SulawesiPos.com – Seorang mahasiswa bernama Rafli Riyanto (24) tewas dalam kecelakaan tunggal di Jalan Tun Abdul Razak, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban diduga kehilangan kendali saat mengendarai sepeda motor hingga menabrak pembatas jalan dan pohon.
Kasat Lantas Polresta Gowa, AKP Hasan Fadlhyh, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi menjelang subuh. Korban saat itu mengendarai sepeda motor jenis CRF.
“Baik, jadi awal kejadian laka tunggal yang terjadi di Tun Abdul Razak,” katanya kepada wartawan di Kabupaten Gowa, Kamis (22/10/2026).
Hasan menjelaskan, korban mengalami lost control atau kehilangan kendali saat melintas di lokasi kejadian. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian menabrak pembatas jalan di bagian tengah sebelum menghantam pohon hingga korban terpental.
“Korban dinyatakan meninggal di tempat dengan adanya hantaman pohon setelah out control dari pembatas jalan yang ada di bagian tengah jalanan,” ungkapnya.
Korban mengalami luka berat pada bagian wajah serta patah tulang lengan kiri. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
“Adapun kondisi korban pada saat kami melihat di rumah sakit bahwa terjadi luka berat pada bagian muka dan bagian lengan kiri mengalami patah tulang,” jelasnya.
Diduga Main HP saat Berkendara
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan mahasiswa tersebut. Namun, berdasarkan indikasi awal, korban diduga berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan helm sambil mengoperasikan telepon genggam.
Hasan mengatakan, ponsel korban masih dalam keadaan aktif saat kecelakaan terjadi. Perangkat tersebut diduga digunakan untuk menghubungi temannya ketika korban sedang mengendarai sepeda motor.
“Adapun indikasi kecelakaan, korban tidak menggunakan helm pada saat berkendara dengan kecepatan tinggi dan handphone dalam keadaan sedang mengontak temannya pada saat berkendara roda dua. Karena saat terjadi tabrakan di lokasi, handphone masih dalam kondisi on,” ungkapnya.
Hasan mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan helm dan tidak mengoperasikan ponsel saat berkendara. Menurutnya, penggunaan ponsel dapat memecah konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Penggunaan handphone pada saat berkendara, tentunya membagi titik fokus. Sehingga sangat-sangat mudah untuk terjadinya fatalitas laka lantas yang bisa saja merenggut nyawa bagi pengendara roda dua maupun roda empat itu sendiri,” imbaunya.


