Sekum PABSI Sulsel: Rahmat Erwin Pindah ke Jatim, Karena Kurang Perhatian di Sulsel

SulawesiPos.com — Pengurus Daerah Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengda PABSI) Sulawesi Selatan angkat bicara mengenai kepindahan lifter berprestasi asal Makassar, Rahmat Erwin Abdullah, ke Jawa Timur.

Sekretaris Umum Pengda PABSI Sulawesi Selatan, Attock Suharto, membenarkan bahwa proses kepindahan Rahmat telah berjalan sesuai aturan. Namun, pihaknya menyayangkan alasan di balik mutasi atlet peraih berbagai medali internasional tersebut.

“Jadi terkait kepindahan Rahmat Erwin Abdullah, atlet angkat besi yang dari Makassar, juara Asian Games kemarin, saya sedikit ingin menjelaskan bahwa Rahmat yang sebelumnya atlet kami di angkat besi Sulawesi Selatan, kemudian melakukan mutasi ke Jawa Timur, itu sesuai regulasi mutasi atlet yang ada. Tetapi meskipun tentu kami mengharapkan agar kejadian seperti Rahmat ini tidak terulang,” ujar Attock Suharto, saat ditemui SPos, Selasa (29/9/2026).

Attock menjelaskan bahwa pemicu utama kepindahan Rahmat bukanlah permasalahan krusial, melainkan kurangnya perhatian serta apresiasi dari pemangku kepentingan olahraga di Sulawesi Selatan. Menurutnya, perhatian mendasar seperti ucapan selamat atas raihan prestasi sangat penting untuk menjaga semangat para atlet.

BACA JUGA:  2 Begal Aniaya dan Rampas HP Pemotor di Hertasning Makassar Ditangkap

Menurut Attock yang juga Dosen UIN Datokarama ini, kepindahan Rahmat ini bukan karena alasan yang sangat krusial, melainkan karena alasan perhatian Pemprov Sulsel yang kurang, khususnya Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel.

“Nah, kemarin Rahmat itu hanya butuh sedikit sentuhan. Setiap dia juara, mestinya pemerintah provinsi, pemerintah kota menelepon, mengucapkan ucapan selamat. Tidak perlu dijemput, tidak pernah di-apa, tidak perlu di-apa. Tapi cukup diberikan selamat,” tegas Attock.

Kurangnya perhatian tersebut dimanfaatkan oleh pihak Jawa Timur yang menawarkan fasilitas serta pembinaan lebih menjanjikan. Akibatnya, beberapa atlet berprestasi lain dari Sulawesi Selatan juga ikut berpindah daerah.

Rahmat Erwin Abdullah sendiri lahir di Makassar pada 13 Oktober 2000 dari keluarga atlet, di mana ayah dan ibunya, Erwin Abdullah dan Ami Asun Budiono, merupakan mantan lifter nasional. Rahmat dikenal sebagai salah satu lifter paling dominan di dunia, khususnya pada kategori clean and jerk di kelas 73 kg, 81 kg, hingga 75 kg putra.

BACA JUGA:  Sebelum Beli Mobil di Makassar, Kenali Fitur Keselamatan yang Perlu Dipertimbangkan

Di panggung multievent internasional, Rahmat mengoleksi medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 serta medali emas Asian Games 2022 Hangzhou dan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, yang diiringi rekor dunia total angkatan serta clean and jerk. Pada ajang SEA Games, ia sukses menyapu bersih empat medali emas secara berturut-turut pada edisi 2019, 2021, 2023, dan 2025.

Prestasi Rahmat di tingkat dunia juga sangat cemerlang dengan meraih gelar Juara Dunia pada Kejuaraan Dunia IWF 2021 di Tashkent dan 2022 di Bogota, serta meraup emas clean and jerk di Riyadh pada 2023. Selain itu, ia mendominasi Kejuaraan Asia 2025 di Jiangshan dengan meraih tiga medali emas, menyabet tiga medali perak di IWF Grand Prix II 2023 Doha, serta menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Asia Junior edisi 2019 dan 2020.

SulawesiPos.com — Pengurus Daerah Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengda PABSI) Sulawesi Selatan angkat bicara mengenai kepindahan lifter berprestasi asal Makassar, Rahmat Erwin Abdullah, ke Jawa Timur.

Sekretaris Umum Pengda PABSI Sulawesi Selatan, Attock Suharto, membenarkan bahwa proses kepindahan Rahmat telah berjalan sesuai aturan. Namun, pihaknya menyayangkan alasan di balik mutasi atlet peraih berbagai medali internasional tersebut.

“Jadi terkait kepindahan Rahmat Erwin Abdullah, atlet angkat besi yang dari Makassar, juara Asian Games kemarin, saya sedikit ingin menjelaskan bahwa Rahmat yang sebelumnya atlet kami di angkat besi Sulawesi Selatan, kemudian melakukan mutasi ke Jawa Timur, itu sesuai regulasi mutasi atlet yang ada. Tetapi meskipun tentu kami mengharapkan agar kejadian seperti Rahmat ini tidak terulang,” ujar Attock Suharto, saat ditemui SPos, Selasa (29/9/2026).

Attock menjelaskan bahwa pemicu utama kepindahan Rahmat bukanlah permasalahan krusial, melainkan kurangnya perhatian serta apresiasi dari pemangku kepentingan olahraga di Sulawesi Selatan. Menurutnya, perhatian mendasar seperti ucapan selamat atas raihan prestasi sangat penting untuk menjaga semangat para atlet.

BACA JUGA:  Komisi III DPR Apresiasi Sinergi BNN dan Polda Jatim Bongkar 3,37 Ton Narkotika di Gresik

Menurut Attock yang juga Dosen UIN Datokarama ini, kepindahan Rahmat ini bukan karena alasan yang sangat krusial, melainkan karena alasan perhatian Pemprov Sulsel yang kurang, khususnya Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel.

“Nah, kemarin Rahmat itu hanya butuh sedikit sentuhan. Setiap dia juara, mestinya pemerintah provinsi, pemerintah kota menelepon, mengucapkan ucapan selamat. Tidak perlu dijemput, tidak pernah di-apa, tidak perlu di-apa. Tapi cukup diberikan selamat,” tegas Attock.

Kurangnya perhatian tersebut dimanfaatkan oleh pihak Jawa Timur yang menawarkan fasilitas serta pembinaan lebih menjanjikan. Akibatnya, beberapa atlet berprestasi lain dari Sulawesi Selatan juga ikut berpindah daerah.

Rahmat Erwin Abdullah sendiri lahir di Makassar pada 13 Oktober 2000 dari keluarga atlet, di mana ayah dan ibunya, Erwin Abdullah dan Ami Asun Budiono, merupakan mantan lifter nasional. Rahmat dikenal sebagai salah satu lifter paling dominan di dunia, khususnya pada kategori clean and jerk di kelas 73 kg, 81 kg, hingga 75 kg putra.

BACA JUGA:  Taufan Pawe Dijadwalkan Diperiksa Polisi 30 Juli 2026, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Parepare Masuk Fase Penentuan

Di panggung multievent internasional, Rahmat mengoleksi medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 serta medali emas Asian Games 2022 Hangzhou dan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, yang diiringi rekor dunia total angkatan serta clean and jerk. Pada ajang SEA Games, ia sukses menyapu bersih empat medali emas secara berturut-turut pada edisi 2019, 2021, 2023, dan 2025.

Prestasi Rahmat di tingkat dunia juga sangat cemerlang dengan meraih gelar Juara Dunia pada Kejuaraan Dunia IWF 2021 di Tashkent dan 2022 di Bogota, serta meraup emas clean and jerk di Riyadh pada 2023. Selain itu, ia mendominasi Kejuaraan Asia 2025 di Jiangshan dengan meraih tiga medali emas, menyabet tiga medali perak di IWF Grand Prix II 2023 Doha, serta menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Asia Junior edisi 2019 dan 2020.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru