Sidang Korupsi Bea Cukai Ungkap Pengembalian Barang Bukti Garmin

SulawesiPos.com – Mantan pejabat patroli laut DJBC, Kunto Prasti Trenggono, membeberkan fakta baru dalam sidang dugaan suap di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ia bersaksi secara terbuka telah menyerahkan jam tangan Garmin senilai puluhan juta rupiah kepada penyidik KPK pada Rabu (23/9/2026).

Barang bukti tersebut diduga memiliki keterkaitan erat dengan kasus gratifikasi yang menjerat terdakwa Budiman Bayu Prasodjo dan Sisprian Subiaskono.

Penerimaan kado ini diklaim terjadi tepat saat Kunto menggelar acara perpisahannya pada awal tahun ini.

Kunto menegaskan bahwa bingkisan tersebut awalnya diterima dalam kondisi tertutup rapat layaknya kado pada umumnya.

Ia baru benar-benar menyadari isi kado tersebut ketika harus membedahnya bersama tim penyidik dari lembaga antirasuah.

“Waktu itu kotak, dibungkus kado, kemudian di rumah saya buka isinya jam tangan Garmin,” kata Kunto menjelaskan sekelumit kronologinya.

Pernyataan di persidangan ini mempertegas dugaan adanya aliran barang berharga di antara para pejabat terkait.

Jaksa penuntut umum menyebutkan bahwa jam tangan tersebut memiliki nilai jual yang tergolong mewah untuk sebuah hadiah.

BACA JUGA:  Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tannos, KPK Dorong Ekstradisi Segera Tuntas

“Kami pun setelah mengecek, kan di daftar BB kami spesifik tuh tipe dan sebagainya, nilainya itu Rp30 jutaan sampai Rp50 jutaan,” urai jaksa.

Saat penyerahan dilakukan, Kunto mengaku sempat mendebat prosedur penyitaan barang yang murni merupakan pemberian koleganya itu. “Saya waktu itu mengatakan, ‘Lho yang memberikan kan Pak Sisprian, kenapa harus saya serahkan ke penyidik?’” ucapnya menirukan percakapan tersebut.

Proses persidangan tipikor ini dipastikan masih terus berlanjut untuk membuktikan dugaan penerimaan dana ilegal oleh para terdakwa.

Publik masih menanti pembuktian hukum mengenai skandal gratifikasi yang tengah menjadi sorotan di institusi kepabeanan ini.mbeberkan fakta baru dalam sidang dugaan suap di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ia bersaksi secara terbuka telah menyerahkan jam tangan Garmin senilai puluhan juta rupiah kepada penyidik KPK pada Rabu (23/9/2026).

Barang bukti tersebut diduga memiliki keterkaitan erat dengan kasus gratifikasi yang menjerat terdakwa Budiman Bayu Prasodjo dan Sisprian Subiaskono. Penerimaan kado ini diklaim terjadi tepat saat Kunto menggelar acara perpisahannya pada awal tahun ini.

BACA JUGA:  KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Kuota Haji, Diduga Ada Aliran Dana ke Pejabat Kemenag

Kunto menegaskan bahwa bingkisan tersebut awalnya diterima dalam kondisi tertutup rapat layaknya kado pada umumnya.

Ia baru benar-benar menyadari isi kado tersebut ketika harus membedahnya bersama tim penyidik dari lembaga antirasuah.

“Waktu itu kotak, dibungkus kado, kemudian di rumah saya buka isinya jam tangan Garmin,” kata Kunto menjelaskan sekelumit kronologinya. Pernyataan di persidangan ini mempertegas dugaan adanya aliran barang berharga di antara para pejabat terkait.

Jaksa penuntut umum menyebutkan bahwa jam tangan tersebut memiliki nilai jual yang tergolong mewah untuk sebuah hadiah.

“Kami pun setelah mengecek, kan di daftar BB kami spesifik tuh tipe dan sebagainya, nilainya itu Rp30 jutaan sampai Rp50 jutaan,” urai jaksa.

Saat penyerahan dilakukan, Kunto mengaku sempat mendebat prosedur penyitaan barang yang murni merupakan pemberian koleganya itu.

“Saya waktu itu mengatakan, ‘Lho yang memberikan kan Pak Sisprian, kenapa harus saya serahkan ke penyidik?’” ucapnya menirukan percakapan tersebut.

BACA JUGA:  Sidang Kasus Yaqut, Jaksa Cecar Agen Travel Soal Manipulasi Status Jemaah

Proses persidangan tipikor ini dipastikan masih terus berlanjut untuk membuktikan dugaan penerimaan dana ilegal oleh para terdakwa.

Publik masih menanti pembuktian hukum mengenai skandal gratifikasi yang tengah menjadi sorotan di institusi kepabeanan ini. (estu)

SulawesiPos.com – Mantan pejabat patroli laut DJBC, Kunto Prasti Trenggono, membeberkan fakta baru dalam sidang dugaan suap di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ia bersaksi secara terbuka telah menyerahkan jam tangan Garmin senilai puluhan juta rupiah kepada penyidik KPK pada Rabu (23/9/2026).

Barang bukti tersebut diduga memiliki keterkaitan erat dengan kasus gratifikasi yang menjerat terdakwa Budiman Bayu Prasodjo dan Sisprian Subiaskono.

Penerimaan kado ini diklaim terjadi tepat saat Kunto menggelar acara perpisahannya pada awal tahun ini.

Kunto menegaskan bahwa bingkisan tersebut awalnya diterima dalam kondisi tertutup rapat layaknya kado pada umumnya.

Ia baru benar-benar menyadari isi kado tersebut ketika harus membedahnya bersama tim penyidik dari lembaga antirasuah.

“Waktu itu kotak, dibungkus kado, kemudian di rumah saya buka isinya jam tangan Garmin,” kata Kunto menjelaskan sekelumit kronologinya.

Pernyataan di persidangan ini mempertegas dugaan adanya aliran barang berharga di antara para pejabat terkait.

Jaksa penuntut umum menyebutkan bahwa jam tangan tersebut memiliki nilai jual yang tergolong mewah untuk sebuah hadiah.

BACA JUGA:  KPK Sita 55 Kg Logam Diduga Platinum dan Uang Rp1,22 Miliar dalam OTT Bupati Langkat Syah Afandin

“Kami pun setelah mengecek, kan di daftar BB kami spesifik tuh tipe dan sebagainya, nilainya itu Rp30 jutaan sampai Rp50 jutaan,” urai jaksa.

Saat penyerahan dilakukan, Kunto mengaku sempat mendebat prosedur penyitaan barang yang murni merupakan pemberian koleganya itu. “Saya waktu itu mengatakan, ‘Lho yang memberikan kan Pak Sisprian, kenapa harus saya serahkan ke penyidik?’” ucapnya menirukan percakapan tersebut.

Proses persidangan tipikor ini dipastikan masih terus berlanjut untuk membuktikan dugaan penerimaan dana ilegal oleh para terdakwa.

Publik masih menanti pembuktian hukum mengenai skandal gratifikasi yang tengah menjadi sorotan di institusi kepabeanan ini.mbeberkan fakta baru dalam sidang dugaan suap di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ia bersaksi secara terbuka telah menyerahkan jam tangan Garmin senilai puluhan juta rupiah kepada penyidik KPK pada Rabu (23/9/2026).

Barang bukti tersebut diduga memiliki keterkaitan erat dengan kasus gratifikasi yang menjerat terdakwa Budiman Bayu Prasodjo dan Sisprian Subiaskono. Penerimaan kado ini diklaim terjadi tepat saat Kunto menggelar acara perpisahannya pada awal tahun ini.

BACA JUGA:  KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan Warek III Tersangka PMB Kedokteran

Kunto menegaskan bahwa bingkisan tersebut awalnya diterima dalam kondisi tertutup rapat layaknya kado pada umumnya.

Ia baru benar-benar menyadari isi kado tersebut ketika harus membedahnya bersama tim penyidik dari lembaga antirasuah.

“Waktu itu kotak, dibungkus kado, kemudian di rumah saya buka isinya jam tangan Garmin,” kata Kunto menjelaskan sekelumit kronologinya. Pernyataan di persidangan ini mempertegas dugaan adanya aliran barang berharga di antara para pejabat terkait.

Jaksa penuntut umum menyebutkan bahwa jam tangan tersebut memiliki nilai jual yang tergolong mewah untuk sebuah hadiah.

“Kami pun setelah mengecek, kan di daftar BB kami spesifik tuh tipe dan sebagainya, nilainya itu Rp30 jutaan sampai Rp50 jutaan,” urai jaksa.

Saat penyerahan dilakukan, Kunto mengaku sempat mendebat prosedur penyitaan barang yang murni merupakan pemberian koleganya itu.

“Saya waktu itu mengatakan, ‘Lho yang memberikan kan Pak Sisprian, kenapa harus saya serahkan ke penyidik?’” ucapnya menirukan percakapan tersebut.

BACA JUGA:  Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tannos, KPK Dorong Ekstradisi Segera Tuntas

Proses persidangan tipikor ini dipastikan masih terus berlanjut untuk membuktikan dugaan penerimaan dana ilegal oleh para terdakwa.

Publik masih menanti pembuktian hukum mengenai skandal gratifikasi yang tengah menjadi sorotan di institusi kepabeanan ini. (estu)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru