Pendaftaran Ketua PSSI Sulsel Dibuka 17 Oktober, Erwin Sodding hingga Appi Masuk Bursa

SulawesiPos.com – Persaingan menuju kursi Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan mulai memasuki tahapan formal. Komite Pemilihan menetapkan pendaftaran calon ketua pada 17–21 Oktober 2026, sebelum kongres pemilihan digelar pada 28 Oktober mendatang.

Ketua Komite Pemilihan Ketua PSSI Sulsel, Maqbul Halim, mengatakan pihaknya telah menyusun agenda kongres, termasuk tahapan pendaftaran, verifikasi dokumen, hingga penetapan calon yang memenuhi persyaratan.

Pendaftaran dibuka di Sekretariat Komite Pemilihan yang berlokasi di Hotel Aryaduta Makassar.

Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melakukan verifikasi dokumen pada 22 Oktober, dilanjutkan masa perbaikan dokumen pada 23 Oktober 2026.

“Pengumuman final calon ketua umum pada 26 Oktober. Kongres sendiri berlangsung 28 Oktober,” kata Maqbul.

Erwin Sodding, Rahmat Taqwa, hingga Appi Masuk Bursa

Menjelang pembukaan pendaftaran, sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur yang berpotensi bersaing memperebutkan posisi Ketua Asprov PSSI Sulsel.

Mereka di antaranya Erwin Sodding, Rahmat Taqwa Quraisy, dan Munafri Arifuddin atau Appi yang saat ini menjabat Wali Kota Makassar.

Meski demikian, nama-nama tersebut belum otomatis berstatus calon resmi.

Mereka tetap harus mendaftarkan diri dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan Komite Pemilihan.

Erwin Sodding sebelumnya telah memperoleh rekomendasi dukungan dari PSSI Kota Makassar.

Dalam pemberitaan TopikSulsel pada 21 Agustus 2026, Erwin menyebut dukungan tersebut sebagai amanah untuk memperbaiki dan menyatukan sepak bola di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Unhas Terima 20 Mahasiswa Disabilitas pada 2026

“Rekomendasi ini bukan sekadar surat. Ini adalah amanah. Amanah untuk menyatukan PSSI 24 Kabupaten/Kota, mendengarkan suara ‘voters’, dan mengembalikan marwah sepak bola Sulsel sebagai lumbung pemain nasional,” ujar Erwin dalam pemberitaan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan pemain muda sebagai bagian dari masa depan sepak bola daerah.

“Ini tentang masa depan anak-anak kita di lapangan. Tentang mimpi seorang anak-anak Sulsel, yang ingin memakai jersey Timnas. Dan mimpi itu harus kita rawat bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, dukungan terhadap Rahmat Taqwa Quraisy juga pernah disampaikan Ketua Allstar PSM, Sumirlan.

Dalam pemberitaan Sindo Makassar pada 19 Mei 2025, Sumirlan menyoroti latar belakang Rahmat yang memiliki hubungan dengan lingkungan sepak bola Makassar.

“Pak Rahmat ini adalah salah satu anak legenda PSM, almarhum Haji Baco Ahmad. Dan saya dengan beliau sama-sama main waktu itu di PSM,” ujar Sumirlan.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak dukungan terhadap Rahmat sebelum tahapan pemilihan 2026.

Namun, dukungan yang pernah disampaikan sebelumnya tidak serta-merta memastikan pencalonannya dalam kongres mendatang.

Adapun Munafri Arifuddin atau Appi turut disebut dalam bursa nama yang diperbincangkan.

Hingga informasi yang tersedia dalam bahan pemberitaan ini, belum ada keterangan yang memastikan bahwa Appi telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Asprov PSSI Sulsel.

BACA JUGA:  27 Suara Diperebutkan di Musdalub Demokrat Sulsel, Syarat Minimal 7 Rekomendasi

Syarat Calon Ketua PSSI Sulsel

Maqbul Halim merinci sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi figur yang ingin mengikuti pemilihan.

Calon ketua harus berstatus warga negara Indonesia, berusia minimal 28 tahun, berdomisili di Sulawesi Selatan yang dibuktikan dengan KTP, serta memiliki pengalaman berkecimpung di lingkungan PSSI sekurang-kurangnya lima tahun.

Calon juga disyaratkan tidak pernah menjadi terpidana atau sedang terlibat perkara sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Selain itu, dukungan organisasi menjadi salah satu persyaratan penting untuk mengikuti kontestasi.

“Juga mendapat dukungan dari PSSI kota dan asosiasi minimal 30 persen, dan (dukungan) klub minimal 7,” kata Maqbul.

Ia mendorong masyarakat, khususnya kalangan yang memiliki perhatian terhadap sepak bola, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan berpartisipasi dalam proses pemilihan.

Komite Pemilihan, menurut Maqbul, membuka kesempatan bagi siapa pun yang memenuhi ketentuan untuk mendaftarkan diri.

Biaya Pendaftaran dan Jadwal Kongres

Selain persyaratan substantif, panitia menetapkan biaya administrasi untuk pengambilan dan pengembalian berkas pendaftaran.

Biaya pengambilan berkas calon ketua ditetapkan sebesar Rp100 juta, sedangkan biaya saat pengembalian berkas sebesar Rp150 juta.

Berikut jadwal tahapan pemilihan Ketua Asprov PSSI Sulsel 2026:

  • 17–21 Oktober 2026: Pendaftaran calon ketua.
  • 22 Oktober 2026: Verifikasi dokumen calon.
  • 23 Oktober 2026: Masa perbaikan dokumen.
  • 26 Oktober 2026: Pengumuman final calon ketua umum.
  • 28 Oktober 2026: Kongres pemilihan.
BACA JUGA:  Istri di Makassar Diduga Jual Anak-Keponakan, Sempat Buat Video Bersama Bayinya

Jadwal tersebut menjadi tahapan penting bagi para figur yang ingin mengikuti kontestasi.

Nama yang beredar di publik baru dapat dipastikan masuk dalam daftar calon setelah mengikuti pendaftaran dan melewati proses verifikasi.

Pemilihan Menentukan Arah Sepak Bola Sulsel

Kepengurusan Asprov PSSI Sulsel periode 2021–2025 yang dipimpin Andi Erwin Hatta telah berakhir pada 2025.

Namun, pelaksanaan kongres pemilihan pengurus baru sebelumnya tertunda karena menunggu persetujuan dan izin dari PSSI pusat, sebagaimana keterangan dalam bahan pemberitaan.

Pemilihan ketua baru nantinya akan berpengaruh terhadap arah pembinaan pemain, penyelenggaraan kompetisi daerah, serta pengembangan sepak bola di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya juga pernah berbicara mengenai mekanisme pemilihan ketua Asprov.

Dalam pemberitaan ANTARA terkait pembahasan statuta PSSI, Erick menyatakan bahwa pemilihan ketua PSSI provinsi dilakukan dengan mengacu pada aturan organisasi.

“Tentu dengan statuta yang ada, kita sudah sepakati, bahwa PSSI Provinsi itu nanti dipilih secara terbuka,” ujar Erick dalam pemberitaan tersebut.

Dengan tahapan yang telah disusun, perhatian kini tertuju pada figur-figur yang akan resmi mendaftarkan diri.

Selain kelengkapan administrasi, dukungan dari anggota pemilik suara dan pemenuhan ketentuan organisasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang berhak mengikuti kongres pemilihan Ketua Asprov PSSI Sulsel pada 28 Oktober 2026.

SulawesiPos.com – Persaingan menuju kursi Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan mulai memasuki tahapan formal. Komite Pemilihan menetapkan pendaftaran calon ketua pada 17–21 Oktober 2026, sebelum kongres pemilihan digelar pada 28 Oktober mendatang.

Ketua Komite Pemilihan Ketua PSSI Sulsel, Maqbul Halim, mengatakan pihaknya telah menyusun agenda kongres, termasuk tahapan pendaftaran, verifikasi dokumen, hingga penetapan calon yang memenuhi persyaratan.

Pendaftaran dibuka di Sekretariat Komite Pemilihan yang berlokasi di Hotel Aryaduta Makassar.

Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melakukan verifikasi dokumen pada 22 Oktober, dilanjutkan masa perbaikan dokumen pada 23 Oktober 2026.

“Pengumuman final calon ketua umum pada 26 Oktober. Kongres sendiri berlangsung 28 Oktober,” kata Maqbul.

Erwin Sodding, Rahmat Taqwa, hingga Appi Masuk Bursa

Menjelang pembukaan pendaftaran, sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur yang berpotensi bersaing memperebutkan posisi Ketua Asprov PSSI Sulsel.

Mereka di antaranya Erwin Sodding, Rahmat Taqwa Quraisy, dan Munafri Arifuddin atau Appi yang saat ini menjabat Wali Kota Makassar.

Meski demikian, nama-nama tersebut belum otomatis berstatus calon resmi.

Mereka tetap harus mendaftarkan diri dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan Komite Pemilihan.

Erwin Sodding sebelumnya telah memperoleh rekomendasi dukungan dari PSSI Kota Makassar.

Dalam pemberitaan TopikSulsel pada 21 Agustus 2026, Erwin menyebut dukungan tersebut sebagai amanah untuk memperbaiki dan menyatukan sepak bola di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Mau Road Trip ke Maros? Ini yang Perlu Dicek pada Mobil Sebelum Berangkat

“Rekomendasi ini bukan sekadar surat. Ini adalah amanah. Amanah untuk menyatukan PSSI 24 Kabupaten/Kota, mendengarkan suara ‘voters’, dan mengembalikan marwah sepak bola Sulsel sebagai lumbung pemain nasional,” ujar Erwin dalam pemberitaan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan pemain muda sebagai bagian dari masa depan sepak bola daerah.

“Ini tentang masa depan anak-anak kita di lapangan. Tentang mimpi seorang anak-anak Sulsel, yang ingin memakai jersey Timnas. Dan mimpi itu harus kita rawat bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, dukungan terhadap Rahmat Taqwa Quraisy juga pernah disampaikan Ketua Allstar PSM, Sumirlan.

Dalam pemberitaan Sindo Makassar pada 19 Mei 2025, Sumirlan menyoroti latar belakang Rahmat yang memiliki hubungan dengan lingkungan sepak bola Makassar.

“Pak Rahmat ini adalah salah satu anak legenda PSM, almarhum Haji Baco Ahmad. Dan saya dengan beliau sama-sama main waktu itu di PSM,” ujar Sumirlan.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak dukungan terhadap Rahmat sebelum tahapan pemilihan 2026.

Namun, dukungan yang pernah disampaikan sebelumnya tidak serta-merta memastikan pencalonannya dalam kongres mendatang.

Adapun Munafri Arifuddin atau Appi turut disebut dalam bursa nama yang diperbincangkan.

Hingga informasi yang tersedia dalam bahan pemberitaan ini, belum ada keterangan yang memastikan bahwa Appi telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Asprov PSSI Sulsel.

BACA JUGA:  Appi Dijadwalkan Umrah Saat Musda Golkar Sulsel Digelar, Absennya Disebut Bukan Tanda Kalah

Syarat Calon Ketua PSSI Sulsel

Maqbul Halim merinci sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi figur yang ingin mengikuti pemilihan.

Calon ketua harus berstatus warga negara Indonesia, berusia minimal 28 tahun, berdomisili di Sulawesi Selatan yang dibuktikan dengan KTP, serta memiliki pengalaman berkecimpung di lingkungan PSSI sekurang-kurangnya lima tahun.

Calon juga disyaratkan tidak pernah menjadi terpidana atau sedang terlibat perkara sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Selain itu, dukungan organisasi menjadi salah satu persyaratan penting untuk mengikuti kontestasi.

“Juga mendapat dukungan dari PSSI kota dan asosiasi minimal 30 persen, dan (dukungan) klub minimal 7,” kata Maqbul.

Ia mendorong masyarakat, khususnya kalangan yang memiliki perhatian terhadap sepak bola, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan berpartisipasi dalam proses pemilihan.

Komite Pemilihan, menurut Maqbul, membuka kesempatan bagi siapa pun yang memenuhi ketentuan untuk mendaftarkan diri.

Biaya Pendaftaran dan Jadwal Kongres

Selain persyaratan substantif, panitia menetapkan biaya administrasi untuk pengambilan dan pengembalian berkas pendaftaran.

Biaya pengambilan berkas calon ketua ditetapkan sebesar Rp100 juta, sedangkan biaya saat pengembalian berkas sebesar Rp150 juta.

Berikut jadwal tahapan pemilihan Ketua Asprov PSSI Sulsel 2026:

  • 17–21 Oktober 2026: Pendaftaran calon ketua.
  • 22 Oktober 2026: Verifikasi dokumen calon.
  • 23 Oktober 2026: Masa perbaikan dokumen.
  • 26 Oktober 2026: Pengumuman final calon ketua umum.
  • 28 Oktober 2026: Kongres pemilihan.
BACA JUGA:  RA Ditangkap usai Peras Wanita Barru Rp130,3 Juta dengan Ancaman Sebar Video

Jadwal tersebut menjadi tahapan penting bagi para figur yang ingin mengikuti kontestasi.

Nama yang beredar di publik baru dapat dipastikan masuk dalam daftar calon setelah mengikuti pendaftaran dan melewati proses verifikasi.

Pemilihan Menentukan Arah Sepak Bola Sulsel

Kepengurusan Asprov PSSI Sulsel periode 2021–2025 yang dipimpin Andi Erwin Hatta telah berakhir pada 2025.

Namun, pelaksanaan kongres pemilihan pengurus baru sebelumnya tertunda karena menunggu persetujuan dan izin dari PSSI pusat, sebagaimana keterangan dalam bahan pemberitaan.

Pemilihan ketua baru nantinya akan berpengaruh terhadap arah pembinaan pemain, penyelenggaraan kompetisi daerah, serta pengembangan sepak bola di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya juga pernah berbicara mengenai mekanisme pemilihan ketua Asprov.

Dalam pemberitaan ANTARA terkait pembahasan statuta PSSI, Erick menyatakan bahwa pemilihan ketua PSSI provinsi dilakukan dengan mengacu pada aturan organisasi.

“Tentu dengan statuta yang ada, kita sudah sepakati, bahwa PSSI Provinsi itu nanti dipilih secara terbuka,” ujar Erick dalam pemberitaan tersebut.

Dengan tahapan yang telah disusun, perhatian kini tertuju pada figur-figur yang akan resmi mendaftarkan diri.

Selain kelengkapan administrasi, dukungan dari anggota pemilik suara dan pemenuhan ketentuan organisasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang berhak mengikuti kongres pemilihan Ketua Asprov PSSI Sulsel pada 28 Oktober 2026.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru