Pemkot Makassar Didorong Perkuat Diplomasi Kota untuk Tarik Investasi Asing

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar didorong memperkuat kapasitas aparatur dalam diplomasi kota agar kerja sama internasional dapat menghasilkan investasi dan program pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam lokakarya interaktif bertajuk Strengthening Capacity, Advancing City Diplomacy yang digelar Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bersama Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Pemkot Makassar di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini diikuti aparatur dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagian Kerja Sama, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Prof. Dr. Fredy Buhama Lumban Tobing, salah satu narasumber dari Departemen HI FISIP UI, menekankan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

Menurutnya, kesepakatan harus ditindaklanjuti dengan implementasi nyata, terutama dalam bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan pendidikan.

“Kota kini menjadi aktor penting dalam tata kelola global karena berbagai persoalan, seperti urbanisasi, perubahan iklim, dan globalisasi ekonomi, turut memengaruhi kehidupan masyarakat di tingkat lokal,” jelasnya, Kamis (22/10/2026).

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Tata Ulang Akses TPA-Tambah Armada Kebersihan untuk Optimalisasi Penanganan Sampah

Dalam konteks tersebut, aparatur pemerintah daerah memiliki peran strategis untuk membangun jejaring internasional sekaligus memastikan kerja sama yang dijalin sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Kerja Sama Asing Masih Terkendala Birokrasi

Dalam sesi diskusi, perwakilan Bagian Kerja Sama Pemkot Makassar mengungkapkan bahwa tawaran kerja sama dari sejumlah negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia, terus berdatangan.

Namun, sebagian inisiatif tersebut belum berlanjut dari tahap Letter of Intent atau surat pernyataan minat.

Panjangnya proses birokrasi menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan berbagai tawaran tersebut menjadi program kerja sama yang konkret.

Sementara itu, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempertanyakan strategi agar diplomasi kota tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menanggapi persoalan tersebut, Prof. Fredy menekankan pentingnya membangun citra Makassar sebagai kota yang ramah dan aman bagi wisatawan maupun investor.

Penyederhanaan birokrasi serta penguatan koordinasi ant perangkat daerah juga dinilai penting untuk mempercepat realisasi kerja sama.

BACA JUGA:  Makassar Mulai Krisis Air, Pemkot Siapkan 18 SPAM Sumur Bor

Menurutnya, upaya menarik investasi asing tidak dapat hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah.

Seluruh perangkat daerah perlu berkolaborasi untuk menangkap peluang kerja sama yang sesuai dengan potensi Kota Makassar.

Diplomasi Kota Perlu Selaras dengan Pembangunan Daerah

Lokakarya tersebut dibuka dengan sambutan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada HI UI dan HI Unhas atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan setiap peluang kerja sama internasional dengan agenda pembangunan daerah serta visi dan misi Kota Makassar.

Makassar sendiri telah memiliki pengalaman menjalin kerja sama internasional, di antaranya melalui skema sister city dengan Gold Coast, Australia, serta kerja sama di bidang pengelolaan sampah dengan Jepang dan sektor otomotif.

Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Pemkot Makassar untuk memperluas jejaring internasional.

Namun, peningkatan kapasitas aparatur diperlukan agar peluang yang tersedia dapat diterjemahkan menjadi program yang terarah dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Jembatan Kembar Barombong Belum Lolos Skema Inpres, Pemkot Makassar Bidik Jalur Pendanaan Lain

Dosen Departemen HI FISIP UI, Asra Virgianita, Ph.D., turut menyoroti semakin pentingnya peran pemerintah daerah dalam hubungan internasional.

Menurutnya, hubungan luar negeri tidak lagi hanya menjadi ranah pemerintah pusat karena pemerintah daerah juga dituntut aktif menjalin kerja sama di berbagai bidang.

Lokakarya ini menghadirkan Prof. Fredy dan Asra sebagai narasumber, dengan Abdul Razaq Z.

Cangara dari Departemen HI FISIP Unhas sebagai moderator. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok, studi kasus kerja sama Kota Makassar, presentasi peserta, serta kuis interaktif untuk mengevaluasi pemahaman aparatur terhadap materi diplomasi kota.

Melalui kegiatan tersebut, peningkatan kapasitas aparatur diharapkan dapat memperkuat kemampuan Pemkot Makassar dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi kerja sama internasional.

Dengan demikian, diplomasi kota tidak hanya memperluas jejaring global, tetapi juga mendukung pembangunan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar didorong memperkuat kapasitas aparatur dalam diplomasi kota agar kerja sama internasional dapat menghasilkan investasi dan program pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam lokakarya interaktif bertajuk Strengthening Capacity, Advancing City Diplomacy yang digelar Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bersama Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Pemkot Makassar di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini diikuti aparatur dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagian Kerja Sama, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Prof. Dr. Fredy Buhama Lumban Tobing, salah satu narasumber dari Departemen HI FISIP UI, menekankan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

Menurutnya, kesepakatan harus ditindaklanjuti dengan implementasi nyata, terutama dalam bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan pendidikan.

“Kota kini menjadi aktor penting dalam tata kelola global karena berbagai persoalan, seperti urbanisasi, perubahan iklim, dan globalisasi ekonomi, turut memengaruhi kehidupan masyarakat di tingkat lokal,” jelasnya, Kamis (22/10/2026).

BACA JUGA:  Kasus Kekerasan Anak di Day Care Yogyakarta Jadi Alarm, Pemkot Makassar Perketat Pengawasan

Dalam konteks tersebut, aparatur pemerintah daerah memiliki peran strategis untuk membangun jejaring internasional sekaligus memastikan kerja sama yang dijalin sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Kerja Sama Asing Masih Terkendala Birokrasi

Dalam sesi diskusi, perwakilan Bagian Kerja Sama Pemkot Makassar mengungkapkan bahwa tawaran kerja sama dari sejumlah negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia, terus berdatangan.

Namun, sebagian inisiatif tersebut belum berlanjut dari tahap Letter of Intent atau surat pernyataan minat.

Panjangnya proses birokrasi menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan berbagai tawaran tersebut menjadi program kerja sama yang konkret.

Sementara itu, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempertanyakan strategi agar diplomasi kota tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menanggapi persoalan tersebut, Prof. Fredy menekankan pentingnya membangun citra Makassar sebagai kota yang ramah dan aman bagi wisatawan maupun investor.

Penyederhanaan birokrasi serta penguatan koordinasi ant perangkat daerah juga dinilai penting untuk mempercepat realisasi kerja sama.

BACA JUGA:  Warga Ujung Bori Berhadapan dengan Aparat saat Penertiban Lahan Manggala Ricuh, Batu dan Molotov Bikin Makassar Tegang

Menurutnya, upaya menarik investasi asing tidak dapat hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah.

Seluruh perangkat daerah perlu berkolaborasi untuk menangkap peluang kerja sama yang sesuai dengan potensi Kota Makassar.

Diplomasi Kota Perlu Selaras dengan Pembangunan Daerah

Lokakarya tersebut dibuka dengan sambutan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada HI UI dan HI Unhas atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan setiap peluang kerja sama internasional dengan agenda pembangunan daerah serta visi dan misi Kota Makassar.

Makassar sendiri telah memiliki pengalaman menjalin kerja sama internasional, di antaranya melalui skema sister city dengan Gold Coast, Australia, serta kerja sama di bidang pengelolaan sampah dengan Jepang dan sektor otomotif.

Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Pemkot Makassar untuk memperluas jejaring internasional.

Namun, peningkatan kapasitas aparatur diperlukan agar peluang yang tersedia dapat diterjemahkan menjadi program yang terarah dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Pastikan PBB-P2 Tak Naik hingga 2027, Ada Keringanan untuk Warga

Dosen Departemen HI FISIP UI, Asra Virgianita, Ph.D., turut menyoroti semakin pentingnya peran pemerintah daerah dalam hubungan internasional.

Menurutnya, hubungan luar negeri tidak lagi hanya menjadi ranah pemerintah pusat karena pemerintah daerah juga dituntut aktif menjalin kerja sama di berbagai bidang.

Lokakarya ini menghadirkan Prof. Fredy dan Asra sebagai narasumber, dengan Abdul Razaq Z.

Cangara dari Departemen HI FISIP Unhas sebagai moderator. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok, studi kasus kerja sama Kota Makassar, presentasi peserta, serta kuis interaktif untuk mengevaluasi pemahaman aparatur terhadap materi diplomasi kota.

Melalui kegiatan tersebut, peningkatan kapasitas aparatur diharapkan dapat memperkuat kemampuan Pemkot Makassar dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi kerja sama internasional.

Dengan demikian, diplomasi kota tidak hanya memperluas jejaring global, tetapi juga mendukung pembangunan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru