Wamentan Saleh: Kedaulatan Pangan Jadi Benteng Bangsa di Tengah Dinamika Geopolitik Global

SulawesiPos.com – Kedaulatan pangan menjadi salah satu fondasi utama kekuatan dan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global. Kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tidak hanya menentukan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor strategis dalam menjaga stabilitas dan kemandirian negara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad Tahun Anggaran 2026 di Gedung Gatot Soebroto Seskoad, Bandung, Senin (2/11/2026).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Kedaulatan Pangan sebagai Kekuatan Strategis Bangsa: Strategi Mewujudkan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global”.

Pada rilis Kementan Rabu (4/11/2026) Wamentan Saleh menegaskan bahwa pangan memiliki posisi strategis dalam keberlangsungan sebuah bangsa. Sejak awal pembangunan nasional, para pemimpin Indonesia telah mengingatkan bahwa persoalan pangan berkaitan langsung dengan hidup dan matinya sebuah bangsa.

“Bapak Presiden Prabowo sudah menyampaikan bahwa pangan adalah hidup dan mati sebuah bangsa. Kita sebagai bangsa harus memahami bahwa pangan ini sangat strategis,” ujar Wamentan Saleh.

BACA JUGA:  Mentan Amran Buka Skema Jagung Murah: Bulog Bayar, Koperasi Simpan

Menurutnya, pemerintah saat ini menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, bersama pemenuhan kebutuhan gizi, ketahanan energi, dan industrialisasi.

Kementerian Pertanian terus memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri.

Ia menyebutkan, dari 12 komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian pemerintah, delapan komoditas telah mencapai swasembada. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, bagi Kementerian Pertanian, capaian ini luar biasa. Dari 12 komoditas strategis, delapan komoditas sudah swasembada. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.

Dengan capaian swasembada 8 komoditas, Wamentan Saleh menegaskan bahwa pemerintah perlu hadir memastikan tata niaga pangan berjalan sehat dan tidak merugikan petani maupun konsumen.

Ketersediaan komoditas harus sejalan dengan kelancaran distribusi serta pengawasan terhadap praktik perdagangan yang dapat mengganggu stabilitas pasokan dan harga.

Dalam kesempatan tersebut, Wamentan Saleh juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani melalui koperasi. Konsolidasi petani dalam kelembagaan ekonomi diharapkan dapat memperkuat posisi mereka dalam rantai usaha pangan, mulai dari produksi hingga pemasaran.

BACA JUGA:  Presiden Apresiasi Swasembada Pangan Tercapai Setahun, Pengamat Unhas Ungkap Strategi Mentan Amran

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap lahan pertanian dan keberlanjutan infrastruktur irigasi.

Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sehingga pemanfaatannya harus dikelola secara adil dan tidak mengurangi hak petani untuk memperoleh pasokan air.

Di hadapan para perwira siswa Seskoad, Wamentan Saleh turut mengingatkan pentingnya membangun karakter, kemampuan, dan kinerja yang baik dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan harus berjalan beriringan dengan performa serta tanggung jawab.

“Saya berharap kita semua memiliki karakter, kemampuan, dan pengetahuan yang baik. Tetapi good performance juga sangat penting. Jangan sampai kita justru menjadi penghambat bagi orang lain. Jangan mengalahkan diri sendiri,” pesannya.

Ia menambahkan, penguatan sektor pangan membutuhkan komitmen dan kerja bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi pemerintah, petani, pelaku usaha, serta institusi pertahanan diperlukan agar kedaulatan pangan benar-benar menjadi kekuatan strategis dalam menjaga ketahanan nasional di tengah perubahan situasi global.

SulawesiPos.com – Kedaulatan pangan menjadi salah satu fondasi utama kekuatan dan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global. Kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tidak hanya menentukan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor strategis dalam menjaga stabilitas dan kemandirian negara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad Tahun Anggaran 2026 di Gedung Gatot Soebroto Seskoad, Bandung, Senin (2/11/2026).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Kedaulatan Pangan sebagai Kekuatan Strategis Bangsa: Strategi Mewujudkan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global”.

Pada rilis Kementan Rabu (4/11/2026) Wamentan Saleh menegaskan bahwa pangan memiliki posisi strategis dalam keberlangsungan sebuah bangsa. Sejak awal pembangunan nasional, para pemimpin Indonesia telah mengingatkan bahwa persoalan pangan berkaitan langsung dengan hidup dan matinya sebuah bangsa.

“Bapak Presiden Prabowo sudah menyampaikan bahwa pangan adalah hidup dan mati sebuah bangsa. Kita sebagai bangsa harus memahami bahwa pangan ini sangat strategis,” ujar Wamentan Saleh.

BACA JUGA:  Mentan Amran Buka Skema Jagung Murah: Bulog Bayar, Koperasi Simpan

Menurutnya, pemerintah saat ini menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, bersama pemenuhan kebutuhan gizi, ketahanan energi, dan industrialisasi.

Kementerian Pertanian terus memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri.

Ia menyebutkan, dari 12 komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian pemerintah, delapan komoditas telah mencapai swasembada. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, bagi Kementerian Pertanian, capaian ini luar biasa. Dari 12 komoditas strategis, delapan komoditas sudah swasembada. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.

Dengan capaian swasembada 8 komoditas, Wamentan Saleh menegaskan bahwa pemerintah perlu hadir memastikan tata niaga pangan berjalan sehat dan tidak merugikan petani maupun konsumen.

Ketersediaan komoditas harus sejalan dengan kelancaran distribusi serta pengawasan terhadap praktik perdagangan yang dapat mengganggu stabilitas pasokan dan harga.

Dalam kesempatan tersebut, Wamentan Saleh juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani melalui koperasi. Konsolidasi petani dalam kelembagaan ekonomi diharapkan dapat memperkuat posisi mereka dalam rantai usaha pangan, mulai dari produksi hingga pemasaran.

BACA JUGA:  Lima Strategi Gaspol Mentan Amran Bikin Indonesia Swasembada Beras

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap lahan pertanian dan keberlanjutan infrastruktur irigasi.

Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sehingga pemanfaatannya harus dikelola secara adil dan tidak mengurangi hak petani untuk memperoleh pasokan air.

Di hadapan para perwira siswa Seskoad, Wamentan Saleh turut mengingatkan pentingnya membangun karakter, kemampuan, dan kinerja yang baik dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan harus berjalan beriringan dengan performa serta tanggung jawab.

“Saya berharap kita semua memiliki karakter, kemampuan, dan pengetahuan yang baik. Tetapi good performance juga sangat penting. Jangan sampai kita justru menjadi penghambat bagi orang lain. Jangan mengalahkan diri sendiri,” pesannya.

Ia menambahkan, penguatan sektor pangan membutuhkan komitmen dan kerja bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi pemerintah, petani, pelaku usaha, serta institusi pertahanan diperlukan agar kedaulatan pangan benar-benar menjadi kekuatan strategis dalam menjaga ketahanan nasional di tengah perubahan situasi global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru