Diskusi Luwu Raya, Armin Toputiri: Tanda Tangan Gubernur untuk Provinsi Luwu Raya Akan Jadi Legacy

“Ada, ndi’ sudah saya pegang,” ujarnya menirukan percakapannya bersama Datu Luwu.

Ia kemudian mempertanyakan pemahaman para pimpinan daerah tersebut tentang undang-undang yang mengatur pemekaran wilayah.

“Itu orang-orang di Luwu Raya, ketua DPRD dan kepala daerah tidak baca undang-undang ya?” kata Armin.

Ia pun menjelaskan kepada Datu’ Luwu terkait mekanisme pembentukan daerah dan provinsi baru.

“UU itu mengatakan rapat paripurna DPRD masing-masing, di daerah mengadakan rapat di DPRD tentang persetujuan pembentukan daerah, itu salah satu proses yang harus dilewati,” ujarnya

Ia melanjutkan bahwa hasil itu kemudian di rekomendasikan oleh kepala daerah masing-masing kabupaten/kota ke DPRD provinsi untuk ditindaklanjuti menjadi panitia khusus.

Kader partai Golkar itu mengakui bahwa memang pembentukan ini tidak mudah karena tidak ada pimpinan provinsi yang melepas.

“persoalan ini memang tidak mudah, karena tidak seorang pun gubernur mau melepas status quo,” paparnya.

Ia berpesan bahwa seharusnya siapa pun gubernurnya harusnya menandatangani saja surat pembentukan provinsi tersebut.

BACA JUGA:  Warna-warni Maudu Lompoa di Cikoang: Merawat Nilai Agama dan Kearifan Lokal yang Terus Mengakar

“kan Anda tidak selamanya jadi gubernur, malah itu akan menjadi legacy Anda,” pungkasnya.

“Ada, ndi’ sudah saya pegang,” ujarnya menirukan percakapannya bersama Datu Luwu.

Ia kemudian mempertanyakan pemahaman para pimpinan daerah tersebut tentang undang-undang yang mengatur pemekaran wilayah.

“Itu orang-orang di Luwu Raya, ketua DPRD dan kepala daerah tidak baca undang-undang ya?” kata Armin.

Ia pun menjelaskan kepada Datu’ Luwu terkait mekanisme pembentukan daerah dan provinsi baru.

“UU itu mengatakan rapat paripurna DPRD masing-masing, di daerah mengadakan rapat di DPRD tentang persetujuan pembentukan daerah, itu salah satu proses yang harus dilewati,” ujarnya

Ia melanjutkan bahwa hasil itu kemudian di rekomendasikan oleh kepala daerah masing-masing kabupaten/kota ke DPRD provinsi untuk ditindaklanjuti menjadi panitia khusus.

Kader partai Golkar itu mengakui bahwa memang pembentukan ini tidak mudah karena tidak ada pimpinan provinsi yang melepas.

“persoalan ini memang tidak mudah, karena tidak seorang pun gubernur mau melepas status quo,” paparnya.

Ia berpesan bahwa seharusnya siapa pun gubernurnya harusnya menandatangani saja surat pembentukan provinsi tersebut.

BACA JUGA:  Minibus Diduga Angkut Jeriken BBM Terbakar di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Lalu Lintas Melambat

“kan Anda tidak selamanya jadi gubernur, malah itu akan menjadi legacy Anda,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru