Pemadaman Bergilir Parepare Ditargetkan Berhenti Awal Oktober

SulawesiPos.com – Warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, berpeluang kembali menikmati pasokan listrik normal mulai awal Oktober 2026.

PT PLN (Persero) UP3 Parepare menargetkan pemadaman listrik bergilir dihentikan setelah pemeliharaan pembangkit utama rampung.

Manager PLN UP3 Parepare, Muh Akbar, mengatakan berdasarkan estimasi teknis terbaru, pembangkit yang saat ini menjalani pemeliharaan ditargetkan kembali masuk ke sistem pada Rabu (30/9/2026).

Hal itu disampaikan Akbar saat memberikan keterangan di Kantor PLN UP3 Parepare, Selasa (29/9/2026).

“Berdasarkan estimasi teknis terbaru, masuknya kembali sistem dari pembangkit yang dipelihara ditargetkan selesai per 30 September,” katanya.

Menurut Akbar, PLN terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik di Parepare dan sekitarnya kembali normal.

Gangguan pasokan listrik yang terjadi hampir sebulan terakhir berkaitan dengan pemeliharaan berkala PLTU Jeneponto.

Kondisi tersebut turut diperburuk oleh penurunan debit air pada PLTA Bakaru dan PLTA Poso yang berdampak terhadap pasokan dari pembangkit tersebut.

BACA JUGA:  PLN Jamin Kelistrikan Sulselrabar Normal 5 September

Situasi itu kemudian membuat pemadaman bergilir diberlakukan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Parepare dan sekitarnya.

Skema Pemadaman Diubah

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN juga mengubah pola pemadaman untuk mengurangi durasi warga terdampak.

Sebelumnya, pemadaman berlangsung selama dua jam di dua hingga empat lokasi. Kini, cakupan wilayah yang terdampak diperluas secara bergantian, sementara durasi pemadaman dipangkas menjadi satu jam.

“Awalnya pemadaman berlangsung dua jam di dua hingga empat lokasi. Kini skemanya kami ubah dengan memperluas wilayah pemadaman, tetapi durasinya dipangkas menjadi satu jam saja,” tuturnya.

Akbar menjelaskan, perubahan tersebut merupakan penyesuaian teknis selama sistem kelistrikan Sulawesi Selatan masih dalam tahap pemulihan.

Pemadaman tidak lagi terpusat pada wilayah yang sama dalam durasi panjang. Sebaliknya, wilayah terdampak akan bergantian sehingga waktu tanpa listrik dapat ditekan, meski jumlah wilayah yang terdampak dalam satu periode pemadaman menjadi lebih luas.

Kondisi pemadaman bergilir selama hampir sebulan sebelumnya juga memicu keluhan warga Parepare. Bahkan, warga sempat menggelar aksi unjuk rasa karena durasi pemadaman yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:  Jadwal Pemadaman Listrik Gowa Hari Ini 24 September, Cek Wilayah Terdampak

“Kami terus bekerja keras menyelesaikan pemeliharaan di sektor pembangkitan agar sistem kelistrikan dapat kembali normal,” ucap Akbar.

PLN saat ini masih menyelesaikan pemeliharaan sejumlah pembangkit yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.

Jika seluruh proses berjalan sesuai estimasi teknis, pemadaman bergilir di Parepare ditargetkan berakhir dan pasokan listrik kembali normal mulai awal Oktober.

“Kami berharap seluruh proses pemeliharaan berjalan lancar sesuai estimasi sehingga pasokan kelistrikan di Parepare dan sekitarnya kembali andal menyambut bulan Oktober,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, berpeluang kembali menikmati pasokan listrik normal mulai awal Oktober 2026.

PT PLN (Persero) UP3 Parepare menargetkan pemadaman listrik bergilir dihentikan setelah pemeliharaan pembangkit utama rampung.

Manager PLN UP3 Parepare, Muh Akbar, mengatakan berdasarkan estimasi teknis terbaru, pembangkit yang saat ini menjalani pemeliharaan ditargetkan kembali masuk ke sistem pada Rabu (30/9/2026).

Hal itu disampaikan Akbar saat memberikan keterangan di Kantor PLN UP3 Parepare, Selasa (29/9/2026).

“Berdasarkan estimasi teknis terbaru, masuknya kembali sistem dari pembangkit yang dipelihara ditargetkan selesai per 30 September,” katanya.

Menurut Akbar, PLN terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik di Parepare dan sekitarnya kembali normal.

Gangguan pasokan listrik yang terjadi hampir sebulan terakhir berkaitan dengan pemeliharaan berkala PLTU Jeneponto.

Kondisi tersebut turut diperburuk oleh penurunan debit air pada PLTA Bakaru dan PLTA Poso yang berdampak terhadap pasokan dari pembangkit tersebut.

BACA JUGA:  PLN Jamin Kelistrikan Sulselrabar Normal 5 September

Situasi itu kemudian membuat pemadaman bergilir diberlakukan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Parepare dan sekitarnya.

Skema Pemadaman Diubah

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN juga mengubah pola pemadaman untuk mengurangi durasi warga terdampak.

Sebelumnya, pemadaman berlangsung selama dua jam di dua hingga empat lokasi. Kini, cakupan wilayah yang terdampak diperluas secara bergantian, sementara durasi pemadaman dipangkas menjadi satu jam.

“Awalnya pemadaman berlangsung dua jam di dua hingga empat lokasi. Kini skemanya kami ubah dengan memperluas wilayah pemadaman, tetapi durasinya dipangkas menjadi satu jam saja,” tuturnya.

Akbar menjelaskan, perubahan tersebut merupakan penyesuaian teknis selama sistem kelistrikan Sulawesi Selatan masih dalam tahap pemulihan.

Pemadaman tidak lagi terpusat pada wilayah yang sama dalam durasi panjang. Sebaliknya, wilayah terdampak akan bergantian sehingga waktu tanpa listrik dapat ditekan, meski jumlah wilayah yang terdampak dalam satu periode pemadaman menjadi lebih luas.

Kondisi pemadaman bergilir selama hampir sebulan sebelumnya juga memicu keluhan warga Parepare. Bahkan, warga sempat menggelar aksi unjuk rasa karena durasi pemadaman yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:  Jadwal Pemadaman Listrik Gowa Hari Ini 24 September, Cek Wilayah Terdampak

“Kami terus bekerja keras menyelesaikan pemeliharaan di sektor pembangkitan agar sistem kelistrikan dapat kembali normal,” ucap Akbar.

PLN saat ini masih menyelesaikan pemeliharaan sejumlah pembangkit yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.

Jika seluruh proses berjalan sesuai estimasi teknis, pemadaman bergilir di Parepare ditargetkan berakhir dan pasokan listrik kembali normal mulai awal Oktober.

“Kami berharap seluruh proses pemeliharaan berjalan lancar sesuai estimasi sehingga pasokan kelistrikan di Parepare dan sekitarnya kembali andal menyambut bulan Oktober,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru