SulawesiPos.com – Polda Sulawesi Selatan mulai memperkuat literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kalangan pelajar dengan menyiapkan 125 personel sebagai trainer. Para peserta akan bertugas mengedukasi siswa SMA/SMK/MA di seluruh Sulsel agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Program tersebut diawali melalui Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 yang digelar Biro SDM Polda Sulsel di Ballroom Hotel Harper Makassar, Rabu (5/8/2026).
Pelatihan diikuti lima personel dari masing-masing 25 Polres jajaran Polda Sulsel. Selama dua hari, peserta dibekali kemampuan sebagai instruktur sebelum diterjunkan memperluas edukasi AI di wilayah hukum masing-masing hingga tingkat Polsek.
Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinkar) Biro SDM Polda Sulsel, AKBP Dr. Fantry Taherong, mengatakan pelatihan ini bertujuan membentuk trainer bersertifikat yang mampu memberikan pembelajaran mengenai pemanfaatan AI kepada para pelajar.
“Tujuan pelatihan ToT ini untuk memberikan pelatihan kepada para calon trainer tingkat polres agar mampu melaksanakan tugas sebagai trainer dalam memberikan pembelajaran tentang paham AI kepada para pelajar di wilayah polres masing-masing,” ujarnya.
Menurut Fantry, kebutuhan edukasi AI semakin mendesak karena teknologi tersebut kini telah digunakan secara luas oleh kalangan pelajar.
Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan AI yang benar dinilai penting agar teknologi tersebut dimanfaatkan secara positif.
Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan
Polda Sulsel menargetkan program ini dapat menjangkau ribuan pelajar di berbagai daerah melalui pelaksanaan secara bertahap.
Fantry menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah daerah, sekolah, guru, hingga orang tua.
“Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri,” katanya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang sehat sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan AI secara produktif.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari pengenalan kecerdasan buatan, etika penggunaan AI, teknik memanfaatkan AI secara efektif, pemanfaatan AI untuk melawan hoaks, hingga edukasi mengenai kejahatan siber.
Materi disampaikan oleh trainer yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan nasional di Jakarta pada Juli 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat Binmas, Bidang Humas, Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta jajaran Biro SDM Polda Sulsel sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan.

