Iran menyebut kemampuan mengendalikan Selat Hormuz setara bom atom karena bisa memengaruhi ekonomi global. Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan dengan AS.
Tiongkok menolak sanksi AS terhadap kilang minyaknya yang membeli minyak Iran. Ketegangan meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz, mengancam pasokan energi global.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menilai akal sehat menjadi kunci meredanya ketegangan AS-Iran, sementara Rusia mendorong solusi diplomatik dan perundingan di Pakistan.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan serangan terhadap infrastruktur energi, memicu sorotan atas sikap AS yang dinilai inkonsisten di tengah konflik yang memanas.