Air Bersih Makassar Hilang 60 Persen di Jalur Distribusi, Perumda Ungkap Penyebabnya

Sulawesipos.com – Persoalan air bersih di Kota Makassar kembali menjadi sorotan setelah Perumda Air Minum Kota Makassar mengungkap besarnya kehilangan air dalam jalur distribusi. Dari air yang keluar dari hulu, hanya sekitar 40 persen yang disebut tiba di Panaikang. Fakta tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, dalam dialog publik bertema “Krisis Air Bersih di Makassar: Dari Keluhan Menjadi Solusi Bersama” di Warkop Aspirasi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (20/6/2026).

Forum itu digelar Badan Lingkungan Hidup Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan dan menghadirkan sejumlah narasumber. Selain Andi Syahrum, hadir pula perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar serta Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Basdir.

Diskusi tersebut diikuti aktivis, mahasiswa, dan masyarakat umum yang selama ini merasakan dampak persoalan distribusi air bersih di Makassar. Forum berlangsung terbuka dan memunculkan berbagai tanggapan dari peserta.

Ketua Panitia, Muh Fadly, mengatakan kegiatan itu sengaja dirancang sebagai ruang dialog, bukan sekadar ruang untuk menyampaikan protes. Ia berharap forum tersebut dapat mempertemukan pihak-pihak terkait agar persoalan air bersih tidak berhenti pada keluhan.

BACA JUGA:  Enam Kecamatan di Makassar Terancam Kekeringan 2026, BPBD Siapkan Langkah Antisipasi Sejak Dini

“Kami ingin mempertemukan semua pihak agar persoalan tidak hanya berhenti di keluhan, tetapi juga melahirkan solusi yang bisa dijalankan bersama,” ujar Muh Fadly.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, Diza Rasyid Ali, turut mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut. Ia menilai dialog publik menjadi cara konstruktif untuk membahas persoalan layanan dasar masyarakat.

Perumda Sebut Air Berkurang Sebelum Tiba di Panaikang

Dalam forum itu, Andi Syahrum menjelaskan bahwa persoalan air bersih di Makassar tidak bisa hanya disederhanakan sebagai dampak cuaca atau faktor alam. Menurutnya, masalah tersebut juga berkaitan dengan tata kelola, infrastruktur, dan pengawasan distribusi.

Ia menyebut penurunan volume air terjadi dalam proses distribusi dari sumber menuju instalasi pengolahan. Selisih kehilangan air disebut cukup besar pada jalur distribusi dari Lekopancing menuju Panaikang.

“Kalau air yang keluar dari hulu 100 persen, saat tiba di Panaikang hanya sekitar 40 persen. Ada banyak faktor, mulai dari kebocoran hingga pemanfaatan air secara ilegal di sepanjang jalur distribusi,” ungkap Andi Syahrum.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Fokus Benahi Distribusi di Wilayah Utara

Pernyataan itu menjadi perhatian peserta diskusi karena besarnya kehilangan air yang terjadi dalam sistem distribusi sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Kondisi tersebut dinilai ikut memengaruhi pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Selain kebocoran dan pemanfaatan air secara ilegal, Andi Syahrum juga menyoroti masalah sedimentasi serta penumpukan sampah di saluran air baku. Faktor-faktor tersebut disebut turut memperburuk kondisi layanan air bersih di Makassar.

Perumda Dorong Pembenahan Layanan Air Bersih

Meski menghadapi persoalan teknis yang cukup kompleks, Andi Syahrum menegaskan Perumda Air Minum Kota Makassar terus melakukan pembenahan. Perbaikan dilakukan dari sisi teknis maupun manajemen pelayanan.

Menurutnya, langkah pembenahan tidak hanya bertujuan mengatasi masalah distribusi air bersih. Perbaikan juga diarahkan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum daerah.

“Kami terbuka terhadap masukan. Yang penting sekarang adalah kolaborasi semua pihak agar pelayanan air bersih bisa semakin baik ke depan,” kata Andi Syahrum.

Ia berharap forum serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Ruang dialog dinilai penting sebagai sarana evaluasi dan komunikasi antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Tekanan Air Rendah hingga Debit Menyusut, Ini Penjelasan PDAM Soal Krisis Air di Makassar Utara

Dalam kegiatan itu, Andi Syahrum turut didampingi jajaran internal Perumda Air Minum Kota Makassar. Mereka di antaranya Plt Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Wahidin, Plt Kepala Bagian Produksi Achmad Kamil Asri, serta Plt Kepala Seksi Humas Hasan.

Dialog publik tersebut menjadi momentum untuk kembali membuka perhatian terhadap persoalan air bersih di Makassar. Masalah distribusi dinilai membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan lebih efektif.

Sulawesipos.com – Persoalan air bersih di Kota Makassar kembali menjadi sorotan setelah Perumda Air Minum Kota Makassar mengungkap besarnya kehilangan air dalam jalur distribusi. Dari air yang keluar dari hulu, hanya sekitar 40 persen yang disebut tiba di Panaikang. Fakta tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, dalam dialog publik bertema “Krisis Air Bersih di Makassar: Dari Keluhan Menjadi Solusi Bersama” di Warkop Aspirasi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (20/6/2026).

Forum itu digelar Badan Lingkungan Hidup Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan dan menghadirkan sejumlah narasumber. Selain Andi Syahrum, hadir pula perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar serta Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Basdir.

Diskusi tersebut diikuti aktivis, mahasiswa, dan masyarakat umum yang selama ini merasakan dampak persoalan distribusi air bersih di Makassar. Forum berlangsung terbuka dan memunculkan berbagai tanggapan dari peserta.

Ketua Panitia, Muh Fadly, mengatakan kegiatan itu sengaja dirancang sebagai ruang dialog, bukan sekadar ruang untuk menyampaikan protes. Ia berharap forum tersebut dapat mempertemukan pihak-pihak terkait agar persoalan air bersih tidak berhenti pada keluhan.

BACA JUGA:  Tekanan Air Rendah hingga Debit Menyusut, Ini Penjelasan PDAM Soal Krisis Air di Makassar Utara

“Kami ingin mempertemukan semua pihak agar persoalan tidak hanya berhenti di keluhan, tetapi juga melahirkan solusi yang bisa dijalankan bersama,” ujar Muh Fadly.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, Diza Rasyid Ali, turut mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut. Ia menilai dialog publik menjadi cara konstruktif untuk membahas persoalan layanan dasar masyarakat.

Perumda Sebut Air Berkurang Sebelum Tiba di Panaikang

Dalam forum itu, Andi Syahrum menjelaskan bahwa persoalan air bersih di Makassar tidak bisa hanya disederhanakan sebagai dampak cuaca atau faktor alam. Menurutnya, masalah tersebut juga berkaitan dengan tata kelola, infrastruktur, dan pengawasan distribusi.

Ia menyebut penurunan volume air terjadi dalam proses distribusi dari sumber menuju instalasi pengolahan. Selisih kehilangan air disebut cukup besar pada jalur distribusi dari Lekopancing menuju Panaikang.

“Kalau air yang keluar dari hulu 100 persen, saat tiba di Panaikang hanya sekitar 40 persen. Ada banyak faktor, mulai dari kebocoran hingga pemanfaatan air secara ilegal di sepanjang jalur distribusi,” ungkap Andi Syahrum.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Fokus Benahi Distribusi di Wilayah Utara

Pernyataan itu menjadi perhatian peserta diskusi karena besarnya kehilangan air yang terjadi dalam sistem distribusi sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Kondisi tersebut dinilai ikut memengaruhi pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Selain kebocoran dan pemanfaatan air secara ilegal, Andi Syahrum juga menyoroti masalah sedimentasi serta penumpukan sampah di saluran air baku. Faktor-faktor tersebut disebut turut memperburuk kondisi layanan air bersih di Makassar.

Perumda Dorong Pembenahan Layanan Air Bersih

Meski menghadapi persoalan teknis yang cukup kompleks, Andi Syahrum menegaskan Perumda Air Minum Kota Makassar terus melakukan pembenahan. Perbaikan dilakukan dari sisi teknis maupun manajemen pelayanan.

Menurutnya, langkah pembenahan tidak hanya bertujuan mengatasi masalah distribusi air bersih. Perbaikan juga diarahkan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum daerah.

“Kami terbuka terhadap masukan. Yang penting sekarang adalah kolaborasi semua pihak agar pelayanan air bersih bisa semakin baik ke depan,” kata Andi Syahrum.

Ia berharap forum serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Ruang dialog dinilai penting sebagai sarana evaluasi dan komunikasi antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Enam Kecamatan di Makassar Terancam Kekeringan 2026, BPBD Siapkan Langkah Antisipasi Sejak Dini

Dalam kegiatan itu, Andi Syahrum turut didampingi jajaran internal Perumda Air Minum Kota Makassar. Mereka di antaranya Plt Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Wahidin, Plt Kepala Bagian Produksi Achmad Kamil Asri, serta Plt Kepala Seksi Humas Hasan.

Dialog publik tersebut menjadi momentum untuk kembali membuka perhatian terhadap persoalan air bersih di Makassar. Masalah distribusi dinilai membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan lebih efektif.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru