BBM Antre Panjang, Mentan Amran Pastikan Distribusi Pangan Sulsel Tetap Aman

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan antrean panjang pengisian BBM di Sulawesi Selatan tidak berdampak signifikan terhadap distribusi pangan. Pemerintah tetap menjaga pergerakan komoditas strategis dari sentra produksi menuju pasar agar kebutuhan masyarakat dan pasokan ke wilayah lain terpenuhi.

Kepastian itu disampaikan Mentan Amran di sela-sela kunjungannya ke Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (12/9/2026).

Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU dan memunculkan kekhawatiran bahwa keterbatasan BBM dapat menghambat angkutan beras, jagung, serta komoditas hortikultura.

“Mengenai dampak BBM, komoditas pertanian itu pada lokasi strategis posisinya, jadi tidak terlalu terpengaruh,” kata Mentan Amran.

Menurut dia, posisi strategis komoditas pertanian membuat kelancaran distribusinya tetap menjadi perhatian pemerintah agar kebutuhan pangan masyarakat tidak terganggu.

Distribusi menjadi mata rantai penting karena hasil pertanian harus bergerak dari daerah sentra produksi menuju pasar dan wilayah konsumen sebelum sampai ke masyarakat.

Mentan Amran menilai kondisi antrean BBM tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap pasokan pangan di Sulawesi Selatan selama komoditas pertanian terus memperoleh perhatian khusus dalam sistem distribusi.

BACA JUGA:  Tinggal di Pesisir Pangkep? Ini Cara Merawat Mobil agar Tak Mudah Berkarat

Sulsel Menopang Pasokan Pangan Daerah Lain

Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional dengan komoditas unggulan berupa beras, jagung, dan beragam hasil hortikultura.

Kapasitas tersebut membuat hasil pertanian Sulsel tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam provinsi, tetapi juga memasok pangan ke wilayah lain.

Gangguan distribusi karena antrean BBM karena itu berpotensi menyentuh konsumen di luar Sulawesi Selatan apabila pergerakan angkutan dari kawasan produksi menuju pasar tidak dijaga.

Mentan Amran menegaskan pemerintah terus mengawal sektor pertanian dari tahap produksi hingga distribusi agar tetap berjalan di tengah berbagai tantangan.

Kelancaran pengiriman juga diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus menahan tekanan harga di tingkat masyarakat ketika akses terhadap bahan bakar menghadapi kendala.

“Kita ingin memastikan pangan tetap tersedia dan distribusinya berjalan,” ujarnya.

Mentan Amran berharap dukungan terhadap sektor pertanian terus diperkuat agar produksi dan distribusi pangan berlangsung berkelanjutan.

Pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat Sulawesi Selatan tetap dapat dipenuhi meski daerah tersebut sedang menghadapi kendala ketersediaan BBM.

BACA JUGA:  Kejati Sulsel Periksa 20 Saksi Kasus Proyek Smart Controlling School Senilai Rp32 Miliar di Disdik Sulsel

Antrean BBM Diurai, Stok Diperkuat

Sehari setelah pernyataan Menan Amran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai memberlakukan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM subsidi di seluruh SPBU pada 13–20 September 2026 guna mengurai antrean kendaraan.

Kebijakan dalam Surat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel Nomor 670/2478/DESDM itu juga mengalihkan pengisian truk ke malam hari dan membatasi kendaraan pribadi mengisi BBM subsidi ketika indikator bahan bakarnya tersisa satu bar atau kurang.

SPBU diminta menyiapkan operator pada setiap nozel, sedangkan Pertamina diminta menambah jam pelayanan, mengawasi SPBU yang beroperasi 24 jam, menambah armada mobil tangki, memastikan stok tersedia, dan menerapkan digitalisasi antrean.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi turut mendorong sebagian konsumen beralih ke bahan bakar subsidi secara bertahap.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan kenaikan permintaan Pertalite secara nasional telah mencapai 11 persen, setelah pada awalnya bertambah sekitar dua persen dari kondisi normal.

BACA JUGA:  Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pangkep, Total 59 Orang Selamat

Ia menyatakan stok BBM di Sulawesi Selatan tersedia untuk kebutuhan hingga 14 hari ke depan dan diperkuat melalui penambahan pasokan.

BPH Migas bersama pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi untuk menekan antrean serta menjaga pembelian BBM subsidi tetap terkendali dan tepat sasaran.

Mentan Amran memastikan kelangkaan BBM tidak mengganggu distribusi pangan Sulsel, sementara pemerintah mengatur antrean dan memperkuat pasokan di SPBU.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan antrean panjang pengisian BBM di Sulawesi Selatan tidak berdampak signifikan terhadap distribusi pangan. Pemerintah tetap menjaga pergerakan komoditas strategis dari sentra produksi menuju pasar agar kebutuhan masyarakat dan pasokan ke wilayah lain terpenuhi.

Kepastian itu disampaikan Mentan Amran di sela-sela kunjungannya ke Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (12/9/2026).

Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU dan memunculkan kekhawatiran bahwa keterbatasan BBM dapat menghambat angkutan beras, jagung, serta komoditas hortikultura.

“Mengenai dampak BBM, komoditas pertanian itu pada lokasi strategis posisinya, jadi tidak terlalu terpengaruh,” kata Mentan Amran.

Menurut dia, posisi strategis komoditas pertanian membuat kelancaran distribusinya tetap menjadi perhatian pemerintah agar kebutuhan pangan masyarakat tidak terganggu.

Distribusi menjadi mata rantai penting karena hasil pertanian harus bergerak dari daerah sentra produksi menuju pasar dan wilayah konsumen sebelum sampai ke masyarakat.

Mentan Amran menilai kondisi antrean BBM tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap pasokan pangan di Sulawesi Selatan selama komoditas pertanian terus memperoleh perhatian khusus dalam sistem distribusi.

BACA JUGA:  Kejati Sulsel Periksa 20 Saksi Kasus Proyek Smart Controlling School Senilai Rp32 Miliar di Disdik Sulsel

Sulsel Menopang Pasokan Pangan Daerah Lain

Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional dengan komoditas unggulan berupa beras, jagung, dan beragam hasil hortikultura.

Kapasitas tersebut membuat hasil pertanian Sulsel tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam provinsi, tetapi juga memasok pangan ke wilayah lain.

Gangguan distribusi karena antrean BBM karena itu berpotensi menyentuh konsumen di luar Sulawesi Selatan apabila pergerakan angkutan dari kawasan produksi menuju pasar tidak dijaga.

Mentan Amran menegaskan pemerintah terus mengawal sektor pertanian dari tahap produksi hingga distribusi agar tetap berjalan di tengah berbagai tantangan.

Kelancaran pengiriman juga diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus menahan tekanan harga di tingkat masyarakat ketika akses terhadap bahan bakar menghadapi kendala.

“Kita ingin memastikan pangan tetap tersedia dan distribusinya berjalan,” ujarnya.

Mentan Amran berharap dukungan terhadap sektor pertanian terus diperkuat agar produksi dan distribusi pangan berlangsung berkelanjutan.

Pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat Sulawesi Selatan tetap dapat dipenuhi meski daerah tersebut sedang menghadapi kendala ketersediaan BBM.

BACA JUGA:  Video Ricuh Semifinal Voli di Masalle Viral, Protes Poin Jadi Sorotan

Antrean BBM Diurai, Stok Diperkuat

Sehari setelah pernyataan Menan Amran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai memberlakukan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM subsidi di seluruh SPBU pada 13–20 September 2026 guna mengurai antrean kendaraan.

Kebijakan dalam Surat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel Nomor 670/2478/DESDM itu juga mengalihkan pengisian truk ke malam hari dan membatasi kendaraan pribadi mengisi BBM subsidi ketika indikator bahan bakarnya tersisa satu bar atau kurang.

SPBU diminta menyiapkan operator pada setiap nozel, sedangkan Pertamina diminta menambah jam pelayanan, mengawasi SPBU yang beroperasi 24 jam, menambah armada mobil tangki, memastikan stok tersedia, dan menerapkan digitalisasi antrean.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi turut mendorong sebagian konsumen beralih ke bahan bakar subsidi secara bertahap.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan kenaikan permintaan Pertalite secara nasional telah mencapai 11 persen, setelah pada awalnya bertambah sekitar dua persen dari kondisi normal.

BACA JUGA:  Di Balik Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal

Ia menyatakan stok BBM di Sulawesi Selatan tersedia untuk kebutuhan hingga 14 hari ke depan dan diperkuat melalui penambahan pasokan.

BPH Migas bersama pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi untuk menekan antrean serta menjaga pembelian BBM subsidi tetap terkendali dan tepat sasaran.

Mentan Amran memastikan kelangkaan BBM tidak mengganggu distribusi pangan Sulsel, sementara pemerintah mengatur antrean dan memperkuat pasokan di SPBU.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru