SulawesiPos.com – Kekeringan melanda 18 kelurahan di empat kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan memicu krisis air bersih yang berdampak pada sedikitnya 37.189 jiwa, sehingga distribusi bantuan air bersih kini disiapkan untuk menjangkau warga di sejumlah wilayah terdampak.
Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau yang mulai menekan pasokan air bersih di beberapa kawasan permukiman.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan krisis air bersih telah meluas ke sejumlah kelurahan di Makassar.
“Kekeringan melanda beberapa wilayah Kota Makassar yang menyebabkan krisis air bersih,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).
Sebaran Wilayah dan Distribusi Air Bersih
Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, dan Tamalanrea.
Di Kecamatan Ujung Tanah, kelurahan yang terdampak meliputi Cambaya, Camba Berua, Pattingalloang, Pattingalloang Baru, dan Totaka.
Di Kecamatan Tallo, dampak kekeringan menjangkau Kaluku Bodoa, Lembo, Buloa, dan Tallo.
Sementara di Kecamatan Biringkanaya, wilayah yang terdampak adalah Bulurokeng, Katimbang, Paccerakkang, dan Untia.
Adapun di Kecamatan Tamalanrea, krisis air bersih melanda Kapasa, Parangloe, Tamalanrea, Tamalanrea Indah, dan Tamalanrea Jaya.
“BPBD Kota Makassar melaporkan warga yang terdampak kekeringan mencapai 37.189 jiwa,” ujar Abdul.
BPBD bersama instansi terkait telah melakukan kaji cepat di lapangan untuk memetakan kebutuhan warga terdampak.
Bantuan air bersih selanjutnya disiapkan melalui 89 titik penyaluran yang tersebar di 14 kelurahan.
BNPB juga mengimbau masyarakat lebih hemat menggunakan air bersih guna mengurangi dampak kekeringan selama musim kemarau.


