SulawesiPos.com – Como membuka sejarahnya di Liga Champions dengan cara spektakuler. Tampil di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari Wita, tim asuhan Cesc Fabregas menghajar RB Leipzig 4-1.
Martin Baturina menjadi salah satu aktor penting kemenangan Como.
Gelandang Kroasia itu membuka keunggulan pada menit ke-15 dan kemudian memberikan assist untuk gol Anastasios Douvikas pada menit ke-38.
Assane Diao menambah keunggulan Como pada menit ke-54 sebelum Andrija Maksimovic memperkecil skor empat menit kemudian.
Namun, Leipzig gagal memanfaatkan momentum tersebut dan Maximo Perrone memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol pada masa tambahan waktu.
Kemenangan telak itu menjadi awal sempurna Como dalam debutnya di kompetisi antarklub elite Eropa.
Namun, Fabregas tidak ingin para pemainnya terlalu lama menikmati malam bersejarah tersebut.
Fabregas: Rayakan Lima Menit, Setelah Itu Parma
Fabregas mengakui kemenangan atas Leipzig memiliki arti besar bagi Como.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu langsung mengingatkan pemainnya bahwa tantangan berikutnya sudah menunggu.
Menurut Fabregas, para pemain hanya boleh menikmati kemenangan tersebut sebentar sebelum kembali mempersiapkan pertandingan Serie A melawan Parma.
“Saya tentu bahagia, tetapi itu hanya akan berlangsung lima menit karena kami harus mempersiapkan pertandingan melawan Parma dan memiliki energi yang sama,” kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.
Fabregas menyebut kemenangan tersebut sebagai malam bersejarah, tetapi meminta timnya tidak terlena.
“Ini malam bersejarah, tetapi sekarang kami harus tetap rendah hati, tenang, dan terus bekerja,” lanjutnya.
Sikap tersebut menunjukkan ambisi Fabregas untuk membawa Como tidak hanya tampil bagus di Eropa, tetapi juga konsisten di kompetisi domestik.
Serie A tetap menjadi bagian penting dari proyek Como karena performa di liga dapat menjadi jalan bagi klub untuk kembali tampil di kompetisi Eropa pada musim-musim berikutnya.
Como Belum Sempurna, Sembilan Pemain Baru Masih Beradaptasi
Di balik kemenangan 4-1, Fabregas menilai permainan Como masih memiliki sejumlah kekurangan.
Sembilan pemain baru yang masuk ke dalam skuad membuat proses membangun kesinambungan permainan belum sepenuhnya selesai.
“Dari sisi permainan, masih ada sesuatu yang kurang karena kami memiliki pemain-pemain baru. Ada Milla, ada Couto, total ada sembilan pemain baru dan kami membutuhkan sedikit waktu serta berusaha menjaga kesinambungan,” ujarnya.
Namun, Como menunjukkan efektivitas tinggi di depan gawang.
Mereka mencatat 14 tembakan dengan 10 di antaranya tepat sasaran.
Leipzig sebenarnya memiliki 13 percobaan, tetapi hanya empat yang mengarah ke gawang. Perbedaan efektivitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat skor akhir terpaut jauh.
Baturina Jadi Sorotan
Baturina menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus setelah tampil menentukan.
Selain mencetak gol pembuka, pemain asal Kroasia itu juga menyumbangkan assist untuk gol Douvikas.
Fabregas mengaku memberikan kebebasan kepada Baturina untuk memperlihatkan kreativitasnya.
Namun, sang pelatih tetap menuntut sang gelandang menjalankan tugas ketika Como kehilangan bola.
“Saya sangat percaya kepada Baturina. Kami berusaha memberi kebebasan kepada talentanya,” kata Fabregas
Fabregas menegaskan teguran kepada Baturina bukan untuk membatasi kreativitasnya, melainkan agar pemain tersebut tetap memberikan kontribusi dalam fase bertahan.
Demichelis Akui Leipzig Dihukum Kesalahan Sendiri
Dari kubu Leipzig, Martin Demichelis mengakui Como tampil lebih baik.
Pelatih asal Argentina tersebut secara khusus menyoroti dua gol pertama Como yang menurutnya lahir dari kesalahan pertahanan Leipzig.
“Lawan jauh lebih baik daripada kami. Kami membutuhkan struktur yang lebih baik ketika tidak menguasai bola, tetapi itu tidak terjadi. Dua gol pertama adalah hadiah,” kata Demichelis
Demichelis menilai kesalahan seperti itu tidak seharusnya terjadi pada pertandingan Liga Champions.
“Anda tidak boleh bertahan seperti itu pada level ini,” lanjutnya.
Ia juga melihat perbedaan antara kedua tim dalam hal kontinuitas skuad.
Como disebut telah membangun tim selama beberapa tahun, sedangkan Leipzig memasuki musim dengan banyak pemain baru.
“Lawan telah bermain bersama selama tiga tahun dan mempunyai identitas yang jelas. Itu terlihat malam ini. Kami memiliki delapan pemain baru dalam skuad dan hal itu juga terlihat,” ujarnya.
Raum: Kami Benar-Benar Dihajar
Kapten Leipzig David Raum tidak berusaha mencari alasan setelah kekalahan telak tersebut.
Ia menilai Leipzig gagal menunjukkan performa yang sesuai dengan rencana permainan, terutama pada babak pertama.
“Rasanya sangat buruk. Kami benar-benar dihajar hari ini. Babak pertama sangat buruk dan babak kedua mungkin sedikit lebih baik,” ujar Raum
Raum mengakui Leipzig harus segera mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut.
“Secara keseluruhan, itu bukan penampilan yang bagus dan kami harus belajar dari ini,” katanya.
Kekalahan itu menjadi pukulan berat bagi Leipzig, sementara Como mendapatkan tiga poin bersejarah pada penampilan pertamanya di Liga Champions.
Namun, Fabregas memastikan pesta tersebut tidak akan berlangsung lama.
Setelah lima menit menikmati kemenangan atas Leipzig, Como harus kembali bekerja untuk menghadapi tantangan berikutnya di Serie A.

