hingga Sabtu (12/9/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai pemain yang akan menggantikan Janice dalam skuad tenis Indonesia.
Janice Sebut Keputusan Tidak Mudah
Absennya Janice membuat Indonesia kehilangan salah satu petenis putri dengan peringkat tertinggi dalam kontingen.
Pemain berusia 24 tahun tersebut menegaskan keputusan itu bukan karena berkurangnya keinginan untuk membela negara.
“Ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Saya selalu senang dan bangga bisa mewakili Indonesia serta membela tim nasional kapan pun saya mendapat kesempatan,” kata Janice.
Janice sebelumnya meraih medali perunggu ganda putri Asian Games Hangzhou bersama Aldila Sutjiadi.
Ia juga membawa pulang dua emas dan satu perunggu dari SEA Games Thailand 2025.
Dua medali emas tersebut diperoleh dari nomor beregu putri dan ganda putri bersama Aldila, sedangkan medali perunggu diraih pada nomor tunggal putri.
Pada 2026, Janice ikut membantu Indonesia memperoleh promosi di Billie Jean King Cup.
Ia memasukkan pencapaian bersama tim nasional itu dalam pernyataan mengenai keputusannya melewatkan Asian Games.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan-kesempatan yang telah saya miliki untuk mewakili Indonesia, termasuk meraih medali di Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi di Billie Jean King Cup tahun ini,” ujarnya.
Tetap Bawa Nama Indonesia di Tur WTA
Janice akan melanjutkan musimnya di rangkaian tur profesional.
Profil resmi WTA mencatat peringkat terbaik tunggalnya berada di posisi 35 dunia, sedangkan peringkat terbarunya berada satu tingkat di bawah catatan tersebut.
Petenis kelahiran Jakarta itu meraih gelar tunggal WTA pertamanya di Chennai pada 2025.
Gelar tersebut membuatnya menjadi petenis putri Indonesia pertama dalam 23 tahun yang menjuarai turnamen tunggal WTA.
Janice menyatakan tetap membawa identitas Indonesia dalam setiap turnamen yang diikutinya meski tidak tampil di Aichi-Nagoya.
“Mewakili Indonesia dalam panggung internasional memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Saya selalu bangga membawa nama dan bendera Indonesia bersama saya setiap minggu dalam WTA Tour,” kata Janice.
Ia berharap kembali memperoleh kesempatan memperkuat tim nasional pada agenda berikutnya.
“Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk membuat Indonesia bangga di panggung dunia, dan saya berharap dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada masa yang akan datang,” ujarnya.

