Iran menawarkan hadiah bagi warga yang menangkap pilot AS yang jatuh di wilayahnya. Langkah ini menandai eskalasi konflik yang semakin kompleks dan berisiko di Timur Tengah.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan ancaman terbaru dengan tenggat waktu 48 jam.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan serangan terhadap infrastruktur energi, memicu sorotan atas sikap AS yang dinilai inkonsisten di tengah konflik yang memanas.
Sebanyak 22 negara, mayoritas anggota NATO, mulai merancang pengamanan Selat Hormuz di tengah konflik Iran–AS–Israel yang membuat jalur energi global lumpuh.
Paus Leo XIV mendesak gencatan senjata di Timur Tengah dan menyebut penderitaan korban perang sebagai skandal kemanusiaan. Vatikan juga mulai menekan AS dan Israel secara terbuka.
Direktur NCTC Joseph Kent mundur dari jabatannya usai kritik perang AS-Iran. Ia menilai Iran bukan ancaman langsung dan menyinggung tekanan politik Israel.
Laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut operasi militer AS melawan Iran telah menelan biaya sekitar Rp62,6 triliun hanya dalam 100 jam pertama.
Senat di Amerika Serikat pada Rabu (4/3/2026) menolak rancangan resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan militer Presiden Donald Trump dalam konflik dengan Iran.