Elena Rybakina ke Final US Open 2026, Comeback atas Gauff Buka Duel Sabalenka

SulawesiPos.com – Elena Rybakina mencapai final US Open untuk pertama kalinya setelah bangkit mengalahkan petenis tuan rumah Coco Gauff 3-6, 6-4, 6-4 di Arthur Ashe Stadium, New York, Jumat (11/9/2026) Wita.

Petenis Kazakhstan itu selanjutnya menghadapi juara bertahan Aryna Sabalenka dalam perebutan gelar.

Rybakina membutuhkan dua jam delapan menit untuk menyelesaikan pertandingan.

Ia kehilangan set pembuka akibat satu break dan melakukan 18 kesalahan sendiri, kemudian mengurangi kesalahan serta meningkatkan tekanan dari baseline pada dua set berikutnya.

Gauff memanfaatkan dukungan penonton dan pertahanannya untuk merebut set pertama 6-3.

Rybakina mulai menemukan arah pukulan pada awal set kedua dan mematahkan servis lawan hingga unggul 4-1.

Gauff sempat menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Namun, Rybakina kembali mematahkan servis petenis Amerika Serikat itu pada gim ke-10 untuk merebut set 6-4 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Pada set ketiga, Rybakina gagal memanfaatkan dua break point pada gim keenam sebelum akhirnya mematahkan servis Gauff untuk memimpin 5-3.

Gauff membalas dengan break dan memperkecil kedudukan menjadi 5-4, tetapi Rybakina langsung merebut gim servis lawan untuk mengakhiri pertandingan.

“Saya merasa set pertama masih merupakan awal yang baik, hanya ditentukan oleh satu break. Coco pemain hebat. Saya menarik napas dalam-dalam, berusaha berbicara positif kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa saya harus berjuang serta menampilkan tenis yang bagus,” kata Rybakina dalam wawancara di lapangan.

BACA JUGA:  Final Australian Open: Emosi Sabalenka, Momen Emas Rybakina Jadi Sorotan Dunia

Rybakina mengakui beberapa poin pada fase akhir pertandingan berjalan menguntungkannya ketika Gauff mencoba mempertahankan momentum.

“Set ketiga berlangsung sangat ketat dan saya merasa sedikit beruntung saat ia melakukan servis. Beberapa pengembalian dalam, satu kesalahan darinya, dan pertandingan dengan cepat berbalik ke arah saya,” ujarnya.

“Saya tahu kalian ingin Coco menang dan saya kira ini benar-benar sebuah pertarungan. Beberapa momen berjalan untuk saya. Pada akhirnya, saya hanya berusaha tetap fokus, tetap agresif, dan entah bagaimana memenangi pertandingan,” lanjut Rybakina.

Rybakina mencatat kemenangan kedua dari tiga pertemuan dengan Gauff.

Hasil itu juga memperpanjang rekornya menghadapi petenis Amerika Serikat sepanjang 2026 menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan.

Rybakina Pastikan Peringkat Satu Dunia

Tiket final diperoleh sehari setelah Rybakina memastikan akan menjadi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya.

Posisi tersebut dikunci melalui kemenangan 3-6, 6-1, 6-4 atas Zheng Qinwen pada perempat final.

Rybakina akan menggantikan Sabalenka ketika daftar peringkat WTA diperbarui pada Senin.

Hasil final tidak akan mengubah pergantian posisi tersebut.

BACA JUGA:  Rybakina Tembus Semifinal Toronto usai Taklukkan Osaka, Posisi No. 1 Sabalenka Tetap Aman

Petenis berusia 27 tahun itu tidak menjadikan peringkat sebagai akhir perjalanannya di New York.

Setelah mengalahkan Zheng, ia menegaskan fokusnya tetap pada gelar.

“Saat ini itu hanya sebuah angka. Tentu saya berada di semifinal, jadi tujuan saya adalah memenangi turnamen. Ini pencapaian luar biasa, tetapi Anda tahu betapa cepat semuanya dapat berubah dalam tenis,” kata Rybakina.

Final di New York menjadi partai puncak Grand Slam keempat dalam karier Rybakina.

Ia menjuarai Wimbledon 2022, menjadi runner-up Australian Open 2023, dan meraih gelar Australian Open 2026.

Rybakina juga menjadi petenis kelima dalam dua dekade terakhir yang mencapai final Australian Open dan US Open pada tahun yang sama.

Empat nama sebelumnya ialah Justine Henin, Victoria Azarenka, Angelique Kerber, dan Sabalenka.

Enam Kemenangan Bawa Rybakina ke Final

Rybakina memulai US Open 2026 dengan mengalahkan petenis wildcard Thea Frodin 6-3, 6-2.

Ia kemudian menyingkirkan Jessica Bouzas Maneiro 6-2, 6-4 pada babak kedua.

Pada babak ketiga, Rybakina mengatasi Yuliia Starodubtseva 7-6(6), 6-3.

Ia melanjutkan langkah dengan kemenangan 6-1, 6-4 atas juara US Open dua kali Naomi Osaka pada babak 16 besar.

Rybakina harus bangkit dari ketertinggalan satu set dalam dua pertandingan berikutnya.

BACA JUGA:  Sabalenka Kian Tak Terbendung di Miami Open 2026, Rybakina Tersingkir Dua Set Langsung

Ia mengalahkan Zheng 3-6, 6-1, 6-4 pada perempat final, lalu menundukkan Gauff dengan skor 3-6, 6-4, 6-4 di semifinal.

Berikut perjalanan Rybakina menuju final US Open 2026:

  • Babak pertama: mengalahkan Thea Frodin 6-3, 6-2
  • Babak kedua: mengalahkan Jessica Bouzas Maneiro 6-2, 6-4
  • Babak ketiga: mengalahkan Yuliia Starodubtseva 7-6(6), 6-3
  • Babak 16 besar: mengalahkan Naomi Osaka 6-1, 6-4
  • Perempat final: mengalahkan Zheng Qinwen 3-6, 6-1, 6-4
  • Semifinal: mengalahkan Coco Gauff 3-6, 6-4, 6-4

Duel Ketiga Rybakina-Sabalenka di Final Grand Slam

Sabalenka mencapai final setelah mengalahkan Jessica Pegula 7-5, 6-2.

Juara dua edisi terakhir itu memburu gelar US Open ketiga secara beruntun, sedangkan Rybakina mengincar gelar pertamanya di New York dan gelar Grand Slam kedua pada 2026.

Final tersebut menjadi pertemuan ke-18 Rybakina dan Sabalenka pada WTA Tour.

Sabalenka unggul 10-7 dalam rekor pertemuan, sementara dua final Grand Slam sebelumnya berakhir dengan satu kemenangan untuk masing-masing pemain.

Sabalenka memenangi final Australian Open 2023.

Rybakina membalas pada final Australian Open 2026.

Final tunggal putri dijadwalkan berlangsung di Arthur Ashe Stadium pada Sabtu (12/9/2026) pukul 16.00 waktu New York atau Minggu (13/9/2026) pukul 04.00 Wita/03.00 WIB.

SulawesiPos.com – Elena Rybakina mencapai final US Open untuk pertama kalinya setelah bangkit mengalahkan petenis tuan rumah Coco Gauff 3-6, 6-4, 6-4 di Arthur Ashe Stadium, New York, Jumat (11/9/2026) Wita.

Petenis Kazakhstan itu selanjutnya menghadapi juara bertahan Aryna Sabalenka dalam perebutan gelar.

Rybakina membutuhkan dua jam delapan menit untuk menyelesaikan pertandingan.

Ia kehilangan set pembuka akibat satu break dan melakukan 18 kesalahan sendiri, kemudian mengurangi kesalahan serta meningkatkan tekanan dari baseline pada dua set berikutnya.

Gauff memanfaatkan dukungan penonton dan pertahanannya untuk merebut set pertama 6-3.

Rybakina mulai menemukan arah pukulan pada awal set kedua dan mematahkan servis lawan hingga unggul 4-1.

Gauff sempat menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Namun, Rybakina kembali mematahkan servis petenis Amerika Serikat itu pada gim ke-10 untuk merebut set 6-4 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Pada set ketiga, Rybakina gagal memanfaatkan dua break point pada gim keenam sebelum akhirnya mematahkan servis Gauff untuk memimpin 5-3.

Gauff membalas dengan break dan memperkecil kedudukan menjadi 5-4, tetapi Rybakina langsung merebut gim servis lawan untuk mengakhiri pertandingan.

“Saya merasa set pertama masih merupakan awal yang baik, hanya ditentukan oleh satu break. Coco pemain hebat. Saya menarik napas dalam-dalam, berusaha berbicara positif kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa saya harus berjuang serta menampilkan tenis yang bagus,” kata Rybakina dalam wawancara di lapangan.

BACA JUGA:  Janice Tjen Ukir Sejarah di Wimbledon, Erick Thohir: Indonesia Kembali Mencatat Sejarah

Rybakina mengakui beberapa poin pada fase akhir pertandingan berjalan menguntungkannya ketika Gauff mencoba mempertahankan momentum.

“Set ketiga berlangsung sangat ketat dan saya merasa sedikit beruntung saat ia melakukan servis. Beberapa pengembalian dalam, satu kesalahan darinya, dan pertandingan dengan cepat berbalik ke arah saya,” ujarnya.

“Saya tahu kalian ingin Coco menang dan saya kira ini benar-benar sebuah pertarungan. Beberapa momen berjalan untuk saya. Pada akhirnya, saya hanya berusaha tetap fokus, tetap agresif, dan entah bagaimana memenangi pertandingan,” lanjut Rybakina.

Rybakina mencatat kemenangan kedua dari tiga pertemuan dengan Gauff.

Hasil itu juga memperpanjang rekornya menghadapi petenis Amerika Serikat sepanjang 2026 menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan.

Rybakina Pastikan Peringkat Satu Dunia

Tiket final diperoleh sehari setelah Rybakina memastikan akan menjadi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya.

Posisi tersebut dikunci melalui kemenangan 3-6, 6-1, 6-4 atas Zheng Qinwen pada perempat final.

Rybakina akan menggantikan Sabalenka ketika daftar peringkat WTA diperbarui pada Senin.

Hasil final tidak akan mengubah pergantian posisi tersebut.

BACA JUGA:  Debut IKA Unhas Langsung Juara, Tumbangkan KAGAMA UGM di Final Turnamen Tenis Antar Alumni Nasional

Petenis berusia 27 tahun itu tidak menjadikan peringkat sebagai akhir perjalanannya di New York.

Setelah mengalahkan Zheng, ia menegaskan fokusnya tetap pada gelar.

“Saat ini itu hanya sebuah angka. Tentu saya berada di semifinal, jadi tujuan saya adalah memenangi turnamen. Ini pencapaian luar biasa, tetapi Anda tahu betapa cepat semuanya dapat berubah dalam tenis,” kata Rybakina.

Final di New York menjadi partai puncak Grand Slam keempat dalam karier Rybakina.

Ia menjuarai Wimbledon 2022, menjadi runner-up Australian Open 2023, dan meraih gelar Australian Open 2026.

Rybakina juga menjadi petenis kelima dalam dua dekade terakhir yang mencapai final Australian Open dan US Open pada tahun yang sama.

Empat nama sebelumnya ialah Justine Henin, Victoria Azarenka, Angelique Kerber, dan Sabalenka.

Enam Kemenangan Bawa Rybakina ke Final

Rybakina memulai US Open 2026 dengan mengalahkan petenis wildcard Thea Frodin 6-3, 6-2.

Ia kemudian menyingkirkan Jessica Bouzas Maneiro 6-2, 6-4 pada babak kedua.

Pada babak ketiga, Rybakina mengatasi Yuliia Starodubtseva 7-6(6), 6-3.

Ia melanjutkan langkah dengan kemenangan 6-1, 6-4 atas juara US Open dua kali Naomi Osaka pada babak 16 besar.

Rybakina harus bangkit dari ketertinggalan satu set dalam dua pertandingan berikutnya.

BACA JUGA:  Rybakina Tembus Semifinal Toronto usai Taklukkan Osaka, Posisi No. 1 Sabalenka Tetap Aman

Ia mengalahkan Zheng 3-6, 6-1, 6-4 pada perempat final, lalu menundukkan Gauff dengan skor 3-6, 6-4, 6-4 di semifinal.

Berikut perjalanan Rybakina menuju final US Open 2026:

  • Babak pertama: mengalahkan Thea Frodin 6-3, 6-2
  • Babak kedua: mengalahkan Jessica Bouzas Maneiro 6-2, 6-4
  • Babak ketiga: mengalahkan Yuliia Starodubtseva 7-6(6), 6-3
  • Babak 16 besar: mengalahkan Naomi Osaka 6-1, 6-4
  • Perempat final: mengalahkan Zheng Qinwen 3-6, 6-1, 6-4
  • Semifinal: mengalahkan Coco Gauff 3-6, 6-4, 6-4

Duel Ketiga Rybakina-Sabalenka di Final Grand Slam

Sabalenka mencapai final setelah mengalahkan Jessica Pegula 7-5, 6-2.

Juara dua edisi terakhir itu memburu gelar US Open ketiga secara beruntun, sedangkan Rybakina mengincar gelar pertamanya di New York dan gelar Grand Slam kedua pada 2026.

Final tersebut menjadi pertemuan ke-18 Rybakina dan Sabalenka pada WTA Tour.

Sabalenka unggul 10-7 dalam rekor pertemuan, sementara dua final Grand Slam sebelumnya berakhir dengan satu kemenangan untuk masing-masing pemain.

Sabalenka memenangi final Australian Open 2023.

Rybakina membalas pada final Australian Open 2026.

Final tunggal putri dijadwalkan berlangsung di Arthur Ashe Stadium pada Sabtu (12/9/2026) pukul 16.00 waktu New York atau Minggu (13/9/2026) pukul 04.00 Wita/03.00 WIB.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru