Sulawesipos.com — Jumat dini hari (9/10/2026) hari yang seharusnya menjadi waktu bagi warga untuk beristirahat justru berubah menjadi malam penuh kepanikan dan duka.
Kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah masing masing milik Nadi (65) dan Arase (60).
Di tengah kobaran api yang melalap rumah, satu warga yakni Asrida (29) tak berhasil menyelamatkan diri. Perempuan itu meninggal dunia dalam kebakaran dinihari itu sekitar pukul 02.00 WITA.
Api yang muncul saat sebagian besar warga masih terlelap itu diduga pertama kali terlihat dari rumah milik Nadi.
Kobaran api kemudian membesar hingga menghanguskan rumah tersebut dan rumah milik Arase.
Di balik kebakaran yang menghanguskan dua rumah itu, tersimpan kisah pilu tentang Asrida yang tak sempat keluar dari rumah ketika api mulai membesar.
Asap Mengepung, Korban Tak Berhasil Keluar
Menurut penuturan seorang warga, berdasarkan informasi yang diterimanya, api diduga bermula dari kamar kakak korban yang berada di bagian bawah rumah.
Sementara itu, kamar Asrida terletak tepat di atasnya.
Ketika api mulai membesar, ayah korban disebut sempat berusaha membangunkan anaknya.
Harapannya, Asrida segera terjaga dan keluar dari rumah sebelum kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Namun, situasi diduga sudah semakin berbahaya.
Asap pekat memenuhi bagian dalam rumah, membuat upaya menyelamatkan diri menjadi semakin sulit.
Asrida akhirnya tak berhasil keluar dari rumah dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Bapaknya sempat membangunkan anaknya. Tetapi, kemungkinan korban panik. Apalagi, menurut keterangan yang saya dengar, asap sudah memenuhi kamar korban,” tutur warga tersebut.
Jumat Dini Hari yang Berujung Duka
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA itu sontak mengubah suasana Desa Uloe.
Peristiwa yang berlangsung ketika warga tengah beristirahat tersebut menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga Asrida.
Dua rumah, masing-masing milik Nadi dan Arase, dilaporkan hangus terbakar.
Sementara itu, satu rumah lainnya milik Lambo, seorang purnawirawan TNI, turut terdampak.
Lambo sendiri sedang berada di Sorowako untuk mengikuti pameran UMKM ketika kebakaran terjadi.
Setelah menerima kabar tersebut, ia sedang dalam perjalanan pulang.
Adapun penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Salah seorang warga, Ashar mengatakan, kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah, masing-masing milik Nadi dan Arase.
Selain itu, satu rumah lainnya milik Lambo, seorang purnawirawan TNI, turut terdampak akibat kejadian tersebut.
“Dua rumah yang terbakar, masing-masing milik Nadi dan Arase. Ada juga satu rumah yang terdampak, milik Pak Lambo, yang merupakan purnawirawan TNI,” ujar Ashar.
Sementara itu, Lambo, pemilik rumah yang ikut terdampak kebakaran, sedang berada di luar kota saat peristiwa tersebut terjadi.(kar)


