Mentan Amran Tekankan Peran TNI Hadapi Ancaman Produksi Pangan Akibat Perubahan Iklim

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.

Penguatan kerja sama itu disampaikan saat menerima 46 perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) 56 Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Mentan Amran menilai, tantangan pangan semakin kompleks karena perubahan iklim dapat memicu kekeringan dan mengganggu produksi pertanian.

Oleh karena itu, kesiapan menghadapi risiko produksi serta dukungan lintas sektor diperlukan untuk menjaga keberlanjutan swasembada dan kedaulatan pangan.

Dalam pertemuan yang menjadi bagian dari kunjungan objek strategis bertema Pilarisasi Pangan Lokal sebagai Strategi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan tersebut, Mentan Amran juga menyoroti peran TNI dalam mendukung pelaksanaan program pertanian hingga ke lapangan.

“Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional,” ujar Mentan Amran.

BACA JUGA:  Pompanisasi dan Pupuk Terjaga, Petani Tetap Produksi di Tengah Kemarau

Ia menegaskan, kebijakan pangan perlu disusun secara cermat, berdasarkan analisis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga membutuhkan tata kelola pertanian yang mampu menjawab kebutuhan petani.

Salah satu kebijakan yang disoroti Mentan Amran ialah penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk.

Langkah tersebut dicontohkan sebagai upaya mempercepat layanan kepada petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perwira Siswa Sesko TNI Dalami Strategi Pangan Nasional

Perwira siswa Sesko TNI, Kolonel Infanteri Henki Vantriardo, mengatakan audiensi tersebut memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai peran kerja sama Kementan dan TNI dalam mendukung swasembada pangan.

“Kami mendapatkan banyak pencerahan, arahan, dan nasihat dari Bapak Menteri Pertanian,” kata Henki.

Ia menyebut, kolaborasi kedua institusi telah berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menurut Henki, dukungan TNI perlu terus dipelihara dan ditingkatkan karena kedaulatan pangan berkaitan dengan kemampuan Indonesia menghadapi tantangan, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  Mentan Amran: Pelaku Dugaan Pemalsuan Beras Fortifikasi Akan Susul 102 Tersangka Mafia Pangan

“Kedaulatan pangan adalah salah satu senjata agar kita bisa bertahan, bersaing, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Audiensi itu diikuti 46 perwira siswa, terdiri atas 21 personel TNI Angkatan Darat, 16 personel TNI Angkatan Laut, dan 9 personel TNI Angkatan Udara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya para peserta menghimpun bahan dan memperdalam pemahaman tentang kebijakan serta strategi pembangunan pangan nasional untuk kebutuhan seminar Dikreg 56 Sesko TNI.

Henki mengapresiasi kesempatan berdiskusi langsung dengan Menteri Pertanian dan menyatakan kesiapan para perwira siswa untuk melanjutkan kerja sama dengan Kementan.

“Kami siap untuk berkolaborasi ke depannya dan memohon arahan dari Bapak Menteri Pertanian,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.

Penguatan kerja sama itu disampaikan saat menerima 46 perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) 56 Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Mentan Amran menilai, tantangan pangan semakin kompleks karena perubahan iklim dapat memicu kekeringan dan mengganggu produksi pertanian.

Oleh karena itu, kesiapan menghadapi risiko produksi serta dukungan lintas sektor diperlukan untuk menjaga keberlanjutan swasembada dan kedaulatan pangan.

Dalam pertemuan yang menjadi bagian dari kunjungan objek strategis bertema Pilarisasi Pangan Lokal sebagai Strategi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan tersebut, Mentan Amran juga menyoroti peran TNI dalam mendukung pelaksanaan program pertanian hingga ke lapangan.

“Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional,” ujar Mentan Amran.

BACA JUGA:  Laskar Merah Putih Kecam Pernyataan Feri Amrasi Soal Swasembada Pangan Palsu, Berisiko Rugikan Petani

Ia menegaskan, kebijakan pangan perlu disusun secara cermat, berdasarkan analisis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga membutuhkan tata kelola pertanian yang mampu menjawab kebutuhan petani.

Salah satu kebijakan yang disoroti Mentan Amran ialah penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk.

Langkah tersebut dicontohkan sebagai upaya mempercepat layanan kepada petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perwira Siswa Sesko TNI Dalami Strategi Pangan Nasional

Perwira siswa Sesko TNI, Kolonel Infanteri Henki Vantriardo, mengatakan audiensi tersebut memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai peran kerja sama Kementan dan TNI dalam mendukung swasembada pangan.

“Kami mendapatkan banyak pencerahan, arahan, dan nasihat dari Bapak Menteri Pertanian,” kata Henki.

Ia menyebut, kolaborasi kedua institusi telah berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menurut Henki, dukungan TNI perlu terus dipelihara dan ditingkatkan karena kedaulatan pangan berkaitan dengan kemampuan Indonesia menghadapi tantangan, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  Mentan Amran: Pelaku Dugaan Pemalsuan Beras Fortifikasi Akan Susul 102 Tersangka Mafia Pangan

“Kedaulatan pangan adalah salah satu senjata agar kita bisa bertahan, bersaing, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Audiensi itu diikuti 46 perwira siswa, terdiri atas 21 personel TNI Angkatan Darat, 16 personel TNI Angkatan Laut, dan 9 personel TNI Angkatan Udara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya para peserta menghimpun bahan dan memperdalam pemahaman tentang kebijakan serta strategi pembangunan pangan nasional untuk kebutuhan seminar Dikreg 56 Sesko TNI.

Henki mengapresiasi kesempatan berdiskusi langsung dengan Menteri Pertanian dan menyatakan kesiapan para perwira siswa untuk melanjutkan kerja sama dengan Kementan.

“Kami siap untuk berkolaborasi ke depannya dan memohon arahan dari Bapak Menteri Pertanian,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru