SulawesiPos.com — Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menyalurkan benih tebu unggul asal Kebun Benih Datar (KBD) secara berjenjang melalui mitra penangkar sejak minggu pertama Juni 2026. Langkah ini diambil untuk mendorong hilirisasi perkebunan tebu serta meningkatkan produksi nasional guna mewujudkan swasembada pangan.
Pada tahap awal, benih tebu jenis AAS asal KBD telah mulai didistribusikan kepada masyarakat untuk pembangunan kebun seluas 118 hektar, atau setara dengan 7.080.000 mata. Total KBD yang dikembangkan sejak tahun 2025 mencapai 1.571 hektar, dengan rincian 200 hektar di Jawa Tengah dan 1.371 hektar di Jawa Timur. Seluruh benih ini dijadwalkan beredar mulai Juni hingga Agustus 2026 guna meningkatkan produksi dan rendemen perkebunan tebu rakyat.
Pimpinan CV Langbuana selaku mitra pemerintah dalam pengembangan KBD, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa saat ini benih yang sudah tersertifikasi mencapai seluas 234,86 hektar untuk varietas AAS dan BL. Benih tersebut siap mendukung pengembangan tebu seluas 1.400 hektar yang rencananya akan didistribusikan ke lahan milik petani di wilayah Jawa Timur.
Menurut Wawan, varietas ini memiliki keunggulan berupa morfologi seperti BL, anakan yang banyak, serta batang berwarna merah. Dengan kondisi perawatan yang optimal, produksinya diklaim bisa mencapai 2.000 kuintal per hektar, tahan terhadap kekeringan, dan memiliki kadar rendemen sebesar 10 hingga 11 persen.
“Rencananya benih ini akan didistribusikan ke lahan milih petani di wilayah Jawa Timur”, jelas Wawan Setiawan, dikutip dalam rilis Kementan, Jumat (12/6/2026).
Sementara itu, penyaluran untuk wilayah Jawa Tengah mencakup benih tebu jenis NXI 4T guna pengembangan lahan seluas 3 hektar di Kabupaten Batang, 2 hektar di Kabupaten Pemalang, 4 hektar di Kabupaten Pekalongan, dan 5,8 hektar di Sragen. Varietas NXI 4T ini memiliki keunggulan produksi hingga 1.200 kuintal per hektar, tahan kekeringan, tidak mengeluarkan bunga, tahan penyakit luka api, serta memiliki rendemen mencapai 9 persen.
Pengurus Asosiasi Penangkar Benih Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yogi Dwi Sungkowo, menambahkan bahwa KBD yang telah tersertifikasi di Jawa Tengah saat ini mencapai luas 49,67 hektar. Fasilitas benih tersebut kini siap didistribusikan kepada para petani peserta program bongkar ratoon maupun program perluasan lahan di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.


