Antrean BBM Ganggu Armada Sampah Makassar, Munafri Minta Solusi Cepat

SulawesiPos.com — Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU mulai berdampak pada pelayanan publik di Kota Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan, armada pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Makassar ikut terdampak akibat panjangnya antrean BBM.

Munafri meminta persoalan tersebut segera ditangani karena dinilai berpotensi memunculkan masalah baru apabila dibiarkan berlarut-larut.

Menurutnya, antrean BBM tidak lagi sekadar persoalan warga yang hendak mengisi kendaraan, tetapi mulai mengganggu berbagai aktivitas.

“Ini perlu solusi cepat dari seluruh persoalan, kita tidak boleh anggap ini persoalan biasa. Jenis kendaraan, alur pengisian, cluster untuk menghindari antrean, termasuk waktu kendaraan masuk untuk pengisian. Ini harus diatur jadwalnya,” ujar Munafri saat menemui pihak Pertamina dalam mencari solusi antrean panjang BBM di Kota Makassar, Jumat.

Mantan CEO PSM itu menekankan persoalan BBM yang terjadi saat ini harus dilihat dari sisi kebutuhan masyarakat secara luas.

Ia menyebut antrean panjang mulai berdampak terhadap aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan perlunya penanganan yang lebih serius dan cepat agar masyarakat mendapatkan kepastian.

BACA JUGA:  Iuran Sampah Gratis di Makassar Diperluas, Rumah Tangga 1.300 VA Mulai Didata

Armada Sampah Ikut Terdampak

Salah satu dampak yang menjadi perhatian Pemkot Makassar adalah operasional armada pengangkut sampah.

Kendaraan milik pemerintah kota membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas pelayanan kebersihan, sehingga antrean panjang di SPBU berpotensi menghambat operasionalnya.

Munafri kemudian menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Makassar, Pertamina, dan pengelola SPBU untuk mengurai persoalan antrean.

“Kami dari Pemkot Makassar akan terus mengawal persoalan ini, agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu dan antrean panjang tidak menjadi persoalan yang berdampak pada aktivitas warga serta pelayanan publik di Kota Makassar,” ujarnya.

Pemkot Makassar juga membutuhkan penjelasan dari Pertamina mengenai kondisi sebenarnya, baik berkaitan dengan distribusi, ketersediaan stok, perubahan kebijakan BBM, maupun informasi lain yang berkembang di tengah masyarakat.

Untuk itu, Munafri telah turun langsung melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina guna mencari solusi bersama terkait antrean panjang BBM.

“Kami meminta adanya kejelasan agar pemerintah kota dapat membantu Pertamina memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Jelang Musda Golkar Sulsel, Pengurus Golkar Makassar Sebut Sikap Tenang Appi Jadi Pesan Moral bagi Kader

Antrean BBM Picu Perkelahian

Munafri menegaskan pertemuan dengan Pertamina tidak boleh hanya menjadi seremoni.

Ia ingin pembahasan tersebut menghasilkan langkah konkret sehingga antrean dapat segera diurai dan pelayanan BBM kembali normal.

“Tidak ada lagi siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi bagaimana ini secepatnya kita bisa urai secara bersama-sama,” kata dia.

Persoalan antrean BBM juga mulai memicu masalah keamanan di sejumlah lokasi.

Di beberapa tempat, antrean pembelian BBM menimbulkan kekerasan atau perkelahian antarpengguna kendaraan akibat persoalan saling serobot antrean.

Kondisi tersebut semakin memperkuat urgensi penanganan antrean secara bersama-sama agar tidak meluas menjadi persoalan yang mengganggu pelayanan publik maupun aktivitas masyarakat di Kota Makassar.

SulawesiPos.com — Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU mulai berdampak pada pelayanan publik di Kota Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan, armada pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Makassar ikut terdampak akibat panjangnya antrean BBM.

Munafri meminta persoalan tersebut segera ditangani karena dinilai berpotensi memunculkan masalah baru apabila dibiarkan berlarut-larut.

Menurutnya, antrean BBM tidak lagi sekadar persoalan warga yang hendak mengisi kendaraan, tetapi mulai mengganggu berbagai aktivitas.

“Ini perlu solusi cepat dari seluruh persoalan, kita tidak boleh anggap ini persoalan biasa. Jenis kendaraan, alur pengisian, cluster untuk menghindari antrean, termasuk waktu kendaraan masuk untuk pengisian. Ini harus diatur jadwalnya,” ujar Munafri saat menemui pihak Pertamina dalam mencari solusi antrean panjang BBM di Kota Makassar, Jumat.

Mantan CEO PSM itu menekankan persoalan BBM yang terjadi saat ini harus dilihat dari sisi kebutuhan masyarakat secara luas.

Ia menyebut antrean panjang mulai berdampak terhadap aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan perlunya penanganan yang lebih serius dan cepat agar masyarakat mendapatkan kepastian.

BACA JUGA:  SPMB Makassar 2026 Diperketat, Pemkot Pakai Sistem Real-Time Cegah Calo dan Titipan Siswa

Armada Sampah Ikut Terdampak

Salah satu dampak yang menjadi perhatian Pemkot Makassar adalah operasional armada pengangkut sampah.

Kendaraan milik pemerintah kota membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas pelayanan kebersihan, sehingga antrean panjang di SPBU berpotensi menghambat operasionalnya.

Munafri kemudian menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Makassar, Pertamina, dan pengelola SPBU untuk mengurai persoalan antrean.

“Kami dari Pemkot Makassar akan terus mengawal persoalan ini, agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu dan antrean panjang tidak menjadi persoalan yang berdampak pada aktivitas warga serta pelayanan publik di Kota Makassar,” ujarnya.

Pemkot Makassar juga membutuhkan penjelasan dari Pertamina mengenai kondisi sebenarnya, baik berkaitan dengan distribusi, ketersediaan stok, perubahan kebijakan BBM, maupun informasi lain yang berkembang di tengah masyarakat.

Untuk itu, Munafri telah turun langsung melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina guna mencari solusi bersama terkait antrean panjang BBM.

“Kami meminta adanya kejelasan agar pemerintah kota dapat membantu Pertamina memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Munafri Arifuddin Tegaskan ASN Baru Makassar Harus Siap Kerja dan Berorientasi Pelayanan

Antrean BBM Picu Perkelahian

Munafri menegaskan pertemuan dengan Pertamina tidak boleh hanya menjadi seremoni.

Ia ingin pembahasan tersebut menghasilkan langkah konkret sehingga antrean dapat segera diurai dan pelayanan BBM kembali normal.

“Tidak ada lagi siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi bagaimana ini secepatnya kita bisa urai secara bersama-sama,” kata dia.

Persoalan antrean BBM juga mulai memicu masalah keamanan di sejumlah lokasi.

Di beberapa tempat, antrean pembelian BBM menimbulkan kekerasan atau perkelahian antarpengguna kendaraan akibat persoalan saling serobot antrean.

Kondisi tersebut semakin memperkuat urgensi penanganan antrean secara bersama-sama agar tidak meluas menjadi persoalan yang mengganggu pelayanan publik maupun aktivitas masyarakat di Kota Makassar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru