Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa untuk 400 Siswa SD dan SMP Kurang Mampu

SulawesiPos.com — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program beasiswa bagi 400 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari keluarga kurang mampu pada 2026. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar ini diharapkan membantu siswa melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan kuota beasiswa tersebut dibagi rata untuk dua jenjang pendidikan.

Masing-masing sebanyak 200 siswa SD dan 200 siswa SMP akan menjadi sasaran program.

“Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota dari Pak Wali Kota untuk siswa SD dan untuk SMP di Makassar,” kata Achi, Rabu (21/10/2026).

Menurut Achi, beasiswa ini juga menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat. Dengan begitu, siswa dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan mengakses bantuan pendidikan melalui pemerintah daerah.

“Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan,” jelasnya.

BACA JUGA:  DTSEN Makassar: 559.967 Warga Diverifikasi agar Bansos Tak Salah Sasaran

Untuk menentukan penerima bantuan, Dinas Pendidikan Kota Makassar akan memadukan data kesejahteraan sosial dengan data pendidikan.

Langkah ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria.

Dinas Pendidikan mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang nantinya disesuaikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk proses verifikasi dan validasi calon penerima.

“Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik,” kata Achi.

Achi meminta orang tua siswa yang membutuhkan bantuan agar berkoordinasi dengan operator sekolah masing-masing.

Orang tua diminta membawa data yang valid untuk diperiksa dan disesuaikan dengan data pendidikan.

Meski demikian, mekanisme dan ketentuan lebih lanjut mengenai beasiswa yang bersumber dari APBD tersebut masih dalam proses penyusunan seiring berlangsungnya validasi data calon penerima.

Selain menyiapkan beasiswa daerah, Pemkot Makassar juga mengoptimalkan akses bantuan melalui PIP.

Achi menyebut kuota penerima PIP di Makassar pada 2026 mencapai sekitar 10.000 siswa, mulai jenjang SD hingga SMA.

BACA JUGA:  Tender Dimulai, Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penentuan Kontraktor

Penerima PIP diprioritaskan bagi siswa yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5 sesuai kriteria program.

Besaran bantuan berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu per tahun untuk siswa SD, Rp750 ribu per tahun untuk siswa SMP, dan Rp1,8 juta per tahun untuk siswa SMA.

Achi berharap perluasan akses bantuan pendidikan tersebut dapat menjangkau lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala persoalan ekonomi.

“Kita berharap melalui perluasan akses bantuan pendidikan ini, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah tanpa terbebani persoalan ekonomi,” katanya.

SulawesiPos.com — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program beasiswa bagi 400 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari keluarga kurang mampu pada 2026. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar ini diharapkan membantu siswa melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan kuota beasiswa tersebut dibagi rata untuk dua jenjang pendidikan.

Masing-masing sebanyak 200 siswa SD dan 200 siswa SMP akan menjadi sasaran program.

“Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota dari Pak Wali Kota untuk siswa SD dan untuk SMP di Makassar,” kata Achi, Rabu (21/10/2026).

Menurut Achi, beasiswa ini juga menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat. Dengan begitu, siswa dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan mengakses bantuan pendidikan melalui pemerintah daerah.

“Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar Tertibkan 60 Lapak PKL di Sekitar SMKN 4, Warga Respons Positif

Untuk menentukan penerima bantuan, Dinas Pendidikan Kota Makassar akan memadukan data kesejahteraan sosial dengan data pendidikan.

Langkah ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria.

Dinas Pendidikan mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang nantinya disesuaikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk proses verifikasi dan validasi calon penerima.

“Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik,” kata Achi.

Achi meminta orang tua siswa yang membutuhkan bantuan agar berkoordinasi dengan operator sekolah masing-masing.

Orang tua diminta membawa data yang valid untuk diperiksa dan disesuaikan dengan data pendidikan.

Meski demikian, mekanisme dan ketentuan lebih lanjut mengenai beasiswa yang bersumber dari APBD tersebut masih dalam proses penyusunan seiring berlangsungnya validasi data calon penerima.

Selain menyiapkan beasiswa daerah, Pemkot Makassar juga mengoptimalkan akses bantuan melalui PIP.

Achi menyebut kuota penerima PIP di Makassar pada 2026 mencapai sekitar 10.000 siswa, mulai jenjang SD hingga SMA.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Pastikan PBB-P2 Tak Naik hingga 2027, Ada Keringanan untuk Warga

Penerima PIP diprioritaskan bagi siswa yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5 sesuai kriteria program.

Besaran bantuan berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu per tahun untuk siswa SD, Rp750 ribu per tahun untuk siswa SMP, dan Rp1,8 juta per tahun untuk siswa SMA.

Achi berharap perluasan akses bantuan pendidikan tersebut dapat menjangkau lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala persoalan ekonomi.

“Kita berharap melalui perluasan akses bantuan pendidikan ini, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah tanpa terbebani persoalan ekonomi,” katanya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru