Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik mafia pangan yang dinilai merugikan masyarakat, mengganggu distribusi, serta memengaruhi stabilitas harga pangan nasional.
Kementerian Pertanian mempercepat gerakan tanam serentak seluas sekitar 50 ribu hektare di 25 provinsi sebagai langkah menjaga produksi pangan nasional sekaligus memperkuat target swasembada pangan berkelanjutan di tengah dinamika iklim.
Kementerian Pertanian melalui BRMP Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi guna menjaga produksi pangan dan membantu petani kembali berproduksi.
Kementerian Pertanian (Kementan), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat swasembada kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Produksi beras nasional Semester I 2026 diproyeksi meningkat menjadi 19,31 juta ton seiring penguatan luas panen. BPS mencatat tren produksi padi dan beras relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi tanam serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi sebagai langkah cepat menjaga produksi pangan nasional, sekaligus merespons ancaman musim kemarau dan percepatan pemulihan lahan terdampak bencana.
uru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Salengke, menegaskan cita-cita besar Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan menjadi pijakan penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.