Apa Hubungan Trio Jambi Febrie Adriansyah, Nurman Herin, dan Don Ritto? Dari Kampus ke Jejak Bisnis hingga Kini Jadi Tersangka

SulawesiPos.com – Hubungan Febrie Adriansyah dengan Nurman Herin dan Don Ritto kembali menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka baru kasus dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu pada Kamis, 30 Juli 2026. Di titik ini, pertanyaan publik tidak lagi berhenti pada status hukum para nama yang muncul, tetapi merembet pada satu benang yang sama: bagaimana relasi Febrie, Nurman, dan Don Ritto terbentuk sejak masa kuliah, berlanjut dalam jejaring alumni, lalu beririsan dengan bisnis dan pekerjaan.

Koordinator Tim 9 Kejaksaan Agung sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Rudi Margono, mengatakan, “Tim penyidik menetapkan tersangka NH terkait dugaan turut serta tindak pidana pencucian uang.”

Namun sampai Kamis malam, 30 Juli 2026, Kejagung belum mengurai secara terbuka bentuk peran spesifik Nurman maupun konstruksi rinci hubungan kerja di antara nama-nama yang kini masuk ke pusaran perkara itu.

BACA JUGA:  Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Keluar Negeri 20 Hari usai Jadi Tersangka

Yang sudah terbuka lebih dulu adalah relasi mereka di lingkungan pendidikan. Sejumlah laporan media menyebut Nurman Herin merupakan rekan kuliah Febrie Adriansyah di Jambi.

Sementara Don Ritto diketahui merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi angkatan 1989, sedangkan Febrie lebih senior sebagai mahasiswa angkatan 1986.

Dengan kata lain, relasi awal yang paling mudah ditelusuri ke publik menunjukkan Febrie dan Don berada dalam satu almamater dengan jarak angkatan, sementara Nurman disebut berada dalam lingkar pertemanan kampus yang sama.

Jejak itu tidak berhenti setelah mereka meninggalkan bangku kuliah. Situs resmi Fakultas Hukum Universitas Jambi masih mencantumkan Febrie Adriansyah sebagai alumnus yang menonjol, sedangkan situs resmi Universitas Jambi pada April 2026 menulis Febrie hadir dalam kegiatan Halal Bihalal IKA UNJA sebagai figur penting di lingkungan alumni.

Di sisi lain, Don Ritto juga disebut aktif dalam organisasi alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi. Artinya, hubungan Febrie dengan Don setidaknya tidak hanya bisa dibaca sebagai ikatan lama semasa kampus, tetapi juga tetap terhubung di ruang alumni.

BACA JUGA:  Polisi Uji 74 Kilogram Emas dan Uang Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Libatkan Pegadaian hingga FBI

Dari Karier Jaksa ke Advokat dan Pihak Swasta

Sesudah lulus, jalan hidup ketiganya bergerak ke arah yang berbeda. Febrie Adriansyah meniti jalur karier sebagai jaksa. Sejumlah profil yang dirilis media nasional menyebut ia memulai karier di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada 1996, lalu menempati sejumlah posisi penting hingga menjadi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus sebelum akhirnya terseret perkara dugaan korupsi dan TPPU.

Don Ritto menempuh jalur profesi yang berbeda. Ia dikenal sebagai advokat asal Jambi yang mendirikan Kantor Hukum Don Ritto & Associates pada 1998.

Dalam sejumlah laporan, Don juga disebut sempat berpraktik di Jambi sebelum melanjutkan karier di luar daerah. Latar itu membuat relasinya dengan Febrie kerap dibaca bukan hanya sebagai hubungan almamater, tetapi juga sebagai pertemuan antara jaksa karier dan advokat yang sama-sama berangkat dari lingkungan hukum Jambi.

SulawesiPos.com – Hubungan Febrie Adriansyah dengan Nurman Herin dan Don Ritto kembali menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka baru kasus dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu pada Kamis, 30 Juli 2026. Di titik ini, pertanyaan publik tidak lagi berhenti pada status hukum para nama yang muncul, tetapi merembet pada satu benang yang sama: bagaimana relasi Febrie, Nurman, dan Don Ritto terbentuk sejak masa kuliah, berlanjut dalam jejaring alumni, lalu beririsan dengan bisnis dan pekerjaan.

Koordinator Tim 9 Kejaksaan Agung sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Rudi Margono, mengatakan, “Tim penyidik menetapkan tersangka NH terkait dugaan turut serta tindak pidana pencucian uang.”

Namun sampai Kamis malam, 30 Juli 2026, Kejagung belum mengurai secara terbuka bentuk peran spesifik Nurman maupun konstruksi rinci hubungan kerja di antara nama-nama yang kini masuk ke pusaran perkara itu.

BACA JUGA:  Polisi Uji 74 Kilogram Emas dan Uang Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Libatkan Pegadaian hingga FBI

Yang sudah terbuka lebih dulu adalah relasi mereka di lingkungan pendidikan. Sejumlah laporan media menyebut Nurman Herin merupakan rekan kuliah Febrie Adriansyah di Jambi.

Sementara Don Ritto diketahui merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi angkatan 1989, sedangkan Febrie lebih senior sebagai mahasiswa angkatan 1986.

Dengan kata lain, relasi awal yang paling mudah ditelusuri ke publik menunjukkan Febrie dan Don berada dalam satu almamater dengan jarak angkatan, sementara Nurman disebut berada dalam lingkar pertemanan kampus yang sama.

Jejak itu tidak berhenti setelah mereka meninggalkan bangku kuliah. Situs resmi Fakultas Hukum Universitas Jambi masih mencantumkan Febrie Adriansyah sebagai alumnus yang menonjol, sedangkan situs resmi Universitas Jambi pada April 2026 menulis Febrie hadir dalam kegiatan Halal Bihalal IKA UNJA sebagai figur penting di lingkungan alumni.

Di sisi lain, Don Ritto juga disebut aktif dalam organisasi alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi. Artinya, hubungan Febrie dengan Don setidaknya tidak hanya bisa dibaca sebagai ikatan lama semasa kampus, tetapi juga tetap terhubung di ruang alumni.

BACA JUGA:  Hotman Klaim Rumah Sentul yang Digeledah Bukan Milik Febrie, Sudah Dihibahkan ke Cucu

Dari Karier Jaksa ke Advokat dan Pihak Swasta

Sesudah lulus, jalan hidup ketiganya bergerak ke arah yang berbeda. Febrie Adriansyah meniti jalur karier sebagai jaksa. Sejumlah profil yang dirilis media nasional menyebut ia memulai karier di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada 1996, lalu menempati sejumlah posisi penting hingga menjadi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus sebelum akhirnya terseret perkara dugaan korupsi dan TPPU.

Don Ritto menempuh jalur profesi yang berbeda. Ia dikenal sebagai advokat asal Jambi yang mendirikan Kantor Hukum Don Ritto & Associates pada 1998.

Dalam sejumlah laporan, Don juga disebut sempat berpraktik di Jambi sebelum melanjutkan karier di luar daerah. Latar itu membuat relasinya dengan Febrie kerap dibaca bukan hanya sebagai hubungan almamater, tetapi juga sebagai pertemuan antara jaksa karier dan advokat yang sama-sama berangkat dari lingkungan hukum Jambi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru