SulawesiPos.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan 13 unit hand tractor kepada wisudawan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).
Bantuan tersebut diberikan sebagai modal awal agar para lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.
Bantuan diserahkan dalam pengukuhan Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8).
Terdapat 1.532 lulusan dari 27 program studi yang dikukuhkan pada wisuda tersebut.
Mentan Amran mengatakan lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Karena itu, dukungan kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pemberian sarana yang memungkinkan mereka langsung bergerak di lapangan.
Menurutnya, hand tractor yang diberikan kepada para wisudawan harus dipandang sebagai modal produktif, bukan sekadar bantuan.
“Jangan berpikir uang itu hanya untuk dipakai. Kalau dapat uang, bagaimana uang itu bisa diputar lagi untuk menghasilkan. Kalau punya uang, jangan hanya membeli untuk kebutuhan, tetapi pikirkan bagaimana uang itu bisa menjadi modal untuk mengembangkan usaha,” ujar Mentan Amran.
Di hadapan para wisudawan, Mentan Amran juga berpesan agar generasi muda pertanian berani membangun masa depan dengan kerja keras dan konsistensi.
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan dalam membangun usaha tidak dapat dicapai secara instan.
“Kalau sudah mimpi besar, bertindak besar, persisten, insyaallah kamu jadi. Jangan mulai hari ini hanya mengatakan mau sukses, tetapi tidak bergerak. Harus berjuang, harus kerja keras,” tegasnya.
Mentan Amran berharap para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.
Ia menilai pengalaman membangun usaha dari bawah akan memberikan pelajaran penting bagi generasi muda untuk memahami bagaimana mendapatkan modal, mengelola usaha, menghadapi risiko, hingga mengembangkan bisnis.
Salah satu penerima bantuan, Roy Pulan, wisudawan Polbangtan Yogyakarta-Magelang asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengatakan hand tractor tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu petani di daerah asalnya.
Roy mengatakan masih terdapat petani di wilayah Cindai Alus dan sekitarnya yang menggarap lahan secara manual karena belum optimal menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).

