Kebakaran Marak di Sulsel, PLN Bantah Dipicu Korsleting Listrik Pemadaman Bergilir

SulawesiPos.com – Sejumlah kebakaran terjadi di Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, muncul dugaan di media sosial bahwa kebakaran terjadi akibat lonjakan tegangan saat listrik kembali menyala setelah pemadaman.

Salah satu kebakaran terjadi di Jalan Abdesir Lorong 2, Kampung Selayar, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Senin (21/9/2026) dini hari.

Empat petak rumah semi permanen terbakar dalam kejadian tersebut dan diduga dipicu korsleting listrik.

Dugaan serupa kemudian dikaitkan sejumlah pengguna media sosial dengan pemadaman listrik bergilir. Mereka menduga, aliran listrik yang kembali masuk setelah pemadaman dapat menimbulkan lonjakan tegangan dan memicu korsleting.

Saat dikonfirmasi SulawesiPos.com, PLN membantah anggapan bahwa kebakaran dapat langsung dikaitkan dengan pengaturan atau penghentian pasokan listrik.

PLN menegaskan, penyebab setiap kebakaran harus dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi teknis di lokasi.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan mengatakan, waktu terjadinya kebakaran tidak dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan pemadaman listrik.

BACA JUGA:  Kucing Luka Bakar Selamat di Tengah Kebakaran Tallo Makassar, Momen Penyelamatan Viral

“Tidak dapat disimpulkan bahwa kebakaran disebabkan oleh pengaturan atau penghentian pasokan listrik hanya berdasarkan waktu kejadiannya,” kata Niki, Kamis (24/9/2026).

Menurut Niki, korsleting juga dapat dipengaruhi kondisi instalasi listrik di sisi pelanggan.

“Perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis,” tegasnya.

PLN dan Pelanggan Punya Peran

Dari sisi PLN, Niki mengatakan pihaknya terus memastikan jaringan listrik dalam kondisi aman dan andal.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemeliharaan serta pemeriksaan jaringan dan peralatan kelistrikan.

“Yang terus dilakukan adalah memastikan sistem kelistrikan di sisi jaringan dalam kondisi aman dan andal, termasuk melakukan pemeliharaan serta pemeriksaan terhadap jaringan dan peralatan kelistrikan,” ujarnya.

Sementara dari sisi pelanggan, PLN mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha dalam kondisi baik dan memenuhi standar keselamatan.

Penggunaan instalasi atau peralatan listrik yang tidak sesuai standar, sambungan yang tidak aman, serta beban listrik yang melebihi kemampuan instalasi dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan.

BACA JUGA:  Teriakan Pagi Selamatkan Nyawa, Rumah di Bengo Ludes Terbakar

Selain itu, PLN juga terus memberikan edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat untuk meminimalkan potensi gangguan maupun risiko kebakaran yang berkaitan dengan instalasi listrik.

SulawesiPos.com – Sejumlah kebakaran terjadi di Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, muncul dugaan di media sosial bahwa kebakaran terjadi akibat lonjakan tegangan saat listrik kembali menyala setelah pemadaman.

Salah satu kebakaran terjadi di Jalan Abdesir Lorong 2, Kampung Selayar, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Senin (21/9/2026) dini hari.

Empat petak rumah semi permanen terbakar dalam kejadian tersebut dan diduga dipicu korsleting listrik.

Dugaan serupa kemudian dikaitkan sejumlah pengguna media sosial dengan pemadaman listrik bergilir. Mereka menduga, aliran listrik yang kembali masuk setelah pemadaman dapat menimbulkan lonjakan tegangan dan memicu korsleting.

Saat dikonfirmasi SulawesiPos.com, PLN membantah anggapan bahwa kebakaran dapat langsung dikaitkan dengan pengaturan atau penghentian pasokan listrik.

PLN menegaskan, penyebab setiap kebakaran harus dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi teknis di lokasi.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan mengatakan, waktu terjadinya kebakaran tidak dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan pemadaman listrik.

BACA JUGA:  Kebakaran Rumah di Bulurokeng Makassar Diduga Dipicu Korsleting, Lima Jiwa Terdampak

“Tidak dapat disimpulkan bahwa kebakaran disebabkan oleh pengaturan atau penghentian pasokan listrik hanya berdasarkan waktu kejadiannya,” kata Niki, Kamis (24/9/2026).

Menurut Niki, korsleting juga dapat dipengaruhi kondisi instalasi listrik di sisi pelanggan.

“Perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis,” tegasnya.

PLN dan Pelanggan Punya Peran

Dari sisi PLN, Niki mengatakan pihaknya terus memastikan jaringan listrik dalam kondisi aman dan andal.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemeliharaan serta pemeriksaan jaringan dan peralatan kelistrikan.

“Yang terus dilakukan adalah memastikan sistem kelistrikan di sisi jaringan dalam kondisi aman dan andal, termasuk melakukan pemeliharaan serta pemeriksaan terhadap jaringan dan peralatan kelistrikan,” ujarnya.

Sementara dari sisi pelanggan, PLN mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha dalam kondisi baik dan memenuhi standar keselamatan.

Penggunaan instalasi atau peralatan listrik yang tidak sesuai standar, sambungan yang tidak aman, serta beban listrik yang melebihi kemampuan instalasi dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan.

BACA JUGA:  Kucing Luka Bakar Selamat di Tengah Kebakaran Tallo Makassar, Momen Penyelamatan Viral

Selain itu, PLN juga terus memberikan edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat untuk meminimalkan potensi gangguan maupun risiko kebakaran yang berkaitan dengan instalasi listrik.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru